KENANGAN LALU

KENANGAN LALU
02). Bertemu kembali


__ADS_3

"Kenapa gue bisa bertemu tiga orang menyebalkan yang disukai para wanita di kampus itu", gumam Shirin dalam hatinya. Setelah pergi dari taman, Shirin kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan membaca bukunya. Kreek....., suara pintu terbuka.


"Loe dari mana ?? kok lama banget sih ke toilet nya", tanya Via pada Shirin yang langsung membaca bukunya kembali.


"Tadi ketabrak orang", jawab Shirin singkat.


"Siapa ??", tanya Via lagi dengan ekspresi penasaran.


"Nico Aliandra", jawab Shirin singkat dengan buku yang masih di bacanya.


"Apa!!! salah satu dari si idola kampus itu?", teriak Via terkejut.


"Ya gak usah gitu juga kali, lagian dia juga yang jalan nya di depan pintu toilet ", jawab Shirin sambil menutup mulut Via dengan tangannya.


"Loe nggak apa apa kan ?? badan loe ada yang sakit gak", tanya Via khawatir sambil meraba wajah dan lengan Shirin.


"Gue nggak apa-apa kok, malahan gue yang ninggalin mereka", jawab Shirin sambil wajah datarnya.


"Untung aja loe pergi duluan kalo nggak, loe bakal di buat sakit hati", ucap Via merasa lega.


"Gue sih gak peduli mau dibuat mati juga bukan urusan gue, lagian tadi gue bantu dia perban lukanya", ucap Shirin tak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh sahabatnya itu.


"Ya udah terserah loe aja deh, yang penting loe nggak apa apa", ucap Via menghela nafas dengan sifat sahabat nya yang super cuek itu.


"Balik kelas yuk ?!", ajak Shirin.


"Ok", balas Via sambil membereskan bukunya.


—————————————————————

__ADS_1


Sepulang kuliah, Shirin dan Via pulang dengan mengendarai mobil. Setelah mengantar Via, Shirin langsung pulang tanpa mampir ke tempat biasanya dia membaca buku. Ya, biasanya sepulang kuliah Shirin dan Via pergi ke cafe yang menyediakan tempat untuk pembaca buku. Tapi Shirin merasa lelah dan langsung pulang ke apartemennya. Shirin tinggal sendiri di apartemennya, karena orang tuanya dan adiknya tinggal di kota sebelah yang kebetulan jaraknya sangat jauh dari apartemennya. Jadi, jika ia ingin pulang, dia akan mengendarai mobil nya untuk ke kota sebelah yang memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Bagi Shirin ini sudah biasa, karena dari kecil ia sudah sering di tinggal orang tuanya untuk perjalanan dinas, bersama adiknya ia di rawat oleh neneknya.


Kriing.... kriiing.....


Dengan segera Shirin mematikan alarm nya dan lang bersiap kuliah seperti biasa. Ia tinggal bersama satu orang pembantu di apartemennya yangdi utus oleh ayahnya untuk menjaga nya. Setelah siap ia keluar kamar dan langsung ke dapur membantu bibi Fei untuk membuat sarapan. "Eh non udah bangun? tidak usah non biar saya saja yang mengerjakannya", ucap bibi Fei melarang Shirin membantunya. "Tidak apa apa bi, biar beban bibi berkurang", ucap Shirin tetap mengerjakannya. Walau begitu cuek, Shirin sangat baik pada orang yang di kenalnya. Bahkan setiap hari Shirin dan bibi Fei makan bersama seakan mereka bukan majikan dan pembantu, karena Shirin tidak suka orang yang lebih tua darinya lebih susah darinya. "Ya sudah kalau nona mau, saya tidak akan melarang", ucap bibi Fei menyerah pada kehendak Shirin. Setelah selesai sarapan, Shirin langsung berangkat ke kampus.


Sesampai nya di kampus, karena sedikit terburu-buru Shirin lagi lagi menabrak orang lagi. "Eh, maaf saya buru buru, jadi tidak lihat", ucap Shirin sambil membantu orang yang di tabrak nya. " Iya nggak apa apa, maaf saya juga tidak lihat", ucap pria itu. Setelah mendengar kata itu Shirin langsung meninggalkan orang yang di tabrak nya sendiri. "Habis nabrak orang langsung pergi gitu aja dan juga tanpa melihat wajah orang yang ditabrak", gumam Galuh dalam hati setelah melihat Shirin pergi meninggalkannya.


"Shirin, Shirin, sini", panggil Via sambil menepuk kursi di sebelah nya.


"Tumben loe hampir telat", tanya Via.


"Tadi gue ketabrak orang", jawab Shirin samiil mengambil buku dari tas nya.


"Apa!!! ketabrak orang lagi, loe nggak bosen apa nabrak orang terus ?", ucap Via dengan nada tinggi karena kaget sahabatnya terus terusan menabrak orang.


"Ya namanya juga nggak sengaja, mau gimana lagi", ucap Shirin cuek sambil mengangkat kedua bahunya.


"Enggak tau, gue gak liat cuma bantu dia berdiri terus pergi", jawab Shirin.


"Loe udah nabrak, nggak mau liat mukanya lagi. Parah banget loe", ucap Via nyindir.


"Ya udah sih, kalau nggak gue udah telat", ucap Shirin cuek dengan wajah yang super datarnya.


"Terserah loe deh, gue nyerah debat sama loe", ucap Via pasrah dengan sifat sahabatnya.


~Di sisi lain~


"Woi Galuh !!! loe kok telat sih, nggak biasa nya loe telat", tanya Rian pada Galuh.

__ADS_1


"Eh loe bisa diem nggak ! kiat tuh Galuh megangin lengan nya, nggak peka amat sih jadi orang", ucap Nico menyenggol lengan Rian dengan kuat.


"Eh iya, tu lengan ngapa ??", tanya Rian baru sadar akan keadaan sahabatnya.


"Tadi ketabrak orang", jawab Galuh acuh.


"Hahhahahaha....... kasian amat sih kalian, kemarin Nico yang ketabrak, sekarang loe yang ketabrak sial banget sih nasib kalian", ejek Rian pada dua sahabatnya.


"Siap tau loe besok yang ketabrak", balas Nico tak mau kalah.


"Nggak mungkin lah, gue ini anti sial tau gak !!!", remeh Rian pada Nico.


"Eh, kalian ngapain sih, yang ketabrak gue kok kalian yang sibuk", ucap Galuh yang sudah muak dengan perkelahian kedua sahabatnya.


"Siap bos, kami mohon ampun", tutur Rian dan Nico memohon pada Galuh, karena mereka tau jika Galuh marah dia akan sulit di bujuk.


"Oh iya Luh, memangnya siapa yang nabrak loe ???", tanya Nico membuka percakapan setelah meminta maaf.


"Iya iya, memangnya siapa yang nabrak loe ??", tanya Rian dengan wajah bingung nya.


"Anak sebelah yang kemaren nabrak Nico, udah gitu dia langsung pergi tanpa liat gue", jawab Galuh tanpa ekspresi.


"Wah gila deh tu bidadari, padahal cantik tapi sayang nasib nya sial", tutur Rian.


"Yang kamaren bukan salah dia kok, gue yang salah malah karena jalan di depan toilet cewek, tapi dia malah bantu gue perbanin luka gue ", jelas Nico dengan merasa bersalah.


"Oooh jadi yang salah tu loe, yah.... gue salah paham sama bidadari deh. Eh..... tapi kalo kemaren yang salah loe dan loe beruntung dong bisa merasakan baik nya bidadari, tapi Galuh malah sial ditinggal pergi udah gitu nggak di lirik pula", jelas Rian sambil terkekeh.


"Diem loe !!! tadi tu cuma gara gara mepet mau masuk", jawab Galuh.

__ADS_1


"Beneran tuh", rayu Rian. Galuh langsung menunjukkan wajah keyakinan nya.


"Ya udah deh kalo loe yakin", ucap Rian mengalah.


__ADS_2