
Nathan dan athali kini telah memasuki ruang di mana kakek tengah terbaring tak sadarkan diri.nathan dan athalibperlahan mendekati kakek.
nathan memegang tangan kanan kakek yang bebas karna selang infus berada di tangan kiri sang kakek, sedangkan masih banyak lagi kabel kabel yang menempel di badan kakek.
"kek, kenapa kembali tidur hmmm"ujar nathan lirih.
"apa kakek tidak ingin melihat nathan dan athali bahagia."ujar nathan pada tubuh yang tak bergerak sama sekali itu.
dokter mengatakan jika kakeke mendengar apa yang mereka ucapkan, namun kakek tidak bisa merespom mereka, dan dokter menyarankan agar memancing sang kakek agar merespon setiap apa yang mereka ucapkan.
melihat kakek tak merespon sama sekali membuat nathan semakin sedih.
"atau kakek sengaja terbaring seperti ini untuk mengacaukan pernikahan nathan hah,"ujar nathan dengan nada yang tinggi.
"kakek tau tidak, seharusnya sekarang nathan dan athali akan berangkat bulan madu, dan berbahagia, tapi sekarang apa hah.
kakek mengacaukan semuanya dengan sempurna. apa kakek puas sekarang hah"ujar nathan lantang.
athali meraih tangan nathan untuk menenangkannya.
"mas"panggil athali lembut.
nathan menoleh ke arah athali,"lihat itu, bahkan sekarang,istriku menangis karna kakek.kakek tau,seharusnya ia bahagia saat ini"ujar nathan lagi.
pak farhan yang dari tadi memerhatikan kakek, karna pak farhan tau, jika nathan hanya memancing sang kakek pun melihat air mata menetes keluar dari mata kakek yang masih terpejam.
"nathan panggil dokter, kakek menangis"ujar pak parhan berdiri dari duduknya.karna dari tadi pak farhan dan juga bu naila sedang duduk di sofa di yang berada di dalam ruangan sang kakek.
__ADS_1
nathanenoleh ke arah kakek dan benar adanya jika ada air mata yang keluar dari sudut mata sang kakek. nathan berlari keluar dan manggil dokter.
karna panik mereka semua sampai lupa jika di dalam rungan kakek ada tombol untuk memanggil dokter.
tak butuh waktu lama nathan kembali bersama dokter yang menangani kakek.doktet memeriksa sang kakek.
"ini perkembangan yang cukup baik,kakek sudah bisa merespon kita dengan air mata dan sedikit menggerakkan jarinya,namun kakek belum mampu untuk sadarkan diri.
tapi sebaiknya,jangan lagi membuatnya bersedih,bantu ia sadar karna kabar bahagia,agar jika nanti kakek sadar tidak penyakit lain yang membahayakan.
setelah saya periksa tadi, kakek memang sudah bisa merespon kita namun ada yang tidak baik dingan jantungnya, karna tak bisa menyeimbangi detaknya.
biasanya bisa terjadi karna ada tekanan"jelas dokter yayan setelah memeriksa keadaan kakek rafardan.
"baik, kami akan melakukan apa yang dokter saran kan, kami mohon tolong kakek agar cepat sembuh"ujar nathan.
baik lah, saya akan kembali ke ruangan saya, jika terjadi sesuatu tuan dan nyanya bisa menekan tombol ini, maka saya akan datang kesini. jadi tidak perlu pergi ke ruangan saya untuk memanggil saya"jelas dokter yayan.
nathan dan pak farhan tersenyum malu karna kebodohan mereka yang melupakan tentang tombol yang ada di ruangan kakek.
"baik, dan terima kasih dokter"jawab nathan.
dokter yayan pergi meninggalkan ruangan kakek rafardan.
nathan kembali menghadap sang kakek"kek,cepat bangun, kami semua tidak ingin melihat kakek seperti ini"ujar nathan lirih.
kakek merespon dengan menggerak gerakkan jirinya pelan.melihat itu membuat nathan tersenyum.walaupun kakek belum sadar paling tidak kakek sudah merespon setiap apa yang kita ucapkan.
__ADS_1
athali maraih tangan kakek daneletakannya di pipi"kakek harus sadar, agar punya teman di rumah, karna setelah ini nathan, papah dan mamah harus bekerja untuk memcari uang"ujar athali polos.
"kan mama tidak bekerja,jadi kamu bisa main sama mama"ujar nathan heran.
"mama memang tidak bekerja, tapi bukan kah papah akan mengurus cabang di luar negri. jadi mama pasti ikut papa kan.
atau kamj bolehin aku ikut mama sama papah, dan kamu tinggal di sini sendiri"jelas athali yang berhasil membuat pak farhan dan buk naila tersenyum. bahkan kini di bibir kakek pun tampak sedikit tetsenyum.
"dari mana kamu tau semua itu?"tanya nathan yang tak mengetahui rencana orang tuanya.
"mama dan papa sering menelponku saat sebelun kita menikah"jawab athali santai.
"jadi karna menerima telpon dari mereka kamu tak mengangkat telpon ku? "selidik nathan.
athali hanya nyengir mendengar itu.
"mama yang melarang athali mengangkat telponmu"ujar bu naila yang di sambut tawa oleh pak farhan dan athali.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#gadih amak abah.