Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"

Kiara "Tersakiti Adalah Hidupku"
Hah! Hari yang sangat rumit


__ADS_3

Assalamualaikum?" Salam Kiara kepada penghuni rumah.


"Waalaikumsalam?" Jawab salam Adzkar.


"Loh Bunda mana Adzkar?"


"Bunda sakit Kak?"


"Hah! Sakit?" Kaget Kiara sambil berjalan menuju kamar Mola.


Kiara melihat Mola sedang tidur dikasurnya dengan keadaan dipenuhi dengan selimut dibadannya.


Kiara pun menyentuhkan telapak tangannya kekening Bundanya untuk mengetahui kondisi Bunda sekarang.


"Uuhhh!? Panas banget! Pantesan selimutan? Bun! Bunda! Bunda!" Kiara sambil membangunkan Bunda Mola.


"Apa sayang?? Udah pulang ya? Maaf ya gak Bunda tungguin didepan pintu?"


"Enggak Bun? Kiara tau!? Bunda sakitkan?"


"Enggak kok? Cuman butuh istirahat bentar?"


"Bunda jangan boong? Kiara sedih tau gak ngeliat bunda sakit!?"


"Hah? Iya sayang? Bunda demam!?"


"Tuh kan?"


"Kiara? Bunda boleh minta tolong gak? Tolong buatin Bunda nasi goreng donk?"


"Nasi goreng? Okeyy? Tenang aja bun? Kiara kan udah pinter masak?"

__ADS_1


"Iya ya? Makasih ya?"


Kiara pun mennganti pakaiannya lalu pergi kedapur untuk membuatkan bundanya nasi goreng.


Sekitar 20 menit Kiara memasak , akhirnya nasi gorengnya pun siap disajikan. Didalam kamar terlihat Adzkar yang sedang dipeluk oleh Bunda Mola.


"Bun? Bunda gak bakalan ninggalin kami kan??" Rengek Adzkar memeluk erat Mola


"Enggaklah?" Jawab Mola menenangkan Adzkar


"Bundaaa? Nasi gorengnya udah jadi?" Suara Kiara yang melengking.


"Adzkar? Kamu ngapa kok tiba tiba meluk Bunda?" Tanya Kiara sambil memberikan nasi gorengnya ke Mola.


"Gak papa kak?"


"Yaudah? Eh! Bunda biar Kiara suapin ya??"


"Disuapin bukan berarti bayi bun? Ini tanda kalo Kiara sayang sama Bunda?"


"Yaudah deh!? Makasih ya sayang sayangku?"


Kiara terlihat bahagia dihadapan Mola dan Adzkar, padahal disekolah barusan saja mendapatkan hinaan yang luar biasa.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 14.34 yang artinya setengah jam lagi adzan ashar dikumandangkan, saatnya Kiara untuk pergi kemasjid seperti biasanya.


Kiara masih membayangkan hinaan yang baru ia dapati tadi disekolah,Adzkar yang pasti merindukan dirinya,dan dirinya yang sangat rindu pastinya dengan keduanya.


Setelah sholat ashar, Kiara pun kembali kerumahnya untuk melihat keadaan Mola yang demam.

__ADS_1


Tapi ditengah perjalanan , dia melihat Sarah dan pacarnya sedang duduk berdua didepan rumahnya, Kiara menoleh, Sarah dan pacarnya pun menoleh juga secara bersamaan.


Kiara tersenyum arti menyapa keduanya, tapi Sarah mengalihkan pandangan seperti malas bertatapan dengan Kiara lagi, Kiara melanjutkan langkahnya sambil memeluk erat mukenanya.


"Bener!? Mereka marah ke aku?" Ucap Kiara dalam hati.


"Assalamualaikum? Bunda!?" Salam Kiara membuka pintu rumah.


"Loh! Bunda masih tidur!?" Kiara heran


Kemudian dia memeriksa kening Mola lagi,dan justru tambah panas keadaan Mola.


"Bunda? Demam tinggi!? Apa aku kompres aja ya keningnya?" Pikir Kiara


Kiaranpun menaruh mukenanya disamping kasur Mola, dan mengambil kompresan untuk kening Mola.


"Kiara.....? Kamu ngapain?" Tanya Mola terbangun karena kompresan Kiara.


"Diem Bun? Kiara lagi ngompres bunda? Bunda panas banget tau gak?"


"Gak usah! Bunda cuma butuh istirahat doank?! Gak oerku kompres!!" Tolak Mola.


"Bunda!! Bunda ngapa sih nolak Kiara terus!!! Kiarakan niatnya baik! Kenapa coba ditolak terus!! Bunda tuh demam tinggi! Kiara gak mau Bunda kenapa napa? Kiara gak mau kehilangan Bunda! Bun?! Pahamlah kata kata Kiara Bunda? Kiara tuh sayang banget dengan Bunda?" Jelas kesal Kiara.


"Bunda cuma gak mau ngerepotin gadis bunda? Kamu kan juga sibuk toh dengan novel baru kamu? Kamu juga baru pulang dari rumah sakit? Dokter kemaren bilang apa? Dokter nyuruh Kiara buat istirahat dulu? Jangan terlaku banyak beraktivitas?" Jelas pelan Mola sambil mengelus elus kepala Kiara.


"Tapi Kiara gak mau bunda sakit?"


"Udahlah? Besok bunda pasti udah sehat kok? Kamu berdoa aja ya?"


Muuaahhh

__ADS_1


Suara kecupan Mola dikening Kiara.


__ADS_2