Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"

Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"
Bunda sayang.....


__ADS_3

Mola yang saat itu sedang memberi kecupan kepada Kiara,tiba tiba Adzkar datang dengan sebuah pertanyaan " Bunda? Nanti beliin Adzkar mobil mobilan yaa?" Pinta manja Adzkar.


"Oh ya? Mau mobil mobilan yang kaya mana?" Tanya Mola.


"Mobil mobilan yang ada remotnya ktu loh kak? Nanti beliin ya?" Ucap manja Adzkar


"Iya iya nanti bunda beliin?" Jawab Mola dengan nada rendah.


"Bun? Biar Kiara aja yang beliin? Bunda kan lagi butuh uang banget?! Entar pake duit Kiara aja ya?"


"Iya deh!? Jagain adik kamu itu ya?"


"Iya bun?"


Seketika Regi datang menjemput Kiara, mengajaknya bermain kerumahnya, yah karena suasana dirumah Regi sangat sepi, jadi itulah " Assalamualaikum?" Salam Regi, " waalaikumsalam" Jawab Kiara dan Mola.


"Ehh? Kamu Reg? Ngapa kok tiba tiba dateng!?" Tanya Kiara.


"Enggak papa? Sengaja mau main! Kangen nih ama Bunda? Oh ya! Bunda mana?"


"Bunda demam ? Lagi dikamar sekarang?"


"Hah demam!? Oh yaudah mana aku mau nengok!?"


Kiara pun membawa Regi kekamar Mola. Sangat penuh rasa cinta Regu menyalimi tangan Mola. "Bunda? Cepet sembuh yaa?"


"Iya makasih ya Regi?"


"Hmm Bunda? Kiara sama Regi mau ketoko mainan dulu ya? Yang tadi dipinta Adzkar Bun? Yaudah kalo gitu kami pamit ya bun?" Kiara menyalimi dan mencium Mola dengan penuh rasa cinta.


***

__ADS_1


"Kok lu tiba tiba ngajak gue jalan? Mimpi apa lu Ra tadi malem?" Pikir Heran Regi


"Jangan ke ge eran deh? Aku tuh mau beli in Adzkar mainan? Bukannya mau ngajak jalan kamu?" Jelas Kiara sedikit kesal.


"Ooowh? Pantesan ngajakin gue?"


"Emang ngapa? Keberatan ya? Kalo keberatan aku bisa sendiri kok pergi ketoko mainan itu?"


"Engga kok?! Sensitif banget sih sekarang? Yaudah gue temenin nih!?"


"Yaudah ayuk?!"


Kiara dan Regi pun pergi kepasar , untuk membeli mainan yang Adzkar tadi minta.


Jam tangan Kiara sudah menunjukkan pukul 16.45 , yang artinya sudah sangat sore untuk dia berbelanja, taoi ini demi kebahagiaan Adzkar,dia harus rela tidak pergi kemasjid menghapal seperti biasanya,hanya untuk pergi membeli mainan.


Regi membawa mobilnya dengan sangat hati hati, karena tidak ingin membuat Kiara kaget, Regi heran Kiara yang dulunya tidak peduli dengan adiknya,sekarang sudah seperti layaknya seorang ibu untuk anaknya, selalu mebahagiakan anaknya.


"Ra? Lu tau gak? Lu tuh dah kek Bunda tau gak? Cantik? Baik? Bawel? Cerewet? Manis!? Banyak deh? Emang pas banget buat pemndamping gue?" Ucap Regi terkekeh.


"Yang ada gue butuh lu? Biar gue bisa jadi lebih baik dari sekarang Ra? Gue butuh orang buat bisa tobat dari semua hal buruk yang pernah gue lakuin selama ini?" Ucap percaya diri Regi.


"Serah deh?" Jawab Kiara malas.


***


Regi dan Kiara pun sampai ditempat tujuan, pukul 17.05 , mereka pun mencari cari mainan yang cocok buat Adzkar.


"Inikan mainan kesukaan adek lu? Yaudah gue bayarin??" Tawar Regi.


"Owh makasih Regi!?" Ucap terima kasih Kiara.

__ADS_1


"Iya? Adek! Skuy kita cabut!?" Ajak Regi menuju mobilnya. "Tunggu! Adek!!" Kiara heran.


"Kalo manggil sayang gak boleh? Yaudah adek aja? Gimana boleh kan??"


"Yaudah deh kak?" Jawab Kiara sambil tersenyum.


Regi dan Kiara pun pergi meninggalkan toko mainan tersebut, melewati taman,Kiara melihat banyak orang yang sedang pacaran,dari yang pegangan tanganlah, makan barenglah, dan banyak lagi, ingin rasanya ia menertawai diri sendiri karena tidak bisa bahagia seperti mereka. Tapi masalah bahagia bisa diakhir akhir, saat ini Kiara lebih fokus kepada Bunda dan adiknya.


"Lu ngapa Ra? " Tanhmya Kiara.


"Enggak kok?!" Jawab pelan Kiara.


"Jangan diliatin terus? Ental bapel loh!? Hhhh" Regi mengeluarkan suara cengkringnya.


"Enggak kok? Cuma ngeliat pemandangannya yang indah?"


"Serah deh? Eh gue laper nih ? Makan dulu yuk?!" Ajak Regi.


"Ih apaan sih ngajakin makan? Gak enak tau diliatin orang orang? Entar dikira pacaran lagi?"


"Enggak kok? Bilang aja kalo lu ama gue itu kakak beradik? Kelar kan? Yaidah tuh aku pengen makan bakso nih? Laper banget gak tahan lagi?"


"Iya deh" Jawab pasrah Kiara.


***


Setelah mereka selesai makan, mereka pun melanjutkan perjalanan.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.04 mereka belum sholat maghrib, bahkan Kiara belum mandi,tapi daripada dicari bunda lebih baik melanjutkan perjalanan karena sebentar lagi sampai rumah.


"Reg? Mau dibawa kemana aku? Ini kan bukan lorong rumah aku?" Tanya Kiara bingung Regi membawanya kemana.

__ADS_1


"Lu gue bawa kerumah gue dulu? Bentaran doank kok? Mama kangen ama lu? Mau ya?" Pinta Regi.


"Ok" Kiara menganggukkan kepalanya.


__ADS_2