Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"

Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"
waktu yang telah berlalu tidak akan terulang kembali


__ADS_3

Kiara pun pulang dengan air mata yang mengalir dipipinya,"Bunda!??"Kiara memanggil Mola dengan terburu buru.Ketika masuk kedalam rumah Kiara melihat Mola dan Adzkar yang sedang menangis disofa.


"Bun!? Ayah!? Ayah gak papa kan?" Tanya Kiara yang sedikit ragu


Mola hanya menggelengkan kepala,diam terlarut pada kenangan Vicko.Teman temannya Kiara pun mulai mendekati Mola untuk menenangkan hatinya.


Sarah pun menelfon Ivan(papanya Sarah)memberi tahu kabar duka ini kepada keluarganya "Papa? Papa tau gak? Ayahnya Kiara meninggal!?"Ucap Sarah dengan mata yang berkaca kaca


"APA!!!"AYAHNYA KIARA MENINGGAL!!!"Bentak Ivan yang terkejut.


"Iya pa?Papa bawa mama ke sini yaa? Kasian Bunda Mola ,shock dengan keadaan sekarang?"


"Iya iya? Papa dengan Mama kesana sekarang?"


Sarah pun mendekati Adzkar yang menangis histeris dipelukan Mola,sambil mengajaknya ke keluar rumah.


"Adzkar? Ikut kakak yuk?" Ajak Sarah


Adzkar hanya diam,menangis dan terus menangis,sama dengan halnya Dia kehilangan Neneknya.


"Guys? Mendingan kalian pulang dulu aja? Kabarin keluarga kalian tentang kabar ini ya?" Ucap Sarah sambil menenangkan Kiara yang sedang menangis.


Mereka pun pulang kerumahnya masing masing ,mengabari kabar duka tersebut kepada keluarganya.


Setelah kabar tersebut sudah terdengar sampai Ke Ust. Rahmat,lalu Ust. Rahmat pun mengumumkan kabar duka ini di Masjid terdekat.


Hampir setengah hari mengurus jenazah Vicko,Kiara pun sudah mulai sedikit tenang walau masih tidak percaya dengan keadaan. Setelah Sholat Isya' jenazah ayah Kiara dimakamkan disebelah pondok pesantren yang lumayan besar.


"Ayah....?Ayah.....!AYAH!!!!!!" Teriak Kiara yang sedang terlarut didalam mimpi.


"Ra? Bangun Ra !"Sarah ikut membangunkan Kiara yang yang ketakutan


"Ayah aku mana Sarah? Sarah!"


"Ayah kamu? Udah dimakamkan?"


Kiara menghadap kebawah ,kembali menangis mengingat semua kenangannya bersama Ayahnya.


Ayah ngapa ninggalin Kiara? Ngapa Yah!? Hiks hiks ?" Ucap Kiara didalam hati


"Sabar yah Ra?" Sarah sambil mengelus elus punggung belakang Kiara.


Kiara pun memutuskan untuk keluar kamar menghirup udara segar diluar. Disaat keluar kamar ,Kiara melihat laki laki memakai jaket berdiri di depan pintu ruang tamu.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Sambil merengek menangis


"Kiara ? Lo harus sabar? Ini cobaan !? Tenang? Lu gak sendiri ! Gua bakalan jagain lo dengan keluarga lo? Jadi lo tenang aja" Ucap lelaki itu kemudian pergi


"Hah?" Pikir Kiara yang kebingungan


Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 20.19 memutuskannya untuk pergi sholat isya'.Meskipun sedang dalam kondisi kecewa,dia harus tetap melaksanakan kewajibannya.


"Sarah? Kamu gak pulang?" Tanya Kiara sambil menaruh mukenanya diatas lemari


"Bentar lagi aku pulang? Kamu jangan nangis lagi ya? Gak baik nangisin orang meninggal terlalu lama?" Nasehat Sarah


"Yaudah? papaku udah dateng? Aku pulang dulu ya? Assalamualaikum!?"


"Waalalaikumsalam"


Kiara pun pergi ke kamarnya lagi untuk beristirahat,melihat Adzkar sedang tidur dikamar Bunda." Adzkar? Kamu mau bobo bareng Bunda ya?" Tanya Kiara.


"Syuut!! Kiara kamu bobo sendiri dulu ya?" Ucap Mola sambil mengelus elus kepala Adzkar


"Iya Bun?" Jawab singkat Kiara


Terbaring lemas diranjang,memikirkan lelaki yang memberinya nasehat tadi.


Kiara pun memutuskan untuk tidur dengan kondisi fashion sekolahnya,tidak mandi,hanya wudhu yang membasahi wajahnya.


***


Keesokan harinya,Kiara masih sekolah seperti biasanya,tapi ada yang berbeda yaitu Kiara menggunakan tas peninggalan Ayahnya ,guna mengenang Sosok ayahnya yang dianggap seperti seorang pahlawan.


Berjalan menuju sekolahan, dipinggir trotar melihat 3 preman yang mungkin ingin menyakiti Kiara,tapi Kiara tetap ingin melewati jalan tersebut,karena jalan tersebut adalah jalan yabg oaling cepat. Lewat dengan menundukkan kepala,tanpa menghiraukan ke 3 preman tersebut.


"Woi! Ada cewe nih? Mainin yok!" Ucap salah satu Preman tersebut.


Kiara yang tampak kaget kebingungan harus mencari bala bantuan kepada siapa


"Hah? Hah? Jangan deket deket!AAAAHHHHHH" Teriak Kiara dengan sangat kencang.


Tiba tiba datang dari sisi kiri lelaki berjaket ,menarik Kiara ke arah laki laki tersebut.


"Kalo mau nyakitin dia? Lawan dulu gue" Ucap lelaki tersebut


"Waah! Melawan nih bocah?" Sindir preman itu.

__ADS_1


Tampak sekali salah satu preman mengambil tongkat kayu dari punggungnya dan khendak memukul kepala Lelaki misterius tersebut.


Ssssseeeeeet lelaki itu menghindar dengan santainya,kemudian lelaki itu menonjok pipi kiri preman itu dan menendangnya sampai tersungkur,begitu juga dengan yang lain,dihajar habis habisan oleh lelaki misterius tersebut.


Ketiga preman itu pun lari terbirit birit karena bocah yang ia lawan seperti seorang agen rahasia,lelaki itu berbalik badan menghadap Kiara,dan berkata


"Lo gak papa kan?" Tanga lelaki itu


"Iya gak papa? Makasih ya!?" Jawab Kiara sambil mengangukkan kepalanya


"Yaudah? Kalo gitu cepetan sana kesekolah,entar telat lagi?" Ucap lelaki itu kemudian pergi


"Sebenernya? Siapa sih orang berjaket itu? Apa dia Superman yaa?" Pikir Kiara sambil berjalan menuju sekolah.


Setelah kejadian tadi Kiara merasa aman , karena lelaki tadi seperti selalu menjaganya.


***


Sepulangnya Kiara dari sekolah,ia mendapatkan cacian dari teman temannya pada saat istirahat tadi,Kiara pun keluar gerbang dengan mata yang berair.


"Haah? Nangis lagi lo yaa?" Ucap lelaki misterius itu sambil menghela nafas


"Kamu lagi? Sebenernya kamu tuh siapa sih?" Tanya Kiara dengan nada yang cukup tinggi


Kemudian lelaki itu menghampiri Kiara,dan menatap matanya.


"Masa lu gak kenal gue sih?" Jawab lelaki itu


Sambil menghapus air mata yang sudah mengalir dipipinya


"Iiiiiih,apaan sih? Megang megang pipi orang? Bukan muhrim tauk!?"bela Kiara sambil melepaskan genggaman lelaki itu


"Ya udah , maaf? Lu masih inget gak sama temen cupu lu pas lu masih TK? Tanya lelaki itu untuk kedua kalinya


"Madsud kamu Regi yaa?" Jawab Kiara


"Iya,anak cupu itu sekarang udah jadi badboy? Dah gak sok berani kek dulu" penjelasan lelaki itu


"Dan lu tau gak Ra? Orang yang didepan lo sekarang ini,adalah anak cupu yang dulu selalu jahilin lo?" Ucap lelaki itu


Dan ternyata lelaki misterius itu adalah teman masa kecil Kiara yang berpisah dengannya pada saat TK,percaya tidak percaya ,Kiara pun menyuruh lelaki itu untuk melepas maskernya


"Aah!? Masa sih? Coba buka dulu maskernya? baru aku percaya!?" Suruh Kiara

__ADS_1


Lelaki itu pun membuka kepala jaket dan maskernya untuk membuat Kiara percaya bahwa sosok yang tadi menjaganya adalah Regi.


__ADS_2