
Jangan lupa like,komen,vote dan bintang5 ya kakak-kakak.
Pagi ini matahari tampak bersinar cerah, cahaya hangat dipagi hari menemani setiap anak manisia yang akan beraktifitas.
Hari ini adalah hari pertama Fakhira kembali masuk kesekolah setelah tiga hari dia tidak masuk dan tidak mengikuti pelajaran.
Seperti biasa pagi ini Fakhira diantar oleh Aldi menggunakan motor sport yang dia kendarai biasanya.
Setelah kurang lebih 10menit kini Fakhira sudah sampai di depan gerbang utama sekolahnya.
"Kak hati-hati, jangan ngebut-ngebut ok". Ucap Fakhira setelah turun dari motorsport Aldi.
"Aman, kamu belajarnya yang semangat. Nanti Kak Rai yang akan jeput kamu pulang". Jawab Aldi sambil mengusap kepala adiknya.
"Yaudah gi masuk, kak ngampus dulu". Ucap Aldi dan Fakhira pun masuk kedalam seoilahnya.
Aldi menjalankan motor sportnya dengan kecepatan sedang meninggalkan area sekolah Fakhira.
Sedangkan Fakhira berjalan menuju kekelasnya melalui koridor kelas 10 yang sekarang tampak mulai ramai karena jam sudah menunjukkan pukul 07.10 pagi.
"Pagi kak Khira, cantik bener". Ucap Abi anak kelas 10 yang sudah mengenal Fakhira karena semasa pengenalan lingkungan sekolah Fakhira lah yang bertugas mengawasinya dan teman-temannya.
"Pagi dek". Balas khira dengan tersenyum ramah dan tetap berjalan.
"Yaelaah tuh senyumnya meleleh hati gue". Ucap Abi dengan memegangi dadanya.
"yaelah Bi jangan lebai lo, ati-ati tar lo habis dilabrak kak Rendi pacar Kak Khira". Ucap Rian temanya Abi.
Banyak siswa dan siswi yang mengira kalau Fakhira dan Rendi berpacaran,. Padahal mereka berdua hanyalah sahabat dekat.
"Yaelah pupus harapan". Ucap Abi.
Kini Fakhira telah sampai dikelasnya dan duduk ditempatnya.
"Ra gimana udah baikan lo?". Ucap Bivan yang menghampiri Khira.
"Yaelah Van bukan baikan emangnya dia gelut apa sampai harus baikan segala". Ucap Randi yang juga menghampiri meja Khira.
"Yaelah salah ae kalau ngomong ada lo". Ucap Bivan. Dan Rendi hanya tertawa saja.
"Gimana Ra, udah sehat lonya?". Tanya Nadia.
"Udah, Alhamdulillah seperti yang kalian lihat aman". Ucap Khira dengan senyuman khasnya.
"Buset ternyata bisa sakit juga lo ya Ra". Ucap si Deo.
"Ya bisalah diakan manusia bukan robot". Ucap Nazwa.
"Iya gue tau, ternyata berani juga tuh penyakit singgah di Fakhira". Ucap Deo.
"Yeee apaan sih lo Deodoran kaga jelas". Ucap Safira sambil mengejek Deo.
__ADS_1
"Ye elu Sapii ra". Emoooooo. Ucap Deo sambil memperagakan seekor sapi yang sedang mengaum.
"Buahahahh hahha. Gile lu pada tar jodoh baru tau lu bedua". Ucap Rendi sambil tertawa.
Semua yang ada dikelas tertawa akibat ulah si Deo yang memperagakan seekor sapi tengah mengaum dengan ciri khasnya.
"Yeh, mana mau gue sama siDeodoran ketek kayak dia". Ucap Safira.
"Ye lo pikir gua selera ama lo, sapiikra mooookkkk". Ucap Deo sambil tetap mengaum seperti sapi.
"yaelah lokira dia indomi apa, yang harus jadi selera lo". Ucap Bivan.
"Yeee gue juga ogah ama dia, walaupun dia indomi". Ucap Deo tak mau kalah.
"udah-udah tar jodoh beneran baru tau rasa kelen dua". Ucap Nadia
"Ye itu mah maunya elo Nad bukan maunya gue". Ucap Safira.
"Yeee Fir masak iya Nadia ama siDeodoran lo, mau dikemanain Babang Rizal nya". Ucap Nazwa.
"Nah Nazwa aja tau tuh". Ucap Nadia dengan bangganya.
"Udah deh janhan berisik tar malah jadi gelut kalian". Ucap Fakhira yang mulai jengah mendengar perdebatan teman-temannya.
Bel yang menandakan jam pelajaran akan dimulai pun akhirnya berbunyi.
Hari ini jam pertama adalah mata pelajaran matematika. Itu tandanya Buk Rose akan masuk.
"Yaampun guys pr matematika gua belom siap". Ucap Rendi dengan nada panik.
"Yaile, Din gue liat dong punya lo". Ucap Randi memelas kepada Dini siswa perempuan yang duduk dibelakang Randi.
"Yee enak di elo tinggal nyalin". Ucap Dini.
"Selamat Pagi anak-anak". Ucap Buk Rose dengan nada suara yang tegas. Disela sela Rendi masih ngacir memikirkan tugasnya.
"Pagi buk". Seru semua siswa dan siswi dengan suara lantang.
"Bqiklah disini kita akan memulai pelajaran bab selanjutnya, namun Ibu ingin kalian kumpulkan tugas yang Ibu berikan kemarin". Ucap Buk Rose.
"Gile niguru ngerih amat, ingat aja kalau dia ada ngasih tugas mana gue belum siap lagi". Gerutu Rendi.
"Kumpulkan tugas kalian satu persatu kedepan dimulai dari belakang". Perintah Buk Rose.
Semua siswa mulai mengumpulkan tugasnya satu persatu. Hingga tiba giliran Rendi.
"Rendi maju kumpulkan tugas kamu sekarang". Perintah Buk Rose.
"Aa memm anu buk tu.tugas saya belum selesai". Ucap Rendi gugup.
"Apa kamu bilang?!. Maju kamu kedepan!". Tegas buk Rose.
__ADS_1
"Sekarang Buk". Tanya Rendi dengan santainya.
"Enggak tahun depan. Ya sekarang lah masak iya tahun depan". Bentak Buk Rose.
"Baik Buk". Ucap Rendi.
"Habis lah lo Ren, tuh guru Kilerrrrr". Ledek Deo
"Cepetan berdiri sekarang didepan pintu kelas, angkat satu kaki kamu dan jewer telingamu sendiri". Perintah Buk Rose.
"Lah Buk kok didepan kelas sih, malu dong saya kalau nanti diliat para fens saya". Ucap Rendi memelas.
"Yaelah gile bener tubocah masih aja Narsis disaat kondisi udah begini". Ucap Bivan.
"Berdiri disitu atau dilapangan?". Ucap buk Rose.
"Yaelah Buk, galak bener". Ucap Rendi sambil berdiri didepan kelasnya.
"Yang lain ayo lanjut kumpulkan tugas kalian". Perintah Buk Rose.
Semua siswa pun melanjutkan mengumpulkan tugasnya dan pelajaran pun dimulai dengan kondisi Rendi yang tetap dihukum.
Kini jam pelajaran pun sudah berlalu dan waktunya istirahat.
Semua siswa menuju kekantin untuk mengisi lerut mereka. Begitu juga dengan Fakhira,Nadia,Nazwa,Safira. Mereka juga kekantin.
Tak lupa juga dengan geng Rendi narsis selangit. Randi, Bivan, Deo,Dino mereka juga pergi kekantin dan bergabung dimeja Fakhira dan sahabatnya.
"Gile kaki gue pegal amat, gara-gara guru kiler mintak ampun". Keluh Rendi.
"Rasain, makanya lain kali dikerjain tuh tugas". Ucap Fakhira.
"Ra lo kok ngeledekin sih, udah gak sayang lo ama gue". Ucap Rendi.
"Yeee kepedean lu Ren, mana narsisnya mintak ampun". Icap Nadia.
"Lagian mana mau Khira ama lo, orang narsis tingkat dewa". Ucap Nadia.
"Ye biarin. Kalau Fakhira gak mau ama gue kan yang penting gue mau ama dia". Ucap Rendi.
"Rendi kepedean deh". Ucap Fakhira.
"Udah jangan pada gelut nih pesanan nya udah pada datang". Ucap Bivan dan Deo.
Semuanya pun menikmati pesanan masing-masing dengan hidmat tanpa ada pembicaraan.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....