
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian reders, bantu like,komen,bintang5 dan love.
Berada pada posisi ternyaman yang mampu menghilangkan ketakutan adalah impian banyak orang**.......
Sesuai rencana kemarin. Malam minggu ini geng biang onar pergi kepasar malam yang ada didekat taman kota.
Mereka menuju kepasar malam pukul delapan malam dari rumah. Sekitar 15kini mereka telah sampai di pasar malam tersebut.
Pasar malam yang mereka kunjungi tampak ramai, banyak pengunjung yang berdatangan menikmati malam minggu bersama pasangan.
Banyak muda mudi yang berjalan kesana-kemari bersama pasangan masing-masing dan juga bersama teman masing-masing.
Tidak hanya muda mudi dan remaja, bqnyak juga pasangan dewasa beserta anak-anak yang juga mengunjungi dan menukmati suasana ditengah keramaian pasar malam.
Tampak suatu permainan yang dapat menggetarkan hati pengunjung apalagi untuk pengunjung yang takut akan ketinggian.
Ya,apalagi kalau bukan wahana kora-kora. Wahana ini tampak ramai peminatnya, ya mungkin untuk uji kemampuan seberapa beraninya orang yang menaikinya.
Wahana ini tampak lebih tinggi dan besar dari wahana kebanyakan. Peminat dari kora-korapun tak kalah ramai dengan peminat biang lala.
Awalnya mereka berjalan bersamaan namun ketika telah sampai pada pusat keramaian mulai lah satu persatu berpisah membawa gandengan masing-masing menuju wahana yang di inginkan.
"Gile, Rizal ama Nadia udah kesono aje". Ucap Rangga saat melihat Rizal dan Nadia yang sudah menuju ke arah biang lala.
"Biarin itung-itung mereka lagi berkencan". Ucap Raihan dengan santainya.
"Nasip kaga ada gandengan ya begini". Ucap Iqbal.
"Kak, kita cobain wahana itu yuk". Ucap Fakhira memberhentikan gerutuan mereka masing-masing.
"Ra, Aku sama Kak Andre, kita dua keliling dulu ya". Ucap Nazwa.
"Em yaudah deh, biarin aja Ra". Ucqp Safira.
"Iya, Naz nanti kalau mau pulang kabari kita kita ok". Ucap Fakhira.
"Sip,, Kakak kakak biang onar kita keliling duluan ya". Ucap Nazwa kepada Rangga, Iqbal,Raihan, Aldi, Fauzan.
"Sip". Ucap mereka sambil mengajungkan ibu jarinya.
Kini Nazwa dan Kak Ande pin sudah berjalan meninggalkan mereka menujubketempat yang mereka inginkan.
"Buje gile Ngga itu cewek cakep bener" Ucap Iqbal saat melihat dua irang gadis mengenakan hijab.
__ADS_1
"Masyaallah". Ucap Rangga.
"Kak Rangga tumben". Ucap Safira mungkin dia heran mendengar ucapan siketua biang onar.
"Heheh,, kuy deketin sapa tau jodoh". Ucap Rangga mengajak Iqbal.
"Kita duluan oke, sayangvmana tau aje jodoh". Ucap Iqbal antusias. Dan dibalas deheman oleh Raihan.
Memang tak heran jika melihat dua lelaki itu, kerjaanya pecicilan.
Dan kini merek berdua pun pergi meninggalkan Raihan, Aldi, Fauzan, Fakhita dan Safira.
"Yah tinggal kita ni, gimana kalau kita keliling dulu". Ucap Aldi.
"Yaudah ayok".
Merekapun berjalan menelusuri setiap sudut pasar malam, menikmati makanan ringan yang dijual di pasar malam dengan antusiasnya.
Menikmati setiap makanan khas yang ada dipasar malam sambil tertawa bersama, layaknya sebagai pasangan kekasih.
Ops.. Tunggu dulu bukan pasangan kekasih, soalnya mereka berlima bukan ber empat.
"Kak kita naik itu yok, kayaknya seru". Ucap Fakhira menunjuk sebuah biang lala besar yang dihiasi dengan lampu warna-warni.
"Yaudah kalian saja, kak Rai tunggu disini". Ucap Raihan.
"Jangan heran Fir, Kak Rai emang gitu. Katanya dia takut naik itu, nanti kalau tiba-tiba mati bianglalanya". Ucap Fakhira.
"Em yaudah, kak Rai jangan kemana-mana oke, Kak Rai tunggu disini saja ya". Ucap Fakhira.
"Iya gadis kecil bawel". Ucap Raijan.
"Yaudah Kak Al, Kak Zan, Fira ayok". Ucap Fakhira sambil berdiri dari tempat duduknya.
Mereka ber empat pun berjalan menuju kearah biang lala yang terpampang apaik ditempatnya.
"Mas tiketnya untuk empat orang". Ucap Aldi
Setelah mendapatkan tiket, kini mereka berempat telah duduk didalam biang lala tersebut.
Fakhira duduk disamping Fauzan, sedangkan Aldi bersama Safira.
"Zan jagain tu gadis kecil, dia itu penakut". Ucap Aldi.
__ADS_1
"Kak Aldi, jangan gitu ya, tuh jagain sahabat aku". Ucap Fakhira melirik Safira.
Dua kali putaran biang lala tersebut masih berputar dengan apik tanpa masalah. Namun saat ingin putaran ketiga tiba-tiba lampu dipasar malam tersebut mati.
Dan sontak saja bianglala yang tadinya berputar ikut berhenti tepat berada diatas ketinggian Fakhira,Safira,Aldi dan Fauzan berada.
"Kal Aldi,". Pekik Fakhira dan langsung memeluk Fauzan yang berada di sampingnya.
"Fakhira!". Ucap Aldi dan Safira.
"Ara, hey are you ok?. Tenanglah ini hanya sebentar jangan panik ada Kak yang akan menjagamu". Ucap Fauzan.
"Kak, Ara takut ini gelap". Hiks... Terdengar isak tangis dari mulut mungil Fakhira.
Sementara Aldi ia menggenggam erat tangan Sqfira yang berada di sampingnya.
**
Di kedai Kerak telor Raihan nampak bingung sekaligus kaget dan juga cemas menjadi campur aduk pada saat suasana pasar malam menjadi gelap dan banyak suara teriakan histeris para pengunjung.
"Astaufirullah, gawat Gadis kecil lagi naik biang lala, pasti saat ini dia lagi nangis ketakutan". Gerutu Raihan.
Dengan menghidupkan senter pada ponselnya dia mulai berjalan menuju pedagang kerak telor dan membantunya.
**
Ditempat lain Rangga dan Iqbal juga kocar kacir saat suasana pasar malam menjadi sepeeti mencekam.
Begitupula dengan Rizal dan Nadia saat tengah asik berkeliling malah suasana menjadi gelap dan banyak suara histeris dari pengunjung.
Tak jauh beda dari mereka, Nazwa yang tengah menikmati arum manis sambil berkeliling dengan Andre menjadi diam ditempat seakan waktu berhenti berputar.
"Kak, Araa takut". Ucap nya lirih saat Fauzan dan Aldi telah menghidupkan senter dari ponsel mereka.
"Jangan takut Ra, Kan ada kita disini". Ucap Aldi.
"Kamu pejamkan saja mata kamu oke, dan tenang bentar lagi juga nyala lampunya". Ucap Fauzan.
"Ra kamu tenang ok". Ucap Safira.
Fakhira hanya bisa diam tanpa menjawab denan memejamkan matanya dia berdoa dalam hatinya dan tetap dalam posisi memeluk tubuh Fauzan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...