
Re......? Re.......! Regi beneran kamu nih?" Kiara terkejut tidak percaya
"Siapa lagi donk kalo bukan?" Regi terkekeh
" kamu dah gede ya sekarang?" Puji Kiara
"Hhhh? Bisa aja lo?"
Regi menghela nafas
"Akhirnya....Bisa juga ketemu lu 4 mata"
"Hah? Emang mau ngapa?" Tanya Kiara penasaran
"Hmmm gak kok? Gue kangen ama lu Ra?"
"Iya donk? Aku kan ngangenin?"
"Iyah? Lu ngangenin!? Karena lo terlaku cantik dimata gue?"
"Iiiiiih muji apa apaan tuh?"
"Gombal!?" Ucap Regi sambil sedikit tertawa
"Hiiiiih apaan sih?"
"Iya serah deh Yank?"
Kiara menoleh tajam ke arah Regi
"Apa kamu bilang!? SAYANK!!" Ucap Kiara dengan nada tinggi
"Iya? Emang ngapa Yank?"
"Iiiiiiiih!? Jijik tau yank yank yank yank!? Aku tuh gak suka ya sama kamu, yang ada aku eneg deket deket ama kamu?" Ujar Kiara
"Hmmmm baper nih bidadariku!?"
"Iiiiih Regi..........! Jangan gitu ah! Malu tau diliat orang orang!?"
"Hhhh iya iya"
Regi menatap mata Kiara yang bersinar,seakan akan membawanya terbang ke angkasa,lalu Regi mengangkat tangannya kemudian mencolek pipi kiri Kiara
"Iiiiiiiih apaan lagi sih? Reg!!!!!!! Geli tau gak?"
"Geli........? Emang ada dicolek pipinya geli?" Tanya Regi
"Ada donk? Aaaah gak tau ah? Nanti aku aduin loh ke bunda biar kamu kena marah?"
"Oooh yaa? Silahkan bidadariku? Sekalian gue juga mau kerumah lo?"
"Lah ngapa kok ikut! Kan mau aku aduin ke Bunda!?"
"Aku mau bilang kalo Kiaranya yang baperan bunda?"
Kiara merengek menangis sengaja seperti anak TK yang diambil jajannya,lalu Kiara berlari menuju rumahnya dan meninggalkan Regi
"BUNDA!!!!" Teriak Kiara memanggil Mola
"Apa sayang......." Saut Mola memeluk Kiara
"Regi nih? Jahilin Kiara terus......!" Adu Kiara
"Hah? Regi!? Mana? Ajak masuk lah!?" Mola sambil mencari cari Regi
"Diluar Bun? Mau Kiara panggilin? Terus nanti marahin dia ya ya Bun?"
"Loh ngapa kok dimarahin? Janganlah kasian"
Kiara cemberut ,terpaksa mengajak masuk Regi yang masih diluar rumah
__ADS_1
"Reg? Masuk disuruh Bunda?" Ajak Kiara malas
"Oooh okey"
Mola pun langsung memeluk Regi dan memujinya, yang sekarang sudah berubah drastis.....
"Wiiiiiiih? Udah gede ya sekarang? Makin ganteng lagi???" Ucap Mola terkekeh
"Ah Bunda bisa aja?"
Mola hanya tertawa,sedangkan Kiara dalam kondisi cemberut karena Regi.
"Yaudah duduk dulu sana sama Kiara?"
"Ya Bun?"
Regi melihat lihat sekeliling kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas selempangnya.
"Ra? Maafin gue ya? Gue kan tadi cuma becanda? Masa dimasukin ke hati sih?" Perminta maaffan Regi
"Apaan sih!"
Tampak sekali Kiara ngambek,karena selalu diperlakukan seperti anak kecil oleh Regi
" Yaudah nih? Gue ada cokelat buat lu?" Sambil memberikan cokelat yang ia ambil ditasnya
Kiara menginginkannya,tapi dia tau bahwa dia pasti akan dijahili oleh Regi lagi,tapi apa boleh buat,karena nafsunya terlalu kuat dia pun menerima pemberian dari Regi.
"Makasih ya? Reg?"
"Hmmm iya ya?"
Regi menghela nafas meng scroll galerinya yang penuh dengan foto wanita.
"What! Banyak banget cewe kamu Reg?" Ucap Kiara yang ternyata dari tadi mengintip Regi
"Iiihh apaan sih? Bukan ini nih foto Kak Verra pas masih kecil?" Penjelasan Regi
"Iya Kak Verra yang sering ngajak main gua ama lo pas lo belum sekolah?" Jelas Regi untuk kedua kalinya
"Ooooh Kak Verra yang itu yaa? Sekarang dia dimana Reg? Aku dah lama gak denger kabar dia?"
"Lu gak tau kabar kak Verra sekarang?" Tanya Regi menatap mata Kiara
"Enggaklah?"
"Verra udah meninggal pas kamu masih kelas 1 MI sayang?" Penjelasan Mola yang datang membawa dua gelas teh
Kiara terkejut dengan kabar tersebut,karena Verra adalah orang yang selalu ada disaat mereka berdua sedang gelisah
"Ah masa sih Bun? Gak mungkinlah Kak Verra pergi secepet ini?" Ucap Kiara tidak percaya
"Lu malah gak percaya? Gue jga gak nyangka sih?" Ucap Regi sedih
"Meninggalnya gara gara apa Bun?" Tanya Kiara kepada Mola
"Aah? Kamu gak perlu tau tentang itu? Nanti kamu makin sedih loh sayang?" Jawab Mola tidak ingin memberi tau Kiara bahwa Verra meninggal karena dibunuh.
Mola pun mengelus elus kepala Kiara , sambil memeluk Kiara yang terlarut dalam kesedihan,"udah yah sayang? Gak usah sedih ? Verra juga pasti udah tenang disana ya?" Ucap Mola.
Karena Verra Regi dan Kiara bisa selamat dari kecelakaan mobil pada saat mereka berdua masih kecil,Verra adalah sosok pahlawan wanita bagi mereka,sosok yang selalu menjaga mereka,merawat mereka ,serta selalu menghibur mereka disaat mereka sedang sedih.Hmmm tapi semua itu tinggal kenangan.
Sebelum Verra meninggal, Verra memberi sebuah kartu yang didalamnya terdaoat sebuah simbol beruang.Regi tau bahwa simbol beruang itu adalah sebuah sekumpulan penjahat yang sudah lama meresahkan warga di Bandung dan juga Jakarta,mereka merampok bank,bahkan polisi dan TNI pun kualahan menangkap gangster tersebut,sehingga mereka masih berkeliaran disekitar Jakarta dan Bandung.
"Reg? Kak Verra meninggal gara gara apa?" Tanya Kiara
"Hah? Owh!"
Belumlah Regi menjawab, Mola langsung memotong pembicaraan
"Eh Regi? Kok kamu boleh sih bawa HP kesekolah?" Tanya Mola guna memotong pembicaraan Kiara dan regi sebelumnya.
__ADS_1
"Ooh ini? Pak kepala sekolah yang bolehin Bun? Karena ada alasan tertentu?" Jawab Regi sambil sedikit tertawa
Kiara menduga bahwa ada yang mereka sembunyikan darinya,sekarang kematian Verra masih dipikirkan oleh Kiara.
Mola pun pergi kekamar untuk menyetrika pakaian,dan inilah kesempatan Kiara untuk bertanya pada Regi.
"Regi? Kak Verra meninggal gara gara apa?" Tanya Kiara untuk kedua kalinya
"Hah?! Kayaknya lo bersikeras banget ya nanyain soal itu? Gue jawab diluar? Tapi janji jangan sedih dengernya"
"Iya iya"
Mereka berdua pun keluar rumah , Regi menceritakan semuanya dariawal hingga akhir,yang pasti Verra meninggal karena dibunuh.
"Hah! Kak Verra dibunuh!!" Ucap Kiara terkejut
"Dan ini, mungkin geng ini yang bunuh Kak Verra" Regi sambil menunjukkan kartu Beruang tadi
"Udah lapor polisi?" Tanya Kiara
"Gak perlu!" Jawab Regi,yang duduk disebuah batu besar
"Ngapa Reg?"
"Ini urusan gue ama dia?"
"Dia?madsudnya siapa dia?"
"DEVIL!!!"
"De...Devil??"
"Yah? Gue tau kalo yang bunuh Kak Verra itu Devil" Jawab Regi
Kiara pun berpikir apa yang Verra lakukan sehingga dia tega membunuh Verra dengan sangat sadis.
Regi teringat disaat saat terakhir melihat Verra,Regi melihat Kakak Angkatnya itu dibacok berkali kali hingga tewas.
"KAK VERRA!!!!!!" Teriak Regi melihat Verra yang sudah dipenuhi dengan darah.
Verra pun dalam kondisi terlutut sambil memegangi perutnya yang banyak mengeluarkan darah,kemudian Regi berlari dan langsung memeluk Verra dengan sangat erat.
"Kak? Dia siapa? Kak!" Sambil melihat ke arah Devil yang saat itu menggunakan topeng beruang dan jaket hitam.
Verra terbaring , sebisa mungkin menjawab Regi " Re.... Regi? Kakak sayang banget sama kamu??" Jawab Verra kemudian memberikan kartu DEVIL.
Verra pun tidak sadarkan diri, menghirup nafas terakhir pada saat itu juga.
"Hhhhhh? Adegan yang dramatis!" Ucap Devil sambil melepaskan topengnya.
"Regi prasmana? Adik Verra yang sangat Verra sayangi? Apa kabar? Gue DEVIL? Kapten dari THE BLACK BEARS kalo lu mau ikut gue? Silahkan....? Jangan nangis!?? Lu mau balas dendam silahkan? Sekarang lu boleh cium Verra sepuas lo? Karena Verra udah mati! Dan gadis kecil yang suka lo jahilin juga bakalan gue habisin! Termasuk lo!! Tapi santai! Bukan sekarang!? Gue bakalan tunggu gadis kecik itu sampe dia kelas 7 SMP! Dimanapun dia berada? Bakalan gue habisin!!" Ucap Devil sambil menjilat pisau bekas tusukan Verra yang berdarah.
Terlihat ada luka dipipi kanan Devil,mungkin itu adalah bekas dia bertempur dengan polisi.
Regi memegang tangan Kiara , kemudian mengeluarkan air mata
"Ra? Inceran selanjutnya adalah Lo? Gue gak mau lu mati ditangan dia?!" Ucap Regi sambil memegang kedua tangan Kiara
"Madsudnya apa? Aku mau dibunuh sama orang itu?"
"Iyah? Kalo lu lapor polisi? Lu bakalan ngerepotin mereka! Polisi gak bakalan bisa ngejagain lo? Gue gak tau harus ngapain?" Ujar Regi menghapus air matanya
"Dah Reg? Gak mungkinlah? Kita pasrahin aja ke ALLAH ya? Aku yakin Allah selalu ada disamping kita?" Nasehat Kiara kepada Regi
"Ya? Lu hati hati aja yaa? Tetep sama gue?"
Kiara pun hanya mengangguk , kasihan melihat Regi yang menangis seperti itu, Kiara pun mengajak masuk Regi, untuk menenangkan Regi dirumahnya.
Semua yang Verra lakukan akan selalu dikenang dalam oleh keluarga Kiara dan keluarga Regi,karena mereka berhutang budi kepada Verra karena sudah menyelamatkan hidup Kiara dan Regi.
Terkadang kita membutuhkan seseorang untuk menjadi penghibur kita, dia adalah orang yang selalu menyayangi kita disaat apapun, sopan terhadap orang tua.
__ADS_1
Bersambung......