
Jangn lupa like,komen,bintang 5 ya reders
Setelah Fauzan pulang Aldi langsung menuju ke lantai dua untuk melihat keadaan Fakhira adiknya.
"Dek,,, kakak masuk ya". Ucap Aldi setelah berada dilantai dua tepat didepan pintu kamar Fakhira.
Mengetahui tidak ada jawaban dari dalam kamar Aldi langsung masuk dan kebetulan pintu kamar Fakhira tidak terkunci.
"Dek...". Aldi tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat melihat Adiknya sedang menangis disofa yang ada dikamar tersebut.
"Loh dek, kok malah nangis?". Tanya Aldi sambil menghampiri Fakhira.
"Kak,,, hiks hikks.... Fakhira menangis sesugutan.
Melihat hal itu Aldi tidak berdiam diri dia langsung memeluk adik perempuan satu-satunya yang sangat ia sayangi.
Fakhira menagis didalam bekapan pelukan hangat dari Aldi. Bersandar didada bidang milik Aldi merupakan tempat ternyaman yang mampu membuat Fakhira tenang.
"Heyy,, gadis kecil kenapa kok malah nangis?". Tanya Aldi sambil mengusap sayang kepala Fakhira.
"Kak,, ka..lau tadi ga..ada Kak Za.an yang nolongin Khira pasti Khira udah". Fakhira tidak dapat menyelesaikan ucapannya sebab tangisannya semakin pecah.
"Gadis kecil,, hei tenanglah jangan menangis lagi, kini kan sudah ada Kakak disini yang akan jagain kamu".
"Lagipula juga ada Kak Rai, dan juga yang lainnya yang akan ngelindungin kamu". Ucap Aldi samvil tetap menenangkan Adiknya.
"Kak tapi Khira takut kalau nanti".
"Hey sudah lupakan saya, lebih baik kamu istirahat ok". Ucap Aldi memotong ucapan Fakhira dan menuntun Fakhira ketempat tidurnya.
Aldi menuntun Fakhira membantunya merebahkan tubuh gadis kecil kesayangannya.
Dengan tetap menenangkan adiknya, Aldi mengusap-ngusap lembut puncak kepala Fakhira. Dan tak butuh waktulama gadis kecilnya kini telah terlelap menuju alam mimpi.
Melihat Fakhira sudah terlelap Aldi memilih untuk keluar dari kamar Fakhira agar tidak mengganggu adiknya yang sekarang tengah syok itu.
Ting. Tong...
Suara bel rumah berbunyi, mendengar hal itu Aldi langsung berjalan menuju kepintu utama intuk membuka pintu.
"Assalammualaikum Al". Ucap Bunda yang berada didepan pintu bersama dengan Ayah.
"Waalaikumussalam Bun". Ucap Aldi sambil mencium tangan Ayah dan Bunda.
"Al, Kak Rai belum pulang?" Tanya Ayah
__ADS_1
"Belum yah". Ucap Aldi.
"Khira gadis kecil mana?. Kok tumben gak kelihatan?". Tanya Ayah.
"Assalammualaikum". Ucap Raihan yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Waalaikumussalam". Jawab Ayah dan Aldi. Bunda kini berada didapur untuk membuatkan minuman untuk Ayah.
Raihan yang barusaja masuk langsung menghampiri Ayah dan mencium tangan Ayah. Dan duduk diruang keluarga bergabung dengan Ayah dan adik laki-lakinya Aldi.
"Khira sigadis kecil dimana Al?. Kok gadak kelihatan?". Tanya Raihan.
"Khira lagi istirahat dikamarnya Yah, Kak". Ucap Aldi.
"Loh kok tumben, apa dia sakit?". Ucap Ayah.
"Dia tadi sepulang sekolah hampir saja dilecehkan Yah, mungkin sekarang dia sedang syok". Ucap Aldi terbata-bata.
"Apa maksud kamau Al?". Tanya Ayah dan Raihan dengan suara mengeras.
Aldi mulai menarik nafasnya dalam dan membuangnya dengan kasar.
Aldi mulai menceritakan kejadian yang dialami oleh Fakhira dari awal hingga akhir secara jelas.
Bunda yang mendengar hal itu langsung pergi menuju lantai dua untuk melihat keadaan putrinya.
Dengan perasaan cemas Bunda menghampiri putrinya yang tengah terlelap dengan wajah sedihnya dan dengan mata sembabnya.
Dengan penuh kasih sayang Bunda mengusap kepala Khira. Fakhira yang merasakan itu langsung terbangun dari tidurnya.
"Bunda hiks hiks...
Fakhira langsung menangis dan Bunda dengan sigab memeluk putrinya.
"Khira yang tenang ya, jangan nangis lagi". Ucap Bunda sambil mengelus bahu putrinya.
"Khira gadis kecil Ayah yang kuat kan, jadi Khira gak boleh cengeng". Ucap Ayah dengan mengusap kepala putrinya dengan sayang.
"Dek, jangan nangis lagi oke, nanti kak Rai yang akan irus laki-laki kurang ajar itu". Ucap
Raihan dengan ketus, dia tidak terima karena Rama telah menyakiti adik kesayangannya.
"Khira takut, kalau tadi gaada kak Zan, mungkin Khira su.suda..ah. Hiks hiks". Ucapan Khira terbata-bata dan tangisan yang ditahannya langsung pecah.
Cukup lama Ayah, Bunda, Raihan dan Aldi menenangkan Fakhira dan sekarang ini Fakhira telah terlelap ditemani oleh Bunda.
__ADS_1
Sedangkan Ayah, Raihan dan Aldi langsung menuju keruang keluarga untuk membicarakan sesuatu.
"Kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan". Ucap Ayah kepada kedua anak laki-lakinya.
"Iya ya, kita akan beri pelajaran kepada laki-laki itu agar kedepannya tidak adalagi hal seperti ini yang akan terjadi". Jelas Raihan.
**
Keesokan harinya Fakhira tidak berangkat kesekolah sebab stamina tubuhnya yang kurang vit untuk beraktivitas.
Ayah tetap pergi ke restoran untuk memantau perlembangan restoran dan jiga semua isaha yang dijalanlannya.
Begitupula dengan Raihan dan Aldi mereka tetap pergi kekampus masing-masing.
Hari ini sepulang dari kampus Raihan dan juga Aldi pergi untuk menemui Rama untuk memberikan pelajaran kepadanya.
Kali ini Raihan dan Aldi hanya memberikan peringatan agar Rama tidak mendekati dan juga mengganggu Fakhira.
Jika nanti Rama mendekati apalagi berani mengganggu Fakhira maka Raihan dan Aldi tidak akan segan-segan untuk bertindak dengan kekerasan untuk memberi pelajaran kepada Rama.
**
Ditempat lain Fauzan yang mengetahui tentang keadaan Fakhira ia merasa cemas sebab Fakhira yang dia kenal adalah seorang gadis tangguh dan juga pemberani.
Namu berbeda dengan kali ini Fakhira terlihat sangat shok dan juga terpukul akibat insiden kemarin.
Wajar saja dia sangat syok sebab jika tidak ada Fauzan yang menilongnya maka entah apa jadinya dia sekarang ini.
Fauzan sangat bersyukur sebab ia belum terlambat untuk menyelamatkan Fakhira. Gadis yang sangat ia sayangi dan ia jaga dengan baik dan tidak akan melukainya.
**
Setelah tiga hari izin tidak masuk sekolah kini keadaan Fakhira sudah jauh lebih baik dari beberapa hari lalu.
Ketiga sahabat baiknya selalu datang kerumahnya untuk sekedar menjenguk dan bahkan belajar bersama dan juga memberikan semangat kepada Fakhira bahwa dia harus tetap maju melanjutkan hidupnya dan melupakan yang telah berlalu.
Sebab dalam hidup ini apapun yang sudah terjadi kita harus tetap maju dan jangan terpuruk untuk hal yang sudah berlalu.
.
.
.
**BERSAMBUNG...
__ADS_1
Thanks buat yg udah setia mampir, like dan komen bahakn yg udah vote dan kasi bintang 5...
Maaf jika banyak typo yang betebaran**.