
"Mau lu apaan!!"
"Gua mau kalian mati ditangan gue!!!!!" Ancam Devil sambil berlari membawa kayu dan memukul kepala Regi.
Gebraaaaakkkk!!!!!
Hidung Regi mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri.
Devil pun memgambil crowbarnya khendak menghabisi nyawa Regi,tapi tiba tiba datanglah Faiq dan juga Rafiw dengan membawa tongkat bisball.
"Woi!!!" Teriak Faiq
Rafiw pun dengan sigap berlari dan memukulkan tongkatnya kekepala Devil,namun Devil berhasil menghindar dari pukulannya,membuat Rafiw terlengah Devil langsung menendang punggung Rafiw sampai tersungkur.
"Beraninya main keroyokan....! Oke gue bebasin mereka? Tapi inget gue gak bakalan tinggal diam!" Ucap Devil kemudian pergi.
"Lo gak papakan Fiw?" Tanya Faiq
"Iya gak papa? Eh!! Itu tuh ayo kita bawa ke Rumah Sakit!"Fiw sambil menunjuk kearah Kiara dan Regi yang tergeletak lemas dilantai.
"Iya yaudah yok!"
***
Ting ting ting ting ting ting tingting ting
Bunyi telepon Faiq berdering,rupanya dari Regazza, temannya yang sedang menjaga Mola dirumah.
"Ya Zza? Ngapa!?" Tanya Faiq
"Lu dimana? " Jawab Regazza
"Gue lagi dijalan! Lagi mau kerumah sakit ini...? Lo ajak Bunda kerumah sakit juga deh ya? Gue lagi pusing sekarang! Regi ama Kiara pingsan Za!! Lu ke rumah sakit sekarang ya? Gue kirim alamatnya?!" Jelas Faiq
"Ok gua Otw niih?"
"Ok dah!?"
Jam sudah menunjukkan pukul 21.32 yang artinya mereka pasti dicari oleh orang tua mereka,tapi inilah Faiq dan Rafiw,tidak semudahnya meninggalkan temannya yang kesusahan,mereka yakin orang tua mereka pasti memaafkan mereka karena hal ini adalah hal yang sangat berarti bagi mereka.
Sesampainya dirumah sakit,mereka dihadang oleh Dr.Iwan(ayah Regi) dan bertanya.
"Regi kenapa Iq??" Tanya Dr. Iwan
__ADS_1
"Regi habis berantem om! Buruan diperiksa parah atau enggak?" Jawab Faiq kelihatan cemas.
Tak lama kemudian datanglah Mola dan Regazza dengan penuh rasa cemas.Dan berselang lama keluarlah Dr.Iwan memberi tau keadaan Kiara dan Regi.
"Dok! Gimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Mola dengan mata yang berkaca kaca
"Kiara gak papa kok Bun! Luka diperutnya gak terlalu dalam,jadi bisa sembuh dalam beberapa minggu? Tapi kayaknya Kiara dan juga Regi harus dirawat dirumah sakit dulu karena takutnya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi?" Jelas Dr.Iwan
Mola mengambil nafas lega,karena gadis satu satunya baik baik saja.
Keesokan harinya,Kiara terbangun dari pingsannya,melihat suasana kamar khusus yang sangat sunyi,hanya ada suara Miza(Ibu Regi) yang sedang mengaji disebelah Regi.
"Aa? Aakuu dimana??" Kiara sambil memegangi kepalanya
"Ehh Kiara udah sadar! Bun! Bunda!!!" Teriak Miza memanggil Mola yang sedang diluar kamar.
Mola pun datang dalam kondisi menangis,memeluk erat Kiara yang sedang kebingungan.
"Oooh Kiara anak bunda? Kamu gak papa kan?? Tanya Mola.
"Kiara gak papa kok Bun? Oh ya Adzkar mana?" Kiara sambil mencari cari Adzkar.
"Adzkar lagi dijalan" Jawab Regi yang sudah terbangub dari tidurnya.
"Re...Regi?? " Tanya Kiara bingung
Tak lama,datanglah Adzkar membawa tas sekolahnya lalu melemparnya kemudian memeluk Kiara diatas ranjang. Sambil menangis dia berkata
"Kakak? Kakak gak papa kan? Adzkar kangen......" Adzkar sambil menangis dipelukan Kiara.
"Kakak gak papa kok? Kamu kangen ya sama Kakak? Yaudah sini kakak cium biar gak kangen lagi ya?" Kiara mencium pipi Adzkar sambil menggigitinya.
"Iiiih? Emang apaan sih digigitin? Gak jelas lo Ra? " Sindir Regi sambil terkekeh.
"Apaan siih!!!" Kiara kesal
"Udah udah? Gak baik tau gak ? Ini rumah sakit bukan hutan?" Ucap Miza menenangkan suasana tempur Regi dan Kiara.
Disaat itulah mereka bisa tertawa kembali, bercanda, makan bersama,dan maih banyak lagi.
***
"Bunda Mola? Nyawa Kiara sekarang lagi terancam bun? Devil kemaren bilang kalo gak akan pernah ngelepas Kiara gitu aja?" Jelas Regi
__ADS_1
"Devil??? Siapa dia?" Tanga Mola kebingungan
"Devil yang pernah ngabisin nyawa Kak Verra Bun? Ma? Sekarang Kiara jadi inceran selanjutnya, dan Devil itu orangnya pinter, dia bisa ngeretas CCTV bahkan bisa ngebajak satelit! Jadi Regi bingung mesti kayak mana ini?" Jelas Regi
"Jadi dia yang ngebunuh Verra!?" Miza kaget.
"Jadi Kak Verra meninggal gara gara dibunuh?" Tanya Kiara yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Iya? Bukannya udah gue kasih tau waktu itu? Gue gak bisa jagain lu terlalu lama Ra? Gue juga manusia yang butuh istirahat dan bantuan orang lain? Gue gak bisa ngalahin Devil sendirian apalagi dia punya geng yang besar?" Ucap keluh Regi
" Udahlah? Kita kan bisa minta bantuan polisi? Kita jangan berfikir yang negatif dulu? Kita masih punya Allah yang insyaallah selalu jagain kita? Nasehat Mola kepada Regi dan Kiara.
"Iya bener tuh? Reg? Dah kamu gak usah cemas yaa?" Pinta Miza untuk membuat Regi tenang
"Iya Mama? Bunda?" Jawab ragu Regi.
Ting.......
Suara chat WA Kiara berbunyi , yang didalamnya Sarah memberi pesan
"Ra? Gue tau lu sakit? Tapi bisa gak lu bikinin angkatan kita cover buku? Sekalian buat ngeprint agenda agenda angkatan kita Ra? Gue harap lu bisa? Karena ini juga dari temen temen yang lain? Tenang masalah biaya aq yang urus??" Pesan Sarah.
Hanya melihat saja lalu Kiara memutuskan untuk sholat sunnah.
***
Hampir 3 minggu Kiara dan Regi dirawat dirumah sakit,akhirnya mereka bisa pulang kerumahnya masing masing , dengan keadaan sehat dan segar. Tanpa diketahui buku agenda yang harus dibuat oleh Kiara terlupakan dibenaknya,padahal buku agenda itu adalah buku yang sangat penting dalam perlombaan angkatan sekolah .
Hari mulai pagi, matahari bersinar,saatnya Kiara pergi untuk pergi kesekolah ditemani oleh Regi menggunakan mobilnya.
"Udah?"
Itulah yang selalu diucapkan pertama kali saat bertemu dengan Kiara.
"Udah Kok?" Jawaban Kiara yang begitu singkat
"Ada yang kelupaan gak?" Tanya Regi
"Enggak kok?" Jawab Kiara
"Hmm? Yaudah!?"
Lupa adalah salah satu ciri khas Kiara yabg melekat didirinya,lupa dari hal yang sepele,sampai lupa dengan masalah yang besar adalah Sifat Kiara.
__ADS_1
Dengan lupanya dia karena tidak membuatkan Buku agenda angkatan,dia menjadi bahan omongan disemua angkatan,sehingga dia disebut
Cedar pelupa....