
"kok perasaan ibu, nggak enak yah pak. ada apa yah ?” pandangan ibu ter arah pada bapak yang sedang menyesap kopi sisa tadi siang.
“udah bu,jangan terlalu di pikirkan. anak kita sekarang sudah besar,jadi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. tugas kita hanya mengawasi bu” tangan bapak ter ulur mengusap beberapa kali pundak ibu di sana seolah memberi kekuatan pada ibu agar bisa tetap tenang.
Lagi,ibu menatap bapak yang kebetulan kini berhadapan seperti melihat dalam matanya apa kah ada kekhawatiran yang dia pendam. Tapi nihil,ibu tak menemukan nya. Mungkin hanya perasaan ibu yang berlebihan atau memang insting seorang ibu lebih kuat dari pada bapak ?
***
“kak,maaf kan aku iya. Aku nggak bermaksud buat kakak marah” mulut Sindy berucap,mengakui kesalahan yang sebenar nya ia juga tidak tau di mana letak kesalahan nya. Wajah nya juga masih enggan untuk bertatapan dengan ku,bantal yang biasa ia kenakan justru sekarang menutup bagian wajah Sindy.
Ku ambil nafas dalam dalam,berusaha mengatur kata kata yang pas agar tak terlalu terlihat jika aku sedang menangis.
“sudahlah tidur” ucap ku dengan sedikit bergetar entah lah Sindy nggeh atau tidak aku juga tidak perduli.
Ada rasa kecewa di hati Sindy ketika ucapan maaf hanya ku balas dengan suruhan tidur. Hanya selang lima menit mulut Sindy terakhir berucap,dan kini aku mendengar suara dengkuran keras dari belakang punggung ku. Iyahh,siapa lagi kalau itu bukan Sindy. Anak satu ini memang agak lain jika sudah bau bantal.
***
Jam menuju pukul 23.15 WIB tapi mata ku masih sulit untuk terpejam. Setiap kali aku berusaha,peristiwa itu selalu saja terlihat jelas. Aku membuka ponsel jadul yang tak sempat aku buka dari siang . Ada puluhan pesan masuk dari Lidya yang semula menanyakan kabar sampai memberi kabar tak terduga.
Test
Test
Test
__ADS_1
P
P
P
P
Asssalamualaikum...
Lan,gimana kabar mu ?
Lan ,aku ada kabar bagus nih
Kira kira begitu pesan dari sahabat ku Lidya,membuat kepala ku pening.
Walaikumsalam,maaf iya Lid aku baru buka hp soal nya. Bagus dong kalo aku dapet pesangon,aku kan udah mengabdi sama bos lama banget. Kebangetan sih kalo gak dapet pesangon hihihi.
Setelah membalas pesan Lidya,aku hanya menatap langit langit yang tampak bolong di beberapa titik hingga tak terasa aku telah sampai dalam mimpi.
***
Nah,baru nongol kamu Lan ?
Dering ponsel ku memberi aba,ada pesan masuk. Ku picingkan sebelah mata,melihat nama yang tertera di atas sana membuat mata ku terbelalak sepenuh nya.
__ADS_1
Iy,maaf iya soal nya kemarin sibuk. Balas ku
Ya deh,suni aku minta norek kamu aku kirim aja yah. Kalo aku bawa sekalian pulang kampung takut nya lama.
Iya,ini yah *************** aku tunggu.
Yah bentar,tenang aja.
Ok
***
Tuh,udah coba cek
Wait
Ok masuk. Pesan ku kirim di sertai senyum bahagia. Lumayan banget pesangon dari bos,iya walau pun mungkin di mata orang nominal itu belum seberapa.
Bilangin makasih iya Lid sama bos. Susulan pesan yang aku kirim kan lagi.
Jangan lupa yah,besok kalo pulang traktir seblak hehe
Sip deh,aman.
Perlu di ketahui ,Lidya memang hobi sekali makan seblak. Mungkin jika di turuti ia tak bosan bosan jika makan seblak tiap hari
__ADS_1