Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"

Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"
Kacau Nihh


__ADS_3

Udah sampe niih? Sini salim kegue?" Pinta Regi


"Ih apaan sih! Salim salim? Emang kamu siapa aku! Hah!" Jawab Kiara kesal


"Calon suami lu lah?"


"Mana ada? Dah lah!"


Kiara pun masuk kegerbang sekolah setelah sekian lama tidak menjumpai gerbang sekolah yang menawan.


Disisi kiri gerbang,Kiara melihat berbagai siswa siswi yang sedang mempersiapkan kelasnya dengan berbagai macam,ada yang memasang lampu kelap kelip,hiasan pintu,foto antar angkatan,dan yang paling penting adalah buku agenda angkatan.


Berselang cukup lama,datanglah Kirana membawa sebuah kaos yang bertuliskan " 7 NIIH BOSS!" Dan dipunggung bagian belakangnya terdapat nama pemakainya.


"Eh Kiara? Udah baikan kan lu? Gue kangen banget tau gak? Oh ya! Nih kaos lu? Cepet ganti sana dikamar mandi?" Kirana sambil memberikan kaosnya.


"Lu bawa buku agenda angkatan kita gak?" Tanya Kirana sambil menemani Kiara menuju kamar mandi.


"Buku agenda?? Oh ya!!!" Ekspresi Kiara yang kaget karena melupakan amanah dari Sarah.


"Sekarang mana bukunya? Nanti buku itu mau dikumpulin,terus yang menang lomba kelas angkatan nanti,bukunya bakalan dipajang didinding kantor? Mana ?" Tanya Kirana soal buku agenda


"Aku... Aku....Aku.... Aku lupa Ran? Maaf? Aku bener bener lupa soal buku itu! Kemaren aku baru pulang dari rumah sakit?" Jelas Kiara menggigiti bawah bibirnya


"Hah! Bener! Lu lupa bener! Haduh!? Selesai deh kita didiskualifikasi? Bener lu lupa Ra??"


Kiara mengangguk guna mengiyakan pertanyaan Kirana.


Triiiiiiinggggggg


Suara bel berbunyi yang artinya sudah memasuki jam pelajaran. Kiara sudah memakai kaos angkatannya pun bersedih karena tidak bisa menjalankan amanah Sarah yang diberikan 3 minggu yang lalu.


Kirana sontak memberi tau Rudi bagian penanggung jawab semua yang bertentangan dengan variasi kelas,termasuk buku agenda.Rudi adalah siswa yang bisa dibilang barbar karena keganasannya disaat genting seperti ini, tidak memandang laki laki atau pun perempuan dia akan menghabisi orang yang membuatnya gagal.


"Hah! Beneran lu Ran? Gak bohong!?" Tanya geram Rudi kepada Kirana


"Beneranlah! Masa aku boong ke lu?" Jawab Kirana


"****** tuh anak emang!"


Kiara pun datang memasuki kelas dengan menundukkan kepalanya,didepan pintu, Kiara langsung dilempar sebuah kursi,dan yang melempar kursi itu adalah Rudi.


Gebbbbraaakkkk!!!


"Woi! Lu tau gak! Gara gara elo! Angkatan kita didiskualifikasi sama guru? Gara gara apa coba? Gara gara elo gak bikin buku itu ! Sadar gak LO!!" Ucap Rudi sambil mengeluarkan ekspresi marahnya


"Tapi kan? Kemaren aq baru pulang dari rumah sakit? Makannya gak sempet bikinnya?" Bela Kiara


"Halaah! Bilang aja lu tuh males kan buat yang kek gituan? Gua tau Ra? Lu gak usah boong deh!"


"Beneran! Aku gak bohong?"


Praakkkkk


Rudi menampar pipi kiri Kiara menggunakan buku tebal.


"Aduuh!" Ucap Kiara sambil memegangi pipi kirinya.

__ADS_1


"Makannya kalo jadi cewe tuh jangan terlalu males! Cewe apaan lu!" Sindir Rudi


Rudi lalu menyeret Kiara kebelakang kelas,dan membuka hijab beserta cadarnya,kemudian menjambak Kiara.


"Denger ya? Kalo emang bener angkatan kita kalah gara gara didis! Hidup lo gak bakalan tenang disekolah ini!!!" Ancam Rudi kemudian melepaskan jambakannya


Suasana hening seketika, hanya ada suara tangisan Kiara dibelakang kelas. Sementara itu Mr.Ian datang menyuruh siswa siswinya untuk baris dilapangan,melihat Kiara menangis dibelakang,Mr.Ian pun bertanya.


"Kamu ngapa Kiara?? Sakit??" Tanya Mr.Ian


"Gak papa kok Mister? Cuma agak sedikit lemes? Gara gara kemaren" Jawab Kiara tersenyum.


"Yaudah kamu disini aja ya? Gausah baris? Kalo ada penilai bilang kalo kamu disuruh Mister buat dikelas yaa?"


"Ya Mister ?"


"Yaudah kalo gitu Mister kelapangan dulu ya?"


Kiara mengangguk,kemudian Mr.Ian pergi meninggalkan Kiara.


Kurang lebih 1 jam Kiara menunggu didalam kelas, akhirnya semua siswa kembali kekelasnya masing masing.


"Halah!!! Benerkan!!! Kita didis" Keluh Rudi sambil memukul pintu.


Semua siswa memandangi Kiara, seperti menyalahkan Kiara soal ini.


"Sabar ya Ra?" Ucap Kirana menenangkan Kiara yang dongkol.


Tiba tiba Rudi membentak, " Heh! Kalo lu masih deketin cewe ini? Nasib lu bakalan gue bikin sama kek dia? Mau lu!! HAH!!!"


Kirana mundur sampai terpojok disudut kelas. Rudi masih mengikuti Kirana dan " DENGER YAA!!! KALO LU MASIH NEMENIN DIA!!ARTINYA LO PENGEN JADI PEMBAWA SIAL KAYAK DIA! IYAKAN!!!" Bentak Rudi.


Kirana dilihat seluruh siswa kelas 7 dari jendela,pasti akan sangat malu dipermalukan Rudi didepan angkatan sendiri.


***


Waktu pulang pun tiba, hanya ada Kiara dan Kirana yang masih pulang sedikit terlambat, tanpa menyapa, apalagi senyum,membuat Kiara berfikir bahwa Kirana juga sedang menjauhinya seperti anak anak lain. Sontak Kiara menegur.


"Ran? Kamu gak marah kan?" Tanya Kiara


"Apa! Gak marah! Mata lu gak marah! GARA GARA ELU RA? GUE DIPERMALUIN DIDEPAN SEMUA ANGKATAN KITA RA!!! Semuanya karena apa? Karena lo!!!! Lo tuh ******* tau gak!!! Gue , Sarah sama yang lainnya gak akan lagi deketin lo! Gue gak nganggep lo lagi sebagai BFF gue lagi? Jadi gue mohon jauhi kami!!" Ucap Kirana meredam kemarahannya yang menguap.


Kiara terdiam, lanjutnya dia harus segera pulang karena khawatir Bunda akan mencari carinya.


Didepan lorong ada 3 anak dari kelas 7 dan 9 A menahan Kiara ditengah lorong. Lalu mereka mengambil tas Kiara dan membuangnya kelapangan.


Tidak sampai disitu, Kiara dipermainkan layaknya kucing yang mengejar bola, kesana kesini.


"Tangkep nih Rick!"


"Mana! Hahhah hampir aja dapet dia!? Vito! Tangkep !"


"Yaap nice? Hahahah! Puas lu bikin angkatan lu sendiri malu!. Tas lu gak bakalan gue balikin!"


"Udah!? Aku capek kak!? Balikin tas aku" Pinta Kiara setelah dipermainkan dengan 3 Siswa tadi.


"Balikin?? Hahahahaha! Yaudah"

__ADS_1


Anak bernama Vito dari kelas 3 A itu membuka tas Kiara dan membalikkan tasnya sehingga semua isinya tumpah berceceran ditengah lapangan.


"Noh dah gue balikin!"


Mereka pun pergi menendang buku buku Kiara yang terjatuh ketanah.


Dilantai 3 terdapat 2 orang siswa yang sedang bersiap siap untuk pulang dengan membawa buku. Melihat Kiara jauh dibawah yang sedang dibully oleh kakak kelas dan se angkatannya sendiri.


"Thoriq? Udah belom? Entar ada yang ketinggalan lagi?" Tanya Hanif


"Enggak kok? Eh tuh cewe ngapain coba berdiri ditengah lapangan? Gabut banget kayaknya?" Thoriq heran


"Tadi dia barusan dibully ama Vito CS maklumlah dia kan yang udah malu maluin angkatan kita? Pantes aja Vito turun tangan?" Jelas Hanif yang mengetahui semuanya.


"Hmmm? Kasian ya? Bukunya berserakan kaya gitu? Kita bantu yuk?" Ucap Thoriq sambil menuruni tangga menuju lantai 2.


"Serah deh?"


Kiara mengambil buku bukunya yang terjatuh sambil menangis menyesali perbuatannya, dan 2 siswa tadi ikut membantu mengambil buku Kiara.


"Niih? Buku kamu kan?" Ucap Thoriq sambil memberikan buku Kiara.


"Makasih?" Jawab pelan Kiara


"Oh ya? Kenalin nama aku Thoriq dan ini Hanif?" Thoriq sambil menjabatkan tangannya.


"Maaf bukan muhrim??" Pinta Kiara untuk mengembalikan tangan Thoriq kekeadaan semula.


"Hmm yaudah? Kamu dulunya Santri ya?Pake cadar ? Rapi? Cantik lagi" Tanya Thoriq


"Bukan? Tapi dulu aku tinggal diPesantren? Cuma sekolahnya MI doank kok bukan santri?" Jawab Kiara


"Oowh? Pantes ?"


Tet tet


Suara klakson mobil Thoriq berbunyi yang artinya sudah harus pulang sekarang.


"Eh itu suara klakson Abi? Nif? Ayok" Ajak Thoriq


"Dah?"


Kiara pun sendirian lagi , hanya ditemani oleh tas birunya yang sudah kotor.


Didepan gerbang, Regi sudah menunggu Kiara sambil memainkan hp nya.


"Hah! Nangis lagi? Nangis lagi? Pusing gue ngeliat nangis terus Ra?" Tanya Regu melihat mata Kiara yang oenuh dengan air mata.


"Udah ah ayok pulang!" Ajak Kiara.


***


Sudah hampir sampai dirumah Kiara,Kiara melihat pintu rumahnya yang tertutup rapat. Yang artinya Mola tidak menunggu kedatangan Kiara.


"Ya udah? Nih udah sampe? Lu kalo ada masalah bilang? Jangan diem diem aja?" Nasehat Regi


"Iya ya? Makasih Reg!?"

__ADS_1


"Iya?"


Terkadang orang hanya melihat keburukan keburukan kita saja, tidak melihat kebaikan kita. Buktinya Kiara, hanya karena 1 kesalah bisa membuatnya dibully satu angkatan,bahkan kakak kelas pun ikut membullynya. Dunia emang misterius


__ADS_2