King Of Multiverse

King Of Multiverse
Bab 13 : Sang Penguasa Lautan, Dewi Mazu


__ADS_3

Untuk memastikan siapa identitas sebenarnya dari energi tersebut, salah satu untuk memastikannya yaitu sesuatu yang ada di dalam peti mati itu, sun yi pun berjalan menuju peti matinya, ketika sun yi sampai di depan peti mati tersebut, sun yi pun terdiam seperti seorang yang tidak mempercayai dengan apa yang ia lihat.


Saat ini di depan mata sun yi tepatnya di dalam peti mati tersebut, ada seorang gadis dan juga terlihat sangat cantik menggunakan gaun merah dan ada corak biru pada gaun nya yang sedang terbaring di dalam peti mati itu, di lihat dari usianya mungkin hanya terpaut beberapa tahun dari umurnya sun yi.


Sun yi terlihat seperti orang yang syok, bingung, dan perasaan yang campur aduk, ia ingin menanyakan siapa gadis tersebut, namun di saat sun yi kebingungan longjin pun angkat bicara seolah-olah ingin menjelaskan sesuatu ke sun yi.


"Tak ku sangka, ternyata energi yang selama ini bersamaku di dalam batu alam semesta yang menyegel ku dan sekarang sudah menyatu ke dalam jiwa si bocah sun yi, merupakan sosok jiwa dari dewi air mazu". Ucap longjin yang seolah seperti mengidentifikasi identitas si energi tersebut.


Ketika sun yi mendengarnya, ia pun terkejut dan tidak ingin mempercayainya, dewi mazu merupakan dewi air yang yang menjaga para nelayan ketika mereka berpergian untuk memancing ikan, namun kalau dia marah akan menyebabkan tsunami dan membuat gunung berapi yang berada di dasar laut meletus, dewi air mazu juga selalu menggunakan gaun berwarna merah yang memiliki corak biru pada gaunnya.


"Apa yang senior katakan, bahwa gadis ini merupakan seorang dewi air mazu, apakah itu benar ?". Tanya sun yi ke longjin yang mencoba ingin memastikan kembali soal identitas gadis di peti tersebut.


"Seseorang yang memiliki penjaga seekor monster kraken, kalau bukan mazu siapa lagi, bahkan seluruh penghuni laut harus patuh kepadanya, tidak ada seorangpun yang berani menentang perintahnya di lautan ". Jawab longjin untuk memperjelasnya lagi.


Sun yi juga tahu akan hal ini, dewi mazu adalah penguasa lautan, bahkan 5 raja laut semuanya tunduk di bawah perintahnya salah satunya raja naga laut timur, ketika sun yi sedang mencerna penjelasan dari longjin, energi yang tadi terdiam sembari memandang tubuh dewi mazu, tiba-tiba ia bergerak seperti ingin memasuki tubuh dewi mazu.


Terlihat saat ini energi tersebut seolah ingin mengambil tubuh dewi mazu, ternyata tebakan longjin memang benar energi yang selama ini bersama dirinya dan sun yi sebenarnya jiwa dari dewi mazu, sun yi melihat bahwa sisa jiwa dewi mazu ingin memasuki tubuhnya.


Ia tidak mencoba untuk menghentikannya begitu juga kraken yang di samping peti mati tersebut, setelah sisa jiwa dewi mazu memasuki tubuhnya, tiba-tiba matanya yang sebelumnya terpejam, saat ini terlihat sedang membuka matanya.


Lalu dewi mazu pun bangkit dari peti mati tersebut, dia melihat kanan kiri dan segala arah untuk memastikan keadaanya, kemudian setelah memastikan keadaanya dia pun mengarahkan pandangannya ke sun yi.


Sun yi yang melihat bahwa dewi mazu melihat ke arahnya, ia merasa gugup, canggung dan ada rasa sedikit takut, bagaimana sun yi tidak merasakan hal itu, secara di depannya saat ini adalah sosok seorang dewi yang merupakan penguasa lautan.


Disaat sun yi merasa tidak tahu harus berbuat apa, ketika ia dipandang oleh dewi mazu, namun tiba-tiba dewi mazu berbicara kepada sun yi,


"Terima kasih". Ucap dewi mazu ke arah sun yi, namun suaranya sedikit serak.


Sun yi yang mendengar apa yang barusan di ucapkan dewi mazu kepadanya, ia merasa terkejut atas ucapannya dewi mazu, ia tidak menyangka bahwa saat ini seorang dewi penguasa lautan mengucapkan kata "terima kasih" kepadanya.


Namun kalau di pikir-pikir kembali sun yi memang pantas mendapatkan kata "terima kasih" dari dewi mazu, karena berkat dirinya dewi mazu bisa menemukan tubuhnya, setelah terdiam sesaat sun yi pun merespon ucapan dari dewi mazu.

__ADS_1


"Mmm, anu tidak masalah, anda tidak perlu berterima kasih kepada saya". Jawab sun yi yang terlihat gugup bahkan pembicaraannya sangat sopan.


Dewi mazu yang melihat perilaku gugup sun yi, dia sedikit tersenyum melihatnya, dia tahu identitas dirinya seorang dewi, namun itu hanya sebuah gelar saja baginya, dia hanya ingin di perlakukan seperti halnya sun yi memperlakukan longjin.


Dewi mazu yang tak tahan melihat sikapnya sun yi canggung begitu, ia pun berdiri dari peti matinya dan keluar lalu menghampiri sun yi, sun yi yang melihat dewi mazu mendatanginya, tanpa sadar ia mundur beberapa langkah, seolah seperti menghindar.


Ini seperti terbalik, dulu sun yi ingin sekali dekat dengan dewi mazu, ketika dewi mazu masih berupa jiwa, namun sekarang di saat dewi mazu mencoba mendekati sun yi, malahan sun yi yang terlihat menjauh.


Sun yi bukannya ingin menjauh, hanya saja energi yang ingin dia dekati dulunya, ternyata seorang dewi penguasa lautan, bagaimana sun yi tidak terlihat canggung, kalau masih berupa energi dan belum mengetahui identitasnya, mungkin saat ini sun yi sudah mendekati dewi mazu.


Melihat sun yi seolah ingin menghindari dirinya, dewi mazu terlihat sedikit sedih, kemudian entah kenapa kraken yang menyadari majikannya sedih merasa marah, seolah-olah dia mencoba ingin menghempaskan sun yi dengan tentakelnya.


Akan tetapi ketika kraken mencoba ingin menghempaskan sun yi, dewi mazu menyadarinya dan dia marah kepada kraken, kraken yang melihat dewi mazu marah, dia pun tidak berani melakukan hal yang ingin dia lakukan.


"Kenapa kau menghindari ku ? bukankah dulu kau ingin mendekatiku ketika aku masih berupa jiwa ?". Tanya dewi mazu kepada sun yi dengan wajah sedih.


Sun yi yang mendengar ucapan dewi mazu hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa, ini pertama kalinya sun yi bertemu seorang dewi, selama ini dia hanya pernah mendengar tentang para dewa-dewi, namun saat ini tepatnya di depan matanya ada sosok dewi yang merupakan penguasa lautan.


"Kenapa kau diam ? apakah karena identitasku seorang dewi, makanya kau tidak ingin mendekatiku dan memilih menghindar ?". Tanya kembali dewi mazu ke sun yi sembari mendekat ke arah sun yi yang terlihat bengong.


Sun yi pun kaget melihat dewi mazu yang mendekat dan tepat didepannya, hanya berjarak 2 meter saja dari sun yi berdiri saat ini, sun yi lagi-lagi mencoba mundur beberapa langkah kebelakang, namun kali ini dewi mazu menghentikan langkahnya sun yi dengan menarik tangannya, kali ini sun yi tidak bisa menghindar lagi, karena tangannya di pegang erat oleh dewi mazu.


"Aku tidak bermaksud untuk menghindar, hanya saja...". Jawab sun yi yang masih bingung harus berkata apa.


"Hanya saja apa ? cukup... aku tidak ingin mendengar apa yang kau katakan, aku hanya ingin kau bersikap biasa saja terhadapku, layaknya kau berbicara sama si tua bangka itu". Ucap dewi mazu kepada sun yi yang mencoba menjelaskan keinginannya.


Longjin yang selama ini diam tiba-tiba ikut bicara,


"Apa yang kau katakan ? siapa yang kau maksud dengan "si tua bangka". Ucap longjin yang terlihat marah dan tidak terima ucapan dari dewi mazu terhadap dirinya.


"Apakah kau mendengar seseorang berbicara ?". Tanya dewi mazu kepada sun yi yang seolah-olah tidak mendengar ucapan longjin.

__ADS_1


"Kau...". Longjin yang sangat marah.


Sun yi yang melihat ini tidak bisa menahan senyumnya, ia tidak pernah menyangka akan mendengarkan percakapan seperti ini, di sini sun yi menjadi tambah rileks, ia melihat dewi mazu tidak terlihat menakutkan seperti halnya identitasnya sebagai seorang penguasa lautan.


Saat ini dewi mazu juga menyadari, bahwa sun yi terlihat rileks dan tidak seperti sebelumnya, akhirnya dia sukses membuang rasa canggung sun yi terhadapnya, ini semua berkat longjin yang berperan sebagai perantaranya.


Longjin tidak menyadari maksud dari dewi mazu, dia disini malah tambah marah melihat sun yi tersenyum, seolah-olah sun yi ikut-ikutan mengatakan bahwa dirinya "si tua bangka" itu.


"Bocah... kenapa juga kau tersenyum ? apakah kau mengakui omongan gadis yang ada di depanmu ? kau pikir dia terlihat muda, namun itu hanya tubuhnya saja yang terlihat muda, tapi sebenarnya dia juga seorang monster tua yang sudah hidup lama". Ucap longjin yang balik mengatakan dewi mazu.


Dewi mazu yang mendengar ucapan longjin sangat marah,


"Kau tua bangka, kalau berani keluar dari dalam jiwanya sun yi, kebetulan aku sudah lama tidak menggunakan kekuatanku lagi". Ucap dewi mazu yang juga terlihat marah kepada longjin.


"Bukannya aku tidak ingin keluar, hanya saja saat ini kekuatanku sangat lemah, ketika terakhir kali mencoba membantu bocah sun yi untuk mengendalikan feng lang". Jawab longjin.


"Seandainya juga jika kekuatanku tidak lemah seperti saat ini, kalau aku keluar dari jiwanya sun yi, tempat ini akan hancur dan tidak ada tempat yang bisa menampung tubuhku". Lanjut longjin seperti sedang membuat alasan.


"Jangan banyak alasan, kau juga bisa berubah menjadi manusia tidak harus menggunakan tubuh aslimu, oh jangan-jangan... kau tidak ingin di ketahui bahwa kau memang terlihat sangat tua, ketika kau menggunakan wujud manusia". Ucap dewi mazu seolah-olah mencoba ingin memprovokasi longjin.


"Kau... dasar monster tua". Jawab longjin yang balik mengatai dewi mazu.


Dewi mazu yang ingin membuat longjin marah, malah sebaliknya dia yang marah, namun ketika longjin dan dewi mazu bertengkar, sun yi yang selama ini hanya diam dan cuman memperhatikan perdebatan mereka, akhirnya ia berbicara.


"Sudah, sudah... apakah kalian tidak malu bertengkar seperti ini, melihat identitas kalian yang begitu luar biasa, memperdebatkan hal yang tidak penting, mendingan kalian akur saja dan itu terlihat lebih baik". Ucap sun yi yang mencoba menghentikan pertengkaran mereka.


Longjin dan dewi mazu mendengar ucapan sun yi tiba-tiba terdiam, sebenarnya dewi mazu tidak ingin melakukan hal yang tidak berguna seperti ini, hanya saja dia ingin membuat sun yi tidak terlihat canggung lagi terhadapnya, dia hanya sengaja memancing longjin untuk membuat percakapan yang terlihat konyol agar sun yi semakin rileks kepada dirinya.


"Sun yi benar, tidak ada gunanya berdebat dengan naga tua itu". Ucap dewi mazu seolah ingin melanjutkan ejekannya ke longjin.


"Tunggu saja kau nenek tua, kalau kekuatan ku pulih, aku akan mendatangimu dengan sendirinya". Jawab longjin yang seolah merespon ejekan dari dewi mazu.

__ADS_1


Sun yi melihat ini hanya bisa geleng-geleng kepala, apakah mereka tidak malu dengan identitas mereka yang bukan makhluk sembarangan bertengkar di depannya, namun pada akhirnya mereka pun tenang juga.


__ADS_2