
Sebelum baca jangan lupa tekan love dan jempol dibawah................
Setelah berkumpul ditempat awal selesai nonton, kini mereka ingin nongkrong dan menikmati kopi untuk mrnghangatkan badan sambil bersenda gurau.
"Kita ngopi-ngopi bentar kuy". Ajak Kak Rangga.
"Yaudah ayok, itu disana aj dimeja ujung, kayaknya tempatnya enak untuk nongkrong rame-rame". Ajak Iqbal sambil menunjuk meja ujung dekat dengan kaca jendela yang menuju pemandangan taman.
Mereka bejalan menuju meja yang ditunjuk oleh Iqbal dan duduk diposi masing-masing.
"Mbak". Panggil Rangga kepada pelayan cafe sambil melambaikan tangannya.
Mendengar panggilan itu, Waitris cafe pun langsung menuju ke meja dimana mereka duduk.
"Pesan apa mas?". Tanyanya sambil memberikan buku menu.
"Saya Espresso satu sama kentang goreng". Ucap Fakhira dan langsung dictat oleh waitris cafe.
"loh loh loh. Main pesan-pesan bae ni gadis kecil. Kan kamu belum liat buku menunya". Ucap Rangga.
"Kak Rangga, Khira tu cuman mau minum espresso doang jadi gak perlu liat buku menu". Ucap Fakhira.
"Mbak saya juga pesan espresso satu,". Ucap Aldi.
Fakhira dan Aldi mereka sama-sama menyukai jenis kopi yang sama yaitu espreso, bahkan banyak kesamaan hal lainnya. Itu lah alasan mengapa Fakhira lebih dekat dengan Aldi dibanding Raihan.
"Mbak long black nya dua, cappucinno nya tiga, con panna dua, macchiato satu, ristretto dua.
"Saya ulangi ya mas. Espresso dua, long black dua, cappuchinno tiga, con panna dua, ristretto dua dan juga kentanggoreng lima porsi". Ucap pelayan perempuan tersebut.
"Iya mbak". Jawab Raihan singkat
"Silahkan ditunggu sebentar". Ucap pelayan tersebut dan langsung pergi.
Disaat menunggu pesanan mereka berbincang-bincang.
"Gimana film kalian tadi seru gak?". Tanya Iqbal.
"Buset kak gile bener, tadi pas nonton film romantis pas adegan ciuman, masak disampingkita ada nenek-nenek sama suaminya niruin adegan ciumannya". Ucap Nadia heboh.
"Buje gile kok bisa emangnya gimana ceritanya, Nad". Tanya Rangga tak kala heboh.
Disela perbincangan pesanan yang mereka pesan pun datang.
_Flash back_
*Disaat sedang nonton, tepat saat adegan ciuman berlangsung banyak para penonton histeris sebab adegan tersebut dan para aktornya juga tak kalah menarik perhatian.
"Gilak,, enak bener tu cowoknya, main nyosor bibir orang bae". Ucap Nadia.
"Kenapa kamu mau?". Ucap Rizal.
"Kak Rizal jangan macam-macam atau tak bilangin Khira ntar biar ditonjok". Ucap Nadia.
"Heheh, gak berani dah kalau bicara soal gadis kecill". Ucap Rizal.
Entah siapa yang muali duluan Rizal dengan refleks mencium pipi Nadia dan hal itu diperhatikan oleh sepasan kakek dan nenek yang berada disamping mereka.
"Dasar anak muda, liat yang begituan langsung diperaktekin". Ucap sang nenek dengan sangat ketus.
__ADS_1
Mungkin nenek tersebut mengira jika Rizal dan Nadia sedang berciuman bibir, sebab dengan mencahayaan yang remang-remang jadi tidak terlihat dengan jelas.
Nadia dan Rizal yang mendengar hal itu tidak menaggapi sama sekali ucapan nenek nenek tersebut dan langsung lancut menonton lagi.
Namun saat adegan sedang berlangsung tanpa sengaja Nadia menoleh kesampingnya dan betapa kagetnya dia.
Niatnya cuman mau benerin tasnya yang tak sengaja jatuh tapi dia malah melihat suatu aktifitas yang sangat menggelikan.
"Busen Kak Zal coba liat nenek-nenek itu". Tunjuk Nadia kesebelahnya.
"Yaampun buset gile bener, itu nenek tadi aja fia ceramah lah sekarang malah dia yang enak-nenakan ciuman disini". Ucap Rizal dengan nada terkejutnya.
"Gilak mana suara mereka berciuman hebat bener, gak malu apa udah tua jugak". Ucap Nadia dengan nada juteknya.
"Yaudah lanjut aja nontonya biarin toh mereka juga udah halal, atau kamu mau aku halalin biar bisa begituan". Ucap Rizal sambil tersenyum.
"Apaan sih kak,". Jawab Nadia sambil tersenyum.
"Buset tuh nenek ciumannya kagak selesai-seleasai". Gumam Nadia didalam hati sambil melihat kesampinggnya*.
"Buahhhaahhaha.... Hahhaha.. Hhhh......."
Sontak saja tawa mereka semua pecah mendengar ucapan Nadia.
Bahkan Fakhira yang sangat jarang tertawa lepas hari ini tawa dialah yang paling kuat.
"Ada aja masak tu nenek-nenek kaga tau malu, mana ciumannya proo lagi". Ucap Iqbal masih dengan tawanya.
"Gile nenek jaman now itu". Ucap Rangga dengan tawa lepasnya.
"Yaampun untung gue kaga liat, kalaugak bangkit jiwa usil gue seketika". Ucap Aldi sambil cengengesan.
"Kak Aldi awas kalau macam-macam". Ucap Fakhira
"Kak Rai, Kak Fauzan, Kak Rangga, Kak Iqbal, Kak Rizal, Kak Andre kalian semua jangan di bayangin". Ucap Fakhira.
"Enggak Gadis kecil"... Ucap mereka bersama.
Bahkan Ande yang notabenya tidak saling mengenal kini sudah sangat akrab dengan Raihan dan kawan-kawan.
Kini mereka telah selesai dengan cerita masing-masing dan telah menikmati habis kopi yang mereka pesan.
Setelah itu Raihan menuju kekasir dan membayar semua tagihan makanan dan minuman.
Begitulah mereka,. Bagi mereka dalam persahabatan tidak ada yang namanya hutang atau ucapan maaf dan terimakasih.
Sebab jika ada satu maka untuk semua, jika satu terluka maka semua siap lawan.
Setelaj membayar semuanya kini mereka keluar dari cafe dan menuju ke area parkir untuk pulang kerumah masing.
"Yaudah tar kita langsung balik kerumah masing-masing". Ucap Rangga.
"Iya kita pisah disini dan langsung menuju rumah masing-masing". Tambah Rizal
"Iya jangan lupa tuh anak gadis orang dijagain anter pulang ampek selamat". Ucap Raihan.
"Jangan diapa-apain". Tambah Aldi.
"Aman....."
__ADS_1
"Ra kaka pulang luan, kamu hati-hati, tar sampai rumah kabarin ya". Ucap Fauzan kepada Fakhira.
"Iya kak, Kak juga hati-hati jangan ngebut-ngebut". Ucap Fakhira dengan senyuman manisnya.
"Emm aman gadis kecil bucin". Ucap Fauzan.
"Ciuman manis untuk gadis kecil karna kita belum halal". Ucap Fauzan sambil menempelkan kelima jarinya yang telah menguncup di pipi Fakhira seperti ciuman.
Fakhira hanya tersenyum sambil memegang pipinya.
"Kak Fauzan bisa aj, baler aku tau, mana ini jantung cenat cenut lagi, kaya abis maraton". Gumam Fakhira dalam hati.
"Ra kita duluan ya, Ucap Nadia,Nazwa,Safira, sambil memeluk Fakhira.
"Iya kalian hati-hati". Ucap Fakhira.
Kini mereka semua telah berlalu meninggalkan parkiran cafe menuju ketempat masing-masing.
Diperjalannan mata Fakhira terasa berat dan dia benar-benar merasa ngantuk.
Fakhira menyandarkan kepalanya di pundak Aldi.
"Dek, kamu ngantuk?". Tanya Aldi.
"Emm,, Kak.... Dehem Fakhira.
"Gadis kecil pegangan yang erat nanti kamu jatoh,". Ucap Aldi sambil membenarkan tangan Fakhira yang memeluk pinggangnya.
..
Kurang lebih 15menit, kini mereka telah sampai dirumah.
"Al ini gadis kecil ketiduran". Ucap Raihan setelah turun dari motor sportnya.
"Iya kak, yaudah langsung bawak masuk aja. Bair Aldi yang masukin motor Kak ke garasi". Ucap Aldi.
Dengan telaten Raihan menggendong Fakhira masuk kedalam rumah.
Bunda dan Ayah yang melihat anak gadisnya tertidur hanya tersenyum sambi melihat ketiga anaknya pulang dengan selamat.
Sampai dikamar Raihan merebahkan tubuh Fakhira dan menyelimutinya batas dada. Dan Raihan kembali keluar dari kamar adiknya langsung menuju kamarnya.
.
..
Malam yang panjang semua terlarut kedalam dunia mimpi masing-masing.
Bahkan Fakhira sampai lupa menghubungi Fauzan kalau dia sudah sampai rumah.
.
.
**BERSAMBUNG......
Aku padamu reders💚😊
Terimakasi buat yg udh mampir, like,komen....
__ADS_1
Maaf jika ada typo yang betebaran.
Semangat puasanya**.......:)