
Part 2 - KETIKA HATI SUDAH MATI RASA
Di sepanjang jalan mereka selalu melakukan hal yang tak senonoh ke pada ku satu pemuda sesekali menabok bokong ku,satu pemuda lainnya sesekali meremas payudara ku. Aku sangat takut di sepanjang perjalanan menuju ladang jagung selalu menyuruh ku untuk menurut atau mereka mengancam akan membunuh ku tetapi aku selalu berusaha untuk berteriak dan melepaskan diri. Sayang beribu sayang tenaga ku tidak sebanding dengan mereka walau mereka masih terlihat lebih muda dari ku aku rasa seperti umur 21 atau 22 tahun kurang lebih ketiganya aku juga tak asing dengan wajah mereka.
Sesekali aku melihatnya memang suka menongkrong di situ. Fendi,Yanto ,dan Supri begitu aku mengenal mereka sebenarnya jarak rumah mereka tidak terlalu jauh tapi mereka memang terkenal sangat bandel.
"Emmppt emmmptt " suara ku yang masih terus tertahan.
"Diam ...! Nggak usah brisik,atau kami akan membunuh mu. Ikuti semua perintah kami dan jangan melawan" salah seorang pemuda dari belakang punggung yang tak lain itu adalah Supri.
Mereka telah berhasil membawa diri ku yang telah lemah ini ke tengah ladang jagung ,Supri menarik paska kerudung yang aku kenakan untuk membungkam mulut ku .Yanto juga sekarang sedang mengikat kedua tangan ku dengan menggunakan tali yang aku juga tidak tau dari mana ia mendapatkannya Fendi perlahan mulai melucuti pakaian bagian bawah ku. Di situ air mata ku terus berlinang,deras dan semakin deras aku hanya bisa pasrah akan perbuatan bejad mereka. Raga ku terasa telah menghilang terbang entah kemana hingga aku hanya bisa menangis tersedu tanpa suara, mereka meruda paksa tubuh ku secara bergantian sesekali di iringi tawa lepas yang tak mungkin orang dengar.
Aku hanya terus meminta tolong dalam hati ,sesekali aku sempat tak sadarkan diri tetapi ketika aku tersadar lagi lagi kejadian itu masih berlanjut perih sekali tubuh bagian bawah ku ,mungkin sudah tak berbentuk karena kelakuan brutal mereka. Saat melakukannya mereka juga sesekali mengerang lain hal nya dengan aku yang telah banjir air mata.
Setelah mereka puas ,mereka meninggalkan aku di ladang jagung begitu saja Yanto hanya sempat membuka penutup mulut ku ia tau bahwa aku tak mungkin berteriak suara ku juga berangsur hilang air mata juga sudah mengering. Aku malu akan diri ku yang telah ternodai hati ku juga remuk berkeping keping dalam hati ku hanya mengingat bapak dan ibu yang pasti akan malu perkataan Supri masih terngiang di otak kecil ku.
"Terimakasih sayang" dengan di sertai senyum puas mengejek.
Dasar bajingan !! Hanya bisa terungkap dalam batin ku benci sekali ,aku juga jijik tak hanya dengan tiga pemuda tapi juga pada tubuh ku yang ternodai. Padahal tubuh ini telah ku rawat dengan sangat baik sebelum nya,tak pernah juga aku menjalin hubungan hingga melebihi batas bahkan hanya sekedar menyukai atau mengagumi tak pernah merasakan berpacaran.
Hingga malam ini mahkota yang selalu aku jaga telah di hancurkan akan kah ada seseorang yang masih mau bersama diri ku yang telah ternoda ?
Aku yang sangat lemah hingga tak sadar tertidur di ladang jagung. Remuk sekali tubuh ku rasanya , seonggok cahaya menyilaukan mata ku. Ternyata sudah pagi,aku yang hanya bisa menangis mengais satu persatu pakaian ku yang sudah tak berbentuk untuk menutupi tubuh yang sudah tak karuan.
Hikkss hikkkss hikksss kenapa jadi seperti ini ?
Kenapa harus terjadi pada ku ?
__ADS_1
Tubuh ku ?
Arghhhh aku membenci semua ini.
Aku berlari menuju kontrakan ku,aku melalui jalan yang memutar agar tak mengingat lagi kejadian semalam yang membuat aku menjadi seperti ini.
Hingga aku langsung bergegas menuju kamar mandi yang kebetulan juga berada di dalam kontrakan ku. Di sana aku berkali kali menggosok tubuh kotor ku dengan kasar. Air mata ku tumpah kembali.
Apa yang harus aku lakukan ?
Aku juga tidak mungkin melaporkan perbuatan keji mereka kepada polisi, nggak ada artinya juga. Orang miskin seperti ku juga pasti malah akan tambah di injak injak,atau bahkan mereka akan .merasa jijik. Atau juga akan menyepelekan laporan ku,aku tidak punya uang untuk menyuap mereka agar percaya kepada ku. Aku sungguh akan menjadi gila.
Lan,nanti kita main yuk mumpung hari ini libur kerja. Pesan itu di kirim oleh Lidya yang mengajak ku main dan nongkrong di cafe langgangan kita.
Nggak ah Lid,besok lagi aja yah aku lagi kurang enak badan soalnya. Aku berusaha mencari alasan agar Lidya tidak curiga.
Balas Lidya lagi yang kali ini tak di baca oleh aku kerena sedang merenungi nasib buruk yang menimpa diri ku.
***
Lidya mengetuk pintu kontrakan ku,sambil meneriki nama ku.
"Bulannnnnn" Lidya berteriak tanpa beban.
Aku bergegas membuka pintu,kini hanya dia yang ada untuk ku.
Ceklek ( aku membuka pintu )
__ADS_1
Lidya kaget melihat ku yang tampak tak biasa.
"Kamu kenapa Lan ?" tanya Lidya dengan kahwatir karena tak biasanya aku terlihat termenung.
Seketika air mata ku tumpah,aku langsung memeluk Lidya sahabat ku lama kelamaan pelukan itu juga semakin erat. Menandakan jika aku memang sedang tidak baik baik saja.
"Ayo ayo,kita masuk dulu" ajak Lidya sembari mengelus pundak ku juga agar tetangga tidak mengetahui masalah ku.
"Kenapa ? Ada apa?"
"Hikss hiksss Lid,aku sudah kotor Lid" ucap ku dengan tersedu berusaha menahan tangis.
"Apa maksud mu ?" Lidya yang masih belum mengerti perkataan ku.
"Aku di perkosa"
" kamu jangan bohong iya Lan,nggak lucu tau nggak. Jangan kelawat batas deh kalo bercanda" Lidya yang meneriaki ku ,tak percaya akan perkataan ku.
"Aku nggak bohong"
"Astaga....,,gimana sih ? Gimana itu bisa terjadi ?" Lidya berusaha menenangkan ku ,juga ingin tau kebenaran yang terjadi.
"Tenangkan dulu tangis mu,baru bercerita pada ku" kini Lidya memeluk ku kembali.
***
Semalam,aku terlambat berangkat kerja. Seperti biasa , aku jalan melalui gang jambu. Aku tau ada 3 pemuda yang lagi nongkrong,tapi mereka keliatan mencurigakan nggak kaya biasanya. Jalan juga sangat sepi. Mereka sedang mabuk,lalu salah seorang membekap ku dan mereka membawa ku ke ladang jagung. Di situ kejadian yang nggak aku inginkan terjadi. Mereka menggilir ku bergantian,aku juga tau siapa saj pelakunya. Tapi jika melaporkannya ke polisi aku takut semua orang jadi tau hal buruk yang menimpaku. Aku hancur Lid,sekarang aku bukan lagi wanita yang utuh aku udah kotor Lid. Apa masih ada laki laki yang mau dengan wanita kotor seperti ku ?
__ADS_1