KETIKA HATI SUDAH MATI RASA (AKU YANG DI GILIR 3 PEMUDA)

KETIKA HATI SUDAH MATI RASA (AKU YANG DI GILIR 3 PEMUDA)
RESIGN


__ADS_3

PART 3 > KETIKA HATI SUDAH MATI RASA


“husttt ,kamu nggak boleh ngomong gitu dong Lan. Ingat yah,Tuhan itu adil. Semua orang di ciptain itu berpasang pasangan,jadi kamu percaya aja suatu saat kamu pasti bakal nemu jodoh yang bisa nerima kamu apa adanya. Aku tau kamu pasti terpukul banget, kamu jangan kuatir iya Lan aku bakal jadi sahabat yang baik buat kamu. Kamu masih punya aku Lan,aku janji sama kamu nggak aku bakal jaga cerita ini rapat rapat” Lidya selalu berusaha menenangkan diri ku dan terus meyakinkan hati ku.


“rasanya sekarang aku udah nggak percaya lagi sama cinta Lid, aku udah buta. Hanya benci benci dan benci yang aku ingat, lelaki itu jahat Lid” aku yang masih tertegun.


“ nggak semua laki laki sama Lan”


“tapi laki laki itu brengsek..,,bajingan..! hanya bisa memperbudak orang yang lemah ajah ” gerutu ku semakin kesal mengingat kelakuan bejat ketiga pemuda yang menodai ku kala itu.


“berarti tandanya kamu harus menjadi orang yang lebih kuat. Ayo aku tau Lan kamu bukan orang yang gampang nyerah begitu aja,kamu pasti kuat,kamu pasti bisa nglaluin semua ini. Aku bakal terus dukung kamu Lan ,kamu yang sabar iyah…!” Lidya mengelus bahu ku seolah memberi kekuatan di sana.


“mungkin besok aku mau resign dari toko,dan aku mau pulang kampung dulu Lid. Aku pengen nenangin diri dulu di kampung” kata ku memandang Lidya dengan tatapan sendu.


“iya,aku tau kok Lan. Pasti berat banget aku ngehargain keputusan kamu, semoga aja kamu bisa nenangin diri di kampung. Besok aku bakal bilang ke bos kalo kamu mau pulang kampung dulu” Lidya yang berusaha mengerti keadaanku.


“aaku nginep sini aja iya Lan, aku mau nemenin kamu. Iya se enggak nya aku juga mau nganterin kamu ke terminal besok”


Aku hanya mengangguk,aku kira Lidya bakal ninggalin aku yang udah gak suci ini tapi ternyata dia masih setia nemenin aku bahkan dia sangat kahwatir dengan keadaan ku.


****


Hari semakin sore,aku yang masih meratapi kejadian semalam masih enggan untuk mengisi perut. Sahabat ku Lidya berinisiatif memesan makan lewat gojeg, memesan makanan kesukaan ku agar aku mau makan. Aku sudah berkali kali menolak tapi ia terus bersikeras.

__ADS_1


Hanya selang 15 menit pesanan telah sampai. Bungkusan itu di buka oleh Lidya,tak lupa ia juga membuka bagian ku .


“ayo makan” Lidya menyodorkan sepiring nasi berisi ayam geprek pada ku.


“nggak Lid” aku terus menggelengkan kepala.


“ayo,aku nggak mau tau pokok nya kamu harus makan” paska Lidya menyuapi ku tapi aku tetap menolak,bahkan aku membentak nya.


“nggak Lid,aku bilang nggak mau iya berati aku nggak mau. Kamu makan sendiri aja,aku nggak mau makan” aku yang baru pertama kali membentak sahabat ku langsung menutup seluruh tubuh ku dengan selimut. Karena emosi sesaaat ku,ternyata aku membuat Lidya meneteskan air mata.


“ maaf Lid ,tapi aku hanya ingin menenang kan diri. Bukan maksud ku ingin membentak mu ,tapi itu mengingatkan ku akan paksaan yang aku terima” aku yang mulai bisa mengkondisikan hati ku.


“iya Lan,nggak papa kok aku yang minta maaf” Lidya meminta maaf balik pada ku sembari aku menatap matanya yang masih berkaca kaca.


***


Pagi pagi sekali aku sudah mengemasi semua barang barang ku,hanya baju beberapa setel saja lainnya seperti lemari,tv kecil dan barang barang lain yang tidak mungkin aku bawa aku pasrahkan kepada Lidya. Aku menyuruh Lidya untuk mengantar ke terminal bus,juga melewati jalan yang berlawan arah dari jalan yang biasa aku lewati. Walau memang perjalanan yang harus di tempuh lebih jauh dan harus memutar tapi Lidya tidak memperotes.


Sesampainnya di terminal aku juga langsung memesan tiket yang kebetualan bis akan datang setengah jam lagi. Ada pedagang kaki lima yang menghampiri aku dan Lidya untuk menawarkan dagangnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong aku sangat lapar, aku membeli beberapa lontong dan gorengan sebagai pengganjal perut.


***


Sekarang saat nya berpamitan dengan Lidya,ia juga berjanji jika pulang kampung nanti ia akan berkunjung ke rumah ku yang memang hanya tetangga desa.

__ADS_1


“aku pamit iya Lid” kata ku memeluk erat tubuh sahabat ku.


“iya ,hati hati iya Lan. Pasti kalo aku pulang kampung aku juga bakal main ke tempat mu” Lidya kini mencubit pipi ku.


“iya” begitu saja itu berlalu, kini aku dalam perjalanan menuju kampung halaman ku aku juga tidak memberi tahu bapak dan ibu apa lagi tentang peristiwa menyakitkan yang terjadi dua hari lalu.


Perjalanan menuju kampung kurang lebih 6 sampai 8 jam jika menaiki bus. Aku memejamkan mata ku beberapa kali di sana hingga tanpa aku sadar sebentar lagi sampai daerah perkampungan ku. Pulang kampung kali ini terasa sangat berbeda,apalagi dengan keadaan hati ku yang sedang kacau balau.


Turun dari bus ,aku harus naik angkot lagi sekitar kurang lebih 15 menit merogoh kantong kurang lebih 10 ribu dan harus berjalan kaki lagi sekitar 5 menit dari jalan raya yang tidak terlalu ramai kerena bukan jalan utama.


***


Sesampainya di halaman rumah.


Aku melihat kedua orang tua ku yang kebetulan mereka sedang libur kerja.Memang hari ini tanggal merah,tapi tumben sekali mereka libur bekerja. Dengan semangat aku berlari dan menyambar tangan mereka,kemudian memeluk ibu dan aku kembali menangis. Ibu juga seperti nya merasa ada sedikit yang berbeda,tapi ia lebih banyak berfikir positif. Mungkin aku kangen dengan mereka jadi aku menangis,tak pernah sekali pun aku pulang di hari biasa,biasanya aku pulang saat hari raya saja andai ibu tau sebenarnya jauh dalam hati ku ada luka yang sangat dalam aku rasa kan hingga aku belum bisa menceritakan semua atau bahkan aku tidak akan menceritakan dan akan memendamnya sendiri.


“kenapa kamu tak memberi kabar dulu Lan jika mau pulang, bapak kan bisa menjemput kamu di jalan raya utama seperti biasanya” bapak yang heran akan kepulangan ku yang memang tak seperti biasa.


“emm,nggak papa kok pak” aku mengalihkan pandangan pada 2 adik ku yang berada di belakang punggung bapak.


Akan kah Bulan menceritakan kisah pahit nya pada bapak dan ibu ?


Authour juga belum tau,jadi ikutin terus ceritanya, jangan lupa follow,komen positif dan bintang limanya,,,terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2