
Terlintas di pikiran ku sebuah ide brilian. Apa sebaik nya aku membuka usaha sendiri dengan hasil dari pesangon ku,aku kira itu lumayan jika di pakai untuk berjualan. Jajanan masa kini yang paling di buru ,simple,tapi juga bisa dengan modal yang tidak terlalu banyak. Aku bisa berjualan di depan rumah,walau di desa tapi rumah ku dekat dengan jalan raya utama desa. Bisa jadi itu menguntungkan.
Pesan gerobak yang model kontainer gitu kayak nya juga cukup,asal tidak kepanasan dan kehujanan. Pak Takim tetangga ku juga bisa membuatkan. Aku hanya menambah sedikit tempat makan bermodal meja,kursi dan atap seadanya agar para pelanggan tak kepanasan atau kehujanan. Mungkin nanti ibu juga bisa membantu berjualan jika warung sederhana ku sudah mulai ramai. Aku akan membuka warung seblak kecil kecilan.
Menurut ku itu bukan ide yang buruk,apa salah nya mencoba. Aku bersemangat menuju rumah pak Takim untuk memastikan bisa atau tidak jika aku menyuruhnya untuk membuat gerobak atau semacam kios kecil untuk ku. Hanya melewati tiga rumah tetangga sebelah kanan rumah ku,aku telah sampai di depan rumah pak Takim.
"Assaalamualaikum" teriak ku sesampainya di halaman rumah pak Takim
"Walaikumsalam" pak Takim yang sedang sibuk seketika menghentikan aktivitas nya.
"Eh,nak Bulan. Ada apa nak?" tanya pak Takim penasaran kerena melihat senyum sumringah ku.
"Anu pak. Kira kira pak Takim sibuk banget nggak yah " Aku dengan suara gagap.
"Lumayan sih,memang ada apa?" pak Takim bertanya kembali pada ku.
"Itu pak,apa bapak bisa membuat warung yang modelan nya kayak kontainer gitu pak. Yang kecil kecilan saja" aku sedikit gugup mengutarakan maksud dan tujuan ku.
"Oh itu,tentu saja bisa. Kamu mau pesan?" tanya pak Takim lebih memastikan.
__ADS_1
"Iya pak,kalau bisa apa bisa secepat nya di kerjakan?" aku kembali ragu melihat tumpukan pekerjaan pak Takim yang terlihat menggunung.
"Nah kebetulan,bisa. Ini saya sedang mengerjakan pesanan tapi belum pasti. Jadi mungkin mulai besok saya bisa membuat pesanan nak Bulan. Gimana ?"
"Wah,kebetulan sekali kalau gitu. Kalau bisa secepatnya ya pak,soal nya mau buat jualan" pesan ku pada pak Takim sambil memperlihat kan contoh model warung kontainer yang aku inginkan.
"Oh,model yang gini yah. Siap kita gas mulai besok. Nanti sore saya akan beli perlengkapan nya dulu. Besok saya kabari yah jika sudah jadi" pak Takim mengangguk dan memberi jempol menandakan itu masalah yang gampang.
"Kira kira berapa hari pak" tanya ku lebih memastikan lagi.
"Mungkin sekitar 3 hari jika langsung di kerjakan" pak Takim menjelaskan.
"Ok baiklah pak,nanti saya transfer saja iya" kata ku
Aku melejit,pulang kembali dan memberi tau bapak dan ibu kabar gembira ini. Tak lupa aku juga mengabari Nina jika aku tidak jadi melamar pekerjaan di toko nya.
Nin,maaf yah aku nggak jadi melamar kerja di toko tempat mu bekerja. Ku kirim pesan itu pada Nina yang langsung di balas
Memang kenapa Lan,apa kamu udah dapet kerjaan?
__ADS_1
Nggak juga sih,belum
Trus,kamu kenapa nggak jadi?
Niat nya aku mau buka usaha sendiri,iya kecil kecilan sih.
Wah,bagus itu. Ya udah nggak papa,semoga nanti usaha mu lancar yah.
Iya
Ngomong ngomong memang kamu mau usaha apa Lan ?
Niat nya aku mau jualan seblak .
Wah,bisa makan gratis nih 😁
Boleh ,tapi satu kali aja yah 😂
Iya,kabar kabar yah besok kalo udah buka. Aku kesana deh
__ADS_1
Siap
Begitu kira kira isi pesan ku dan Nina yang kami kirim lewat WA. Semoga aja niat hati jadi tukang seblak,suatu saat bisa jadi bos seblak 🤭