
Jangan lupa like,komen,bintang5 ya kaka-kakak.
Hari sabtu pun tiba, hari dimana hari ini para geng biang onar akan berkumpul lagi dirumah Fakhira.
"Assalammualaikum,Bunda,Aldi,Raihan, gadis kecillll. Yuhu biang onar datang". Ucap Rangga dengan suara hebohnya.
"Yaampun ketua biang onar ribut bener. Mana suaranya kenceng banget". Gerutu Fakhira yang tengah berjalan menuju pintu utama.
Krekk....
Suara pintu terbuka. Dan saat pintu sudah terbuka dengan sempurna tampaklah siketua biang onar berdiri paling depan ibarat memimpin pasukannya.
"Waalaikumussalam, Kak Rangga suaranya kenceng bener. Untung Bunda di kebun belakang jadi gak denger deh". Ucap Fakhira.
"Heheeh maaf gadis kecil". Ucap Rangga dengan cengengesannya.
"Ra, ini ceritanya kita gak disuruh masuk?". Ucap Nadia ketus.
"Yaudah masuk, biasanya main nyelonong aja tanpa pamit dulu". Ucap Fakhira.
"Yaelah Ra,,,". Denggus Nadia.
Merekapun masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu.
Sementara Fauzan dan Fakhira masih berdiri didepan pintu utama.
"Kak Zan ayo masuk". Ucap Fakhira lembut.
"Em iya dek,". Ucap Fauzan sembari berjalan menuju yang lain.
"Alhamdulillah Mungkin dia udah bisa ngelupai masalah kemarin, dia tampak lebih semangat dari biasanya". Gumam Fauzan didalam hatinya.
"Bentar ya, Khira pangilin kak Rai dan Kak Aldi". Ucap Fakhira sambil berjalan menuju lantai dua.
"Kak, kok kalian masih main game sih, itu dibawah udah pada rame". Ucap Fakhira kesal saat melihat kedua kak laki-lakinya tengah bermain game bersama dikamar milik Aldi.
"Rame,, siapa yang dateng dek?". Tanya Raihan.
"Biasalh Kak Rangga biang onar sama yang lain udah pada ngumpul". Ucap Fakhira.
"Yaidah yok kita kebawah, Al lo matiin komputernya ya". Ucap Raihan.
"Aman Kak". Ucap Aldi.
"Kak Aldi jangan lama-lama, buruan nyusul". Ucap Fakhira sambil berjalan bersama Raihan.
Mereka berdua menuruni anak tangga satu persatu menuju ke lantai satu dimana semuanya sudah pada ngumpul.
__ADS_1
"Kak Khira kedapur bentar, buatin minuman ya". Ucap Khira dan hanya dibalas anggukan oleh Raihan.
Fakhira menuju kedapur, menyiapkan minuman dan beberapa camilan untuk dinikmati saat mereka mengobrol.
Disaat sedang asik membuat minuman terdengar suara Bunda yang menghampiri Fakhira.
"Dek, lagi ngapain didapur?. Kayanya sibuk amat". Ucap Bunda.
"Eh Bunda ini Bun lagi buat minuman, itu Kak Rangga biang onar sama yang lain lagi ngumpul tuh". Ucap Fakhira sambil menunjuk kearah ruang tamu.
"Oo,, yaudah sini Bunda bantu bawakin kesana". Ucap Bunda sambil membawa nampan berisi minuman menuju ke ruang tamu.
Hahahhaha.... Suara tawa diruang tamu terdengar sangat nyaring ditelinga. Mereka tertawa akibat ulah jahil satu samalain.
Ya begitulah kalaunsemua udah pada ngumpul, jahilnya gak abis-abis.
"Eh Bunda. Gimana kabarnya Bun?". Ucap Rangga saat melihat Bunda menuju kearah mereka sedang duduk.
"Alhamdulillah Baik, kalian semua gimana?". Tanya bunda balik.
"Alhamdulillah seperti yang terlihat Bun". Ucap mereka sambil menghampiri Bunda dan mencium tangan Bunda secara bergantian.
"Yaudah kalian lanjut ngobrolnya ya, Bunda mau bersih-bersih dulu, kotor soalnya habis dari kebun belakang". Ucap Bunda.
"Iya Bun". Jawab mereka dengan bersamaan.
"Ra, sini dong duduk dekat Kak Rangga". Ucap Rangga sambil menepuk sofa yang ia duduki.
"Enggak Ara disini aja". Ucap Fakhira.
"Biarin napa kak dia mau dekat-dekat tuh sama Kak Fauzan". Ucap Nadia dan Nazwa.
"Em, yaudah deh Fira kamu aj ya duduk dekat Kak". Ucap Rangga kepada Khira.
"Jangan mau Fir, sibiang onar modus tuh". Ucap Iqbal dan yang lainpun tertawa saat melihat ekspresi manyun dari Rangga.
Begitulah mereka ketika sudah ngumpul tidak terlihat perbedaan usia diantara mereka. Yang terlihat hanyalah kebersamaan dan rasa saling menjaga.
Meskupun usia Fakhira,Nadia,Nazwa dan Safira masihlah usia belia dan masih dalam kategori remaja labil namun mereka saat-saat disituasi tertentu mereka mampu menyesuaikan diri dengan keadaan.
Menyikapi suasana ngumpul dengan enjoy layaknya sesama sebaya mampu membuat mereka bergaul dengan mudah.
Meski terkadang membahas tentang hal-hal kotor dan juga fulgar namun mereka mampi beradaptasi dengan baik. Mereka membahas hal-hal seperti itu bukan tanpa alasan namun agar bisa mengantisipasi mereka dalam membedakan mana hal positif dan mana yang negatif.
"Jadi gimana rencana nanti malam, kta semua jadikan ke pasar malam?". Tanya Rizal.
"Wooo ya jelas jadi dong, gue kan udah siapin persiapan terbaik buat jalan ama Safira". Ucap Rangga.
__ADS_1
"Kak Rangga kebanyakan ngaur, becanda mulu". Ucap Fira.
"Tau ih kak Rangga, mana mau Safira ama kaka sibiang onar". Ucap Nazwa.
"Biar biang onar tapi kak Rangga guanteng lo". Ucap Fakhira membela Rangga.
"Tu, Gadis kecil aja tau kalau gue ini ganteng". Icap Rangga dengan bangganya.
"Tapi boong kak". Ucap Fakhira sambil menahan tawa.
Wahahah hahah...
Tawa mereka pecah saat Fakhira mengatakan kalimat itu dan juga saat mereka melihat ekspresi manyun Rangga..
"Yaudah, nanti malem jadi kan". Ucap aldi disela tawanya.
"Iya jadilah kita kan udah nungu-nunggu lama buat nanti malam". Ucap Safira.
"Oke, nanti malam kita ngumpul lagi disini dirumah ini". Ucap Iqbal.
"Oke, gue ama Nadia". Ucap Rizal.
"Kaga nanyak kita pade". Ucap Rangga dengan nada meledek.
"Ara nanti malem, Kak Zan yang ngawasi gak boleh jauh-jauh dari kak Zan ok". Ucap Fauzan kepada Khira.
"Aman bos, lagian Ada Kak Aldi dan kita kan rame". Ucap Fakhira.
"Yaudah jadi tar malem jam delapan kita ngumpul ok". Ucap Raihan.
"Ok, sip komandan". Jawab mereka semua.
"Ingat jangan pada telat". Ucap Rangga.
"Aman ketua biang onar yang paling ganteng. Tapi boong". Ucap Nadia.
Dan mereka yang mendenag langsung tertawa terbahak-bahak.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1