Ketika Sibucin Move On

Ketika Sibucin Move On
Luka


__ADS_3

**Jika kau benar-benar mencintainya maka jaga ia sebaik mungkin. Jangan pernah kau sakiti meskipun hanya sekedar memarahinya.


Tidak semua orang bisa seberuntung dirimu,,, sebab mampu merasakan cinta yang tulus. Namun sayang kau mrnyia-nyiakan itu semua..


_____POVE AUTHOR**_____


Hari ini seperti biasa Fakhira menunggu dihalte trmpat biasa dia menunggu kakanya yang akan menjemputnya sepulang sekolah.


Namun kali ini sudah hampir satu jam lebih kakanya tidak muncul untuk menjemputnya.


"Huff kak Rai kemana sih, mana dihubungin hpnya kaga aktif lagi". Gerutu Fakhira sambil tetap menunggu di halte.


Ting...


Notifikasi pesan dari hp Fakhira.


"Dek kak Rai gak bisa jemput kamu katanya dia lagi banyak tugas dikampus. Kak juga hari ini gak bisa jemput kamu, karna kak lagi ngurusih urusan Rohis dikampus kak". Pesan dari Aldi kaknya Fakhira.


"Yah,, yaudah deh kak Khira pulang naik Angkot aja ya". Pesan balasan dari Fakhira.


"Yaudah kamu gak papakan jika harus naik angkot?". Pesan dari Aldi.


"Gak papakok kak,, lagian kan biar ngehemat". Balas Fakhira.


"Yaudah kamu hati-hati ya. Maafin kak gak bisa jemput kamu". Pesan balasan dari Aldi.


"Iya gak papa kok kak". Balas Fakhira disertai dengan emotikon senyum.


Sudah hampir 15menit menunggu, namun tidak ada satupun angkot yang lewat.


"Huff mana gadak angkot lewat, hp juga mati batrenya habis". Gerutu Fakhira.


"Mending jalan aja deh, daripada kelamaan disini, mana hari semakin sore lagi". Gerutu Fakhira sambil mulai berjalan ditrotoar.


Disaat sedang berjalan dari jauh terdengar suara motor sport yang mendekat kearah Fakhira berjalan.


Tin...


Suara klakson motor yang berhenti disamping Fakhira yang otomatis membuat Fakhira ikut berhenti.


"Khira?. Iya ini kamu kan?". Tanya sipengendara motor.


"Kamu?!!". Ucap Fakhira ketika ia menoleh kearah suara pengendara motor.


"Ra kamu kok jalan sendiri, masih pakai seragam sekolah lagi. Mendingan yuk gue anterin pulang". Ucap pengendara motor sambul turun dari motor sportnya dan melepaskan helm yang ia gunakan.

__ADS_1


"Uad lo pulang aja duluan, aku gak mau diantar pulang ama lo. Mendingan aku jalan kaki". Ucap Fakhira ketus.


"Ra, lo kok gitu sih,, lo masih marah sama gue. Kan gue udah minta maaf sama lo". Ucap Rama.


Ya pengendara motor sport itu adalah Rama. Orang yang pernah membuat luka dihati Fakhira.


"Gue udah maafin lo kok, lagian anggap aja kalau kita ini bukan siapa-siapa. Hanya dua orang yang tidak saling mengenal". Ucap Fakhira dengan tatapan mata tajam dan ketusnya.


"Oke gue akuin kalau disini gue yang salah, tapi Ra gue masih sayang sama lo dan gue mau kita mulai semuanya dari awal". Ucap Rama sambil mendekat keFakhira dan memegang kedua lengan Fakhira.


"Ram lo apa-apaan sih lepasin, ini tu sakit". Jawab Fakhira sambil ingin melepaskan tangan Rama yang mencengkram bahunya.


Perdebatan terus terjadi diantara Fakhira dan Rama. Fakhira yang sedari tadi sudah menahan rasa sakitnya dengan menyembunyikan air matanya, kini sudah tak dapat ditahan lagi.


Air mata yang dibendung kinipun luruh terjatuh membasahi pipi tembem miliknya.


"Ra kok lo nangis sih, gue itu sayang sama lo". Ucap Rama sambul mendekatkan bibirnya kebibir Fakhira.


Fakhira yang menangis memberontak sekuat tenaga karena Rama berusaha untuk menciumnya.


Meskipun Fakhira pandai dan ahli dalam bela diri kini dia sudah tak berdaya sebab Rama yang juga merupakan ahli ilmu beladiri sudah mengunci tubuh Fakhira.


"Ram lo mongapai, lepasin gue. Jangan lakuin hal yang akan membuat gue semakin membenci lo". Ucap Fakhira dengan tangisnya dan memalingkan wajahnya dari hadapan Rama.


"Jangan lakuin hal ini Ram. Hal yang akan membuat aku semangkin membencimu". Ucap Fakhira lagi sebab Rama sudah memegang tengkuk Fakhira dan dengan paksa ingin mencium bibir Fakhira.


"Kak Zan, tolongin Ara ka". Teriak Fakhira kepada pengendara motor sport tersebut.


Merasa ada yang memanggilnya Fauzan pun langsung menghentikan motor sportnya disamping motor milik Rama.


Betapa terkejutnya ketika ia tirun dari motor dan melepas helmnya ia melihat seorang pemuda ingin mencium paksa gadis kecilnya.


Dengan cepat Fauzan langsung menghampiri dan menarik pemuda tersebut agar menjauh dari Fakhira.


"Kak, tolongin Khira kak, d.i.a.. Hikss hua hiks. Fakhira yak dapat menyelesaikan ucapannya sebab dia sudah menangis.


Melihat gadis kecilnya menangis Fauzan refleks langsung meraih tubuh Fakhira kedalam pelukannya.


Ini adalah pertama kalinya Fakhira berada didalam pelukan laki-laki lain selain Raihan dan Aldi kakanya.


Ada rasa tenang dan nyaman saat berada pada pelukan Fauzan. Fakhira menangis tersedu-sedu di dada bidang milik Fauzan.


"Ara, kamu tenang ok. Kak akan lindungin kamu". Ucap Fauzan sambil melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Fakhira dengan kedua tangannya.


Fauzan meraih wajah Fakhira dan menghapus air mata Fakhira.

__ADS_1


"Heii gadis kecil tenanglah kau adalah kesayangan kami semua. Jangan nagis kamu haru tenang oke". Ucap Fauzan sembari melepaskan jaket yang ia gunakan.


Fauzan langsung memakaikan jaketnya kepada Fakhira sebab dilihatnya seragam yang Khira gunakan sudah kusut tidak teratur.


"Lo suapanya Fakhira, beraninya meluk-meluk gadis gue". Ucap Rama setelah melihat semua yang terjadi.


"Beraninya lo nyakitin Ara, bahkan lo hampir mau ngelecehin dia". Ucap Fauzan.


"Memangnya lo siapanya, gak usah sok bacot lo. Gue ini pacarnya jadi gue berhak atas dirinya". Jawab Rama ketus.


"Jangan pernah bilang lo berhak atas dirinya, beraninya lo mau ngelecehin gadis kecil gue". Ucap Fauzan mulai emosi.


"Ra yuk gue anter pulang". Ucap Rama sembari menghampiri Fakhira.


Namun Fakhira langsung menghindar dan memeluk Fauzan.


"Kak tolongin Ara, suruh dia pergi dia bukan pacar Khira kak".


"Ra, gue sayang sama lo. Dan lo lebih milih laki-laki ini daripada gue". Ucap Rama dengan emosi.


"Kak Zan suruh dia pergi Ara takut". Ucap Fakhira sembari menangis dan tetap memeluk Fauzan.


"Lo denger apa yang dia bilang. Lo pergi". Ucap Fauzan dengan ketus.


"Gak usah ikut campur lo". Balas Rama dan mulai tersulut emosi.


Dengan keahliannya dia ingin memukul Fauzan. Namun dengan cepat Fauzan menangkis pukulan dari Rama.


Dan terjadilah peratungan sengit antara Fauzan dan Rama yang notabenya sama-sama ahli beladiri.


Fakhira yang melihat bibir Fauzan berdarah langsung menghampiri mereka berdua.


"Hentikan Rama, beraninya lo nyakitin Kak Zan. Lo tuh aneh lo campakin gue demi gadis lain dan sekarang lo datang lagi dengan ngelukai orang yang gue sayang". Ucap Fakira yang sekarang berada ditengah antara Fauzan dan Rama.


"Ra, gue sayang ama lo. Gue janji akan perbaiki segalanya, kita mulai dari awal". Ucap Rama sambil berusaha memegang tangan Fakhira damun ditepis oleh Fakhira.


"Rama lo ingat sejak kejadian itu, kita udah bukan siapa-siapa lagi. Lo jauhin gue dan sekarang lo pergi dari sini". Ucap Fakhira dengan tetap menangis.


"Oke Ra gue pergi. Tapi........"


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2