Kerinduan Seorang Gadis

Kerinduan Seorang Gadis
Bab 05


__ADS_3

"Au ah gelap, ngapain gue galau gini, gue yakin Allah udah ngerencanain sesuatu yang lebih indah dari semua yang gue harapkan saat ini" gadis itu pun berlalu membawa piring kotor bekas makan malamnya lalu mencucinya, setelahnya dia segera melangkah menuju kamar untuk beristirahat.


Setibanya di kamar Salun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tiba-tiba saja dia teringat akan sapu tangan yang di berikan oleh seorang pria untuknya saat di pantau, "ya ampun, gue Sampe lupa nggak nyuci itu sapu tangan, kalau besok gue ketemu orang itu kan gue bisa langsung balikin" ucapnya seraya bangun dan mencari di mana letak sapu tangan itu saat ini.


"Nah ini nih, ayok mandi dulu sebelum kamu kembali sama pemilik mu" melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mencucinya hingga bersih, setelahnya gadis itu pun mulai membersihkan wajahnya dan menggosok giginya sebelum tidur.


"Tapi di mana gue bisa ketemu sama pemilik sapu tangan ini, gue aja nggak kenal dia siapa" Salun bergumam pelan seraya menggosok-gosokan sikat gigi dengan pelan.


"Bodoh ah, ngapain di pikirin, sebaiknya gue bawa aja terus nih barang biar kalo ketemu nggak harus jemput lagi kesini" Salun masih saja berbicara sendiri seraya menatap pantulan dirinya pada cermin.


Di rasa telah selesai, gadis itu pun kembali menuju kamarnya, meraih ponselnya dan menyalakan lagu India kesukaannya, berharap agar bisa terlelap karena dia tidak ingin melewatkan sepertiga malamnya, pada waktu seperti itu gadis itu selalu mencurahkan isi hatinya pada sang penciptanya.


"Nah ini nih, kayanya enak buat teman tidur" meletakkan benda pipih miliknya di atas meja kecil dan sedikit menambah volume musiknya.


"Humein poocho Kya Hota Hay"


"Tanyakan pada ku bagaimana rasanya?"


"Bina Dil ke jiye jaana"


"Hidup tanpa sebuah hati"


"Bahut aayi gayi yaadein"


"Banyak kenangan mu yang datang"


"Magar iss Baar"


"Tapi kali ini"


"Tum hi aana"


"Aku ingin kau yang datang"....


"Kenapa aku nggak bisa tidur, biasanya aku muter lagu ini langsung tidur, malah sekarang nangis" ucap Salun seraya mengusap kasar pipinya yang sudah basah oleh air mata.

__ADS_1


Karena merasa kesal akhirnya gadis itu meraih kembali ponselnya dan mematikan musiknya, mengaktifkan data dan berselancar di dunia Maya.


Aplikasi pertama yang dia buka adalah wathsap, mungkin saja ada orang yang menghubungi dirinya melalui pesan chat, namun setelah dia lihat ternyata tidak ada pesan apapun melainkan pesan grub saja yang menurutnya tidak begitu penting.


Aplikasi kedua adalah Facebook, di mana nama akun facebooknya menggunakan nama Putri Bungsu, lumayan lama Salun bermain di aplikasi itu karena ada banyak akun yang meminta konfirmasi pertemanan pada akunnya, dengan perlahan dia melihat satu-persatu nama akun tersebut dan melihat photo profil dari akun tersebut.


Salun termasuk orang yang jeli dalam memilih teman, begitupun teman dunia mayanya, biasanya dia tidak menerima pertemanan dari akun pria, tapi entah kenapa saat ini dia memilih mengkonfirmasi semua akun yang ada di deretan permintaan pertemanan itu.


"Bosen ah, masa harus liat akun mereka satu-persatu, kalau nanti di antara mereka ada yang julid kan bisa aku blokir" ucapnya seraya menscrool layar beranda Facebooknya.


"Eh, ini siapa, kok ada foto ini di beranda gue, apa ini dia pemilik salah satu akun yang aku konfirmasi tadi ya" tanyanya saat melihat salah satu photo pria bermasker memakai jaket hitam dan topi putih.


"Sepertinya orang ini nggak asing buat gue, tapi gue ketemu di mana ya, apa jangan-jangan dia temen kelas gue?" Teka-teki yang ada dalam otak Salun sampai saat ini belum terpecahkan, karena terlalu penasaran gadis itu pun mulai mencari tahu lewat nama akunnya, gadis itupun tertawa terbahak-bahak mendapati nama akun pria tersebut adalah Pangeran Unta.


"Ya Allah ya Tuhan kenapa namanya harus unta, nggak ada nama lain apa ya?" Ucapnya di sela tawanya.


"Gue save aja dulu deh fotonya, nanti gue tanya Zahra siapa tau dia kenal orang ini" lanjutnya lagi.


Di detik berikutnya gadis itu menulis sebuah kata-kata yang akan di update melalui status facebooknya itu.


"Meluncur" ucap gadis itu setelah mengapload status Facebook tersebut.


"Mari kita tunggu beberapa menit lagi, kita lihat siapa saja yang kepo dengan isi status gue, hihihi" ucapnya seraya terkikik geli.


"Ting, Ting" bunyi notifikasi dari ponsel gadis itu pun mulai ramai, sudah ada beberapa orang yang memberikan komentar, satu-persatu Salun membuka dan membacanya.


Satu komentar teratas dari akun yang bernama Abimanyu, gadis itu kenal dengan pemilik akun tersebut karena dia adalah teman kelasnya yang bernama Abi, komentarnya berisi "kayaknya nih anak lagi galau berat, tumben-tumbenan bikin status"


"Wkwkwk, sok tau loe Bi" Salun membalas komentar Abimanyu.


"Mari kita lihat komentar kedua" ucapnya seraya melihat nama akun yang memberikan komentar pada statusnya, yang mana di sana terpampang nama akun Fia Sefia.


"Tidur Sal udah malem" akun atas nama Fia Sefia tersebut tak lain adalah milik Fia sahabat gadis tersebut.


"Loe sendiri kenapa belum tidur?" Salun bertanya pada sahabatnya itu karena dia juga merasa heran, dia menyuruhnya tidur sedangkan dirinya sendiri belum tidur.

__ADS_1


"Ting" satu lagi bunyi notifikasi dari ponselnya, gadis itu segera membukanya dan ternyata satu komentar dari akun yang bernama Pangeran Unta.


"Tetap semangat, dan percayalah bahwa setelah badai pasti akan ada pelangi" berikut isi komentarnya, Salun menanggapi komentar tersebut dengan tanda love berwarna merah.


"Alhamdulillah masih semangat" Salun membalas komentar tersebut.


Beberapa menit kemudian gadis itu ingin menonaktifkan data ponselnya karena dia sudah merasa ngantuk, namun niatnya gagal karena ada pesan melalui aplikasi massangger miliknya.


"Assalamualaikum, selamat malam" sapa orang itu pada isi pesannya.


"Astaga, ini Unta kok malah lanjut kesini sih, nggak tau apa kalo gue udah ngantuk" gerutu gadis itu pelan, namun dia masih membalas pesan tersebut.


"Waalaikum salam, selamat malam juga" jawabnya di sertai emot nyengir kuda.


"Kok belum tidur, ini kan udah malam?"


"Belum ngantuk" jawab Salun singkat dan padat, tidak biasanya dia membalas pesan orang yang belum dia kenal, tapi kenapa Pangeran unta dia merasa udah saling kenal, gadis itu pun semakin di buat penasaran dengan pemilik akun tersebut.


"Ngga baik loh tidur larut malam, apalagi besok sekolah" Pangeran Unta memberi nasehat.


"Dih, nih unta sok bijak deh" Salun menggerutu pelan.


"Kata siapa?" Lagi dan lagi, Salun berlagak sok cuek.


"Ya kata aku lah" sang Pangeran unta akhirnya juga membalas dengan nada cuek.


"Gue boleh nanya nggak?" Gadis itu ingin menanyakan siapa pemilik akun itu dan berharap akan mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Tanya aja, selagi gue bisa jawab, maka gue akan menjawabnya"


Membaca pesan balasan dari sang Unta, Salun mengangguk mantap kemudian segera mengetik pesan balasan untuknya.


"Loe siapa sih, apa loe kenal gue, kalo iya loe kenal gue dimana?" Salun memberondong sang unta dengan beberapa pertanyaan.


Beberapa menit lamanya gadis itu menunggu jawaban dari sang unta namun tak kunjung menjawabnya padahal pesannya sudah di baca, akhirnya Salun merasa kesal dan menonaktifkan data ponselnya kemudian memilih untuk tidur karena rasa ngantuknya sejak tadi sudah dia tahan.

__ADS_1


__ADS_2