KETIKA HATI SUDAH MATI RASA (AKU YANG DI GILIR 3 PEMUDA)

KETIKA HATI SUDAH MATI RASA (AKU YANG DI GILIR 3 PEMUDA)
PASAR


__ADS_3

“Bu besok tolong temani aku ke pasar yah,beli beberapa bahan untuk jualan” kata ku menatap ibu.


“iya,besok akan ibu temani. Besok ibu akan libur kerja dulu menemani kamu belanja ke pasar” ibu menaruh beberapa lembar uang ke saku yang aku berikan tadi.


“besok belanja bahan bahan yang kering saja dulu bu,belanja bahan basahnya besok saja kalau grobak yang aku pesan pada pak Takim sudah jadi” aku memperjelas


“ngomong ngomong memang kamu mau jualan apa nak?” raut wajah ibu penasaran karena memang aku belum mengatakan padanya jika aku akan berjualan seblak.


“niatnya aku mau jualan seblak bu” balas ku dengan semangat.


***


Keesokan harinya.

__ADS_1


Aku agak terlambat bangun kali ini ,semalam mata ku seperti di ganjal serpihan kaca sangat sulit untuk terpejam. Apa mungkin aku gugup memikirkan hari ini. Itu membuat aku kesal,sudah bangun kesiangan,tapi mata seperti tak mau di ajak kerjasama.Berguling untuk bangun dari tempat tidur membuat kepala ku sedikit pening,tangan spontan berpegang pada pintu yang kebetulan tak jauh dari tangan ku. Entah bagaimana ceritanya ibu sudah ada di hadapan ku sambil membawa keranjang belanjaan yang sepertinya memang tadinya ibu akan pergi ke kamar ku untuk membangunkan aku yang memang sudah sangat kesiangan.


“Lan,kenapa kamu baru bangun. Ibu udah nunggu kamu dari tadi kok malah” ibu sedikit mendengus kesal akan kelakuan ku.


“Eh iya,maaf bu. Abis semalem aku nggak bisa tidur,jadi aku bangun kesiangan” tangan ku terulur menggaruk rambut yang sebenarnya tak terasa gatal.


“Ya sudah sana kamu mandi dulu. Ibu tunggu di depan yah,jangan lama lama loh mandinya”


“sip deh bu”. aku melejit menuju kamar mandi dan bergegas bersiap untuk pergi ke pasar.


***


“ Bu,biasanya yang jualan krupuk di mana yah?” aku menatap ibu yang pasti tau keberadaan penjual kerupuk.

__ADS_1


“Agak ke belakang biasanya Lan” jemari ibu menunjuk ke arah yang di maksud.


“Ya udah ayok bu,kita perlu banyak aneka macam kerupuk mentah.Terus jangan lupa beli mie juga,cikur,trus sama bahan yang lain yang kering aja dulu. Mangkuk,sendok,trus sama perlengkapan yang lain bu,soalnya kan nggak mungkin kalo aku pake alat yang ada di rumah lagian kayak mangkuk sama sendok pasti juga kurang” ucap ku panjang lebar.


“Iya iya,beli dulu satu persatu. Nggak usah kebanyakan di hapalin nanti malah lupa” Ibu mengingatkan aku yang terlalu bersemangat.


“ok”


tap tap tap (suara langkah kaki)


Hari ini pasar cukup ramai jadi sedikit membuat aku bingung,terlebih sudah lama akau tidak pernah pergi ke pasar. Sebenarnya dari rumah ku juga tidak terlalu jauh jika jalan kaki basanya memakan waktu 15 menit.Pasar yang aku datangi memang sangat kecil,hanya pasar desa. Lumayan lah jika masalah ke kumplitan juga pasar ini cukup kumplit. Bahan yang aku butuhkan juga bisa aku dapatkan semua di sini.


“Bu,beli kerupuknya yah masing masing seperempat aja” pesan ku pada ibu penjual kerupuk.

__ADS_1


“ok neng,siap”dengan cekatan ibu kerupuk menimbang beberapa aneka macam kerupuk yang aku pesan.Setelah semua siap tidak lupa belanjaan ku juga mendapat diskon. Ada sekitar lima atau enam farian kerupuk yang aku pesan tadi.


Selesai dengan perkerupukan aku dan ibu beralih ke tukang gerabah untuk membeli mangkuk,sendok,dan beberapa perlengkapan lain yang memang aku butuhkan untuk memulai berjualan besok lusa,itu pun jika gerobak yang aku pesan sudah rampung pak Takim kerjakan,jika tidak mungkin akan mundur lagi.


__ADS_2