Kerinduan Seorang Gadis

Kerinduan Seorang Gadis
Bab 07


__ADS_3

"selamat pagi anak-anak" sapa Bu Indah dengan tatapan lurus kedepan memperhatikan seluruh siswanya yang berada di kelas saat ini, dia ingin memperkenalkan murid barunya pada yang lainnya.


"Pagi Bu" jawab semua siswa itu secara serempak.


"Oke, hari ini kita ada teman baru, dia pindahan dari kota, semoga kalian bisa menjadi teman yang baik" ujar Bu Indah seraya mempersilahkan murid baru itu untuk memperkenalkan dirinya pada semua siswa yang ada di kelas itu.


Semua mata tertuju pada siswa baru tersebut, namun dia tidak begitu menghiraukannya, tatapannya lurus kedepan, wajahnya terlihat dingin, namun siapa sangka bahwa saat ini hatinya sedang berbunga-bunga, tanpa dia duga akhirnya dia bertemu kembali dengan gadis yang sempat dia temui di pantai kemarin siang.


"Salam kenal semua, nama saya Cemal Jufri, kalian bisa memanggil saya Cemal, saya pindahan dari kota Surabaya, saya pindah ke sini karena kedua orang tua saya memilih tinggal di kampung almarhum kakek untuk melanjutkan usahanya" jelas Cemal masih dengan gaya coolnya.


Dua gadis yang ada di bangku bagian belakang sedang berbisik, mereka mengagumi ketampanan Cemal yang di atas rata-rata, mereka adalah Tia dan Melly.


Sementara Salun mengerutkan keningnya, berusaha mengingat siapa sosok yang saat ini berdiri di depan kelas tersebut, "bukannya itu cowok yang kemaren di pantai ya, kok bisa kebetulan gini?" Ucapnya dalam hati.


Mendapat tatapan aneh dari Salun membuat Cemal salah tingkah, dia takut gadis itu tahu bahwa sejak tadi tatapannya tertuju padanya.


"Baiklah Cemal, silahkan duduk di sana, kita akan segera memulai pelajaran, untuk sesi perkenalan kalian bisa melakukannya nanti di waktu jam istirahat" Bu indah kembali bersuara.


Cemal melangkah pelan menuju meja yang telah di tunjukkan oleh Bu Indah, "Hay bro" sapanya pada Fatih, siswa yang menjadi teman sebangku Cemal, Fatih pun menjabat tangan Cemal sebagai tanda perkenalan, setelah mendudukkan tubuhnya Cemal melirik sekilas ke arah meja di samping kanannya, di mana di sana gadis yang sejak kemarin mengganggu pikirannya duduk dengan tenang di sana.


"Gue nggak nyangka kalo kita akan ketemu lagi di sini" gumamnya dalam hati seraya menyunggingkan senyumnya.


"Aduh manis banget sih" ucap Melly saat melihat sekilas senyum Cemal, dia merasa bahwa pria itu tadi tersenyum kepadanya karena posisi Melly berada tepat di belakang Salun.


"Tia, dia senyum sama gue tadi, ya ampun senyumnya bikin hati gue meleleh deh" ucapnya lagi dengan senyumnya yang tak lepas dari bibirnya.

__ADS_1


"Eh kalo ngayal tuh jangan terlalu tinggi, nanti kalau jatoh loe yang sakit" ejek Tia, dia merasa geli melihat Melly yang seperti gadis gatal.


"Dih, bilang aja loe iri kan karena Cemal senyumnya sama gue" ucap Melly dengan PD nya membuat Tia menggelengkan kepalanya pelan.


"Plak" satu tepukan pelan mendarat di punggung Cemal hingga membuat pria tampan itu terlonjak kaget, untung saja Cemal tidak berteriak, kalau sampai dia berteriak hal itu tentunya akan membuat Bu Indah marah terhadapnya.


"Abi" Cemal terkejut mendapati saudara sepupunya itu ada di sana, tepat di belakang tubuhnya.


"Sialan loe, loe lupa kalo gue juga di sini, padahal semalam gue ngajak loe bareng, segampang itu loe lupain gue, emang dari tadi tuh mata jalan kemana?, Cewek-cewek di sini pada cakep-cakep, awas jaga hati loe" ledek Abi, sedikit banyak dia tahu bahwa Cemal tertarik pada Salun, karena sejak kemarin dia menceritakan perihal cewek yang dia temui di pantai dengan ciri-ciri seperti yang salun miliki, kebetulan juga kemarin Abi melihat story wathsap milik Salun sedang berada di pantai.


Di tambah lagi dengan tatapan aneh Cemal untuk Salun sejak masuk ke dalam kelas itu, membuat Abi semakin yakin bahwa saudara sepupunya itu ada hati buat gadis yang berstatus sebelum sahabatnya itu.


"Gue nggak lupa kok, cuma loenya aja yang baru kelihatan" elaknya seraya nyengir kuda.


*****


"Ting Ting Ting" bel tanda jam istirahat pun berbunyi, semua siswa bersorak riang, apalagi dengan Salun yang tampak sangat menunggu jam itu, dia merasa sangat lapar karena sejak pagi dia belum sarapan karena bangun kesiangan.


"Woy, ke kantin yok gue laper banget" ajaknya pada ketiga sahabatnya.


"Ya udah ayok" Fia, Dyah dan Zahra pun bangkit dari duduknya dan merangkul Salun dari samping.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Salun saat mereka mulai mendudukkan tubuhnya pada kursi yang tersedia di kantin tersebut.


"Gue mau seblak aja" jawab Fia.

__ADS_1


"Gue juga deh" Dyah ikut bersuara.


"Kalo loe Ra?, Pasti bingung lagi nih" ejek Salun membuat Zahra memutar bola matanya malas.


"Gue mau bakso aja" jawabnya singkat.


"Ya udah kalian tunggu di sini ya biar gue aja yang pesen" ketiga sahabatnya itu mengangguk secara bersamaan, setelahnya Salun segera menemui mbak Ina selaku pelayan di kantin tersebut.


"Mbak, gue mau seblak dua, bakso satu, mie ayam satu ya" ucapnya pada mbak Ina.


"Siap, di tunggu ya, nanti aku bawa ke sana aja" jawab mbak Ina seraya mulai menyiapkan pesanan Salun.


Gadis itu pun melangkah menuju meja, tangannya meraih ponsel dalam saku seragamnya, berharap ada pesan atau apa pun itu dari kedua orang tuanya, namun semua itu hanya harapan semata.


"Kebiasaan loe tuh ya Sal, loe jalan tapi mata loe liat hp, kalo ketabrak cowok ganteng nanti gimana?" Ledek Fia membuat Salun memutar bola matanya malas.


"Emang di sini ada cowok ganteng tah, kalau ada mana, gue mau kenalan" tantang salun membuat ketiga sahabatnya itu melongo tak percaya.


"Ada kok ada" jawab Dyah penuh semangat seraya melihat ke arah pintu masuk kantin.


Karena penasaran Fia dan Zahra pun menoleh ke arah pintu tersebut di mana di sana terlihat empat orang pria berjalan bersama sembari bercanda satu dan lainnya, mereka adalah Abi, Fatih, Sule, dan satunya lagi adalah Cemal, Zahra mengerjab-ngerjabkan kedua matanya ke arah Fia, Fia pun menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa dia mengerti dengan rencana dua sahabatnya itu.


"Mana kalo emang ada?" Salun masih saja menantang ketiga sahabatnya itu.


"Oke karena loe yang nantang, kita mau lihat loe kenalan sama anak baru itu di depan kita semua, di kantin ini, dengan di saksikan semua siswa, dan loe Ra, tugas loe adalah merekam moment langka ini, selama ini sahabat kita ini terlalu cuek pada lawan jenisnya, sekarang mari kita saksikan bagaimana cara dia ngajak cowok baru itu kenalan" jelas Dyah dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2