
Hi.....Namaku Kiara.Lidya Kiara Wati ,Umurku sudah beranjak ke usia 18 tahun,yang artinya aku bukan lagi disebut anak kecil.Aku juga dijuluki CEDAR(CEwe CaDAR)itu disebabkan karena aku selalu menggunakan cadar kemanapun aku pergi,menggunakan cadar adalah kemauanku sendiri bukan paksaan dari orang tua ataupun guruku,karena aku bercadar aku selalu disepelekan okeh para laki laki bahkan para gadis gadis disekolahan,orang bilang"Dia tuh Cewe paling beda dari beda"sedikit kecewa mendengar hal itu sih,tapi aku memakai cadar ikhlas karena yang diatas, bukan karena ingin dipuji ataupun dihujat
Disaat aku masih TK ,aku tinggal dipesantren,dari TK sampai tamat SD,jadi wajar saja aku suka memakai cadar,itu karena kebiasaan yang aku lakukan dipesantren.
Aku bekerja disalah satu group Band yabg lumayan terkenal di Youtube,kami juga sudah pernah mewakili Indonesia dalam kontes Band terbaik di-Asia,meskipun kami hanya mendapatkan juara 3 ,tapi kami bangga karena itu adalah hasil kerja keras kami,selain itu juga aku adalah seorang guru TK dipesantren yang tidak terlalu jauh dari rumahku.
Aku menjadi guru TK karena ingin melanjutkan karir dari Bunda,dan juga aku menjadi seorang penulis Novel itu juga karena aku ingin melanjutkan karir seorang Ayah,yang dimana aku juga bisa menguasai keduanya,lagipula aku juga menpunyai hobi berimajinasi,dan tingkat kesabaran yang tinggi,jadi aku siap merasakan apa yang guru guru lain rasakan saat muridnya tidak patuh,nakal,cengeng,dll.
__ADS_1
Selain dari itu,aku juga mempunyai hobi yang bisa dibilang sangat disukai laki laki,yah itu adalah bermain game.
Karena game aku bisa menambah sedikit penghasilan dari jumlah hasil aku bekerja sebelumnya,emang tidak ada yang mudah,dari sekian banyak turnamen yang aku ikuti ,aku hanya pernah menang 6 kali,dan sekarang aku menjadi seorang pemain Esport yang satu satunya memakai cadar.....
Aku masuk Esport itu karena ulah temanku yabg bernama Regi prasmana,dia sudah lama mengikuti Esport tersebut,pernah dia mengajakku kebase camp mereka dan bermain bersama mereka,dan hasilnya adalah mereka bilang tingkat permainanku itu sudah mencapai dewa,artinya aku sedikit ahli dalam bermain game tersebut,Regi juga salah satu top player diwilayahku ,hanya saja dia tidak terlalu memperkenalkan wajahnya,karena setiap turnamen dia selalu memakai masker beserta jaket,jadi orang hanya tau bahwa "kalo ada cowo make jaket warna hitam,terus nickname punggungnya Regiogame,hantam aja yah"hhhh itulah yang pernah aku dengar dari para fansnya.Lalu sedikit demi sedikit aku memenangkan permainan , pendiri Esport tersebut merekrutku tanpa test ,tanpa apa apa,tentu saja aku sangat kaget,"masa bisa sih cewe make cadar bisa jadi pro player Esport??"
Dengan penghasilannya yang lumayan,aku bisa menghidupi seorang adik yang sudah aku anggap sebagai anak sendiri
__ADS_1
Meskipun game menjadi sebuah hobiku Sholat,ngaji,sedekah,dan ibadah lainnya tidak pernah aku tinggalkan,sebagai puji syukurku kepada Tuhan yang maha Esa yang sudah memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri,dan menjadi dewasa seperti sekarang ini.
Biasanya aku selalu merindukan Ayah Bundaku,disaat kami latihan Band bareng,rapat sekolah,bahkan pada saat turnamen berlangsung pun aku masih teringat dengan wajah Bundaku.
Tapi...
Siapa sangka disaat aku berumur 12 tahun aku mendapatkan banyak cacian dari teman teman sekolah,dibully hanya karena angkatan kami kalah dalam lomba membuat mahakarya.
__ADS_1
Itu semua adalah masa lalu yang mengekang diriku,dan karna masa lalu yang kelam itu, bisa membuatku kuat dalam menghadapi setiap masalah kecil ataupun besar,memang benar Allah adalah pembuat skenario terbaik.