
Kedua orang yang tersisa melihat hal ini terdiam dan tidak percaya apa yang mereka lihat, mereka juga melihat sun yi tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang temannya yang mencoba untuk membunuh sun yi.
Ini pertama kalinya mereka melihat skill seperti itu, seolah seperti sedang berteleportasi, kalau seperti ini mereka tidak bisa tinggal diam lagi,
"Kita tidak bisa melawannya kalau sendirian, kita serang bersamaan". Ucap mereka dengan kesepakatan.
Sun yi menyadari bahwa keduanya menyerang dirinya bersamaan, disini sun yi kembali menggunakan skill accel untuk menghindari serangan mereka, tapi kali ini sun yi tidak muncul di belakang mereka melainkan muncul di depan salah satu di antara keduanya,
"Dragon grip". Ucap sun yi sambil mencekram leher salah satu di antara mereka.
Yang satunya melihat ini tidak tinggal diam, dia mencoba membantu untuk melepaskan cengkraman tangan sun yi dari leher temannya, tapi ketika yang satunya mencoba membantu sembari melancarkan serangan ke arah sun yi,
"Wind sword". Ucap si pembantu yang tersisa.
Kali ini sun yi tidak menghindari serangan lawannya, tapi mengarahkan tubuh musuhnya yang di cengkram sun yi ke arah serangan yang di lancarkan teman musuhnya, bab tameng daging yang siap untuk menghadang laju serangan lawan.
Ketika dia tahu bahwa sun yi mengarahkan tubuh temannya ke serangan yang dia lancarkan, dia tidak bisa melakukan apapun karena serangan sudah di keluarkan, naas temannya pun terkena serangannya dan mati di tempat.
Setelah itu sun yi pun mengambil jiwa yang ada di tubuh musuhnya yang terkena serangan tersebut dan mencoba untuk menghancurkannya, kalau tidak segera di hancurkan jiwanya akan kembali ke dunia nyata atau bumi dan dia pun selamat.
Walaupun musuhnya tadi terkena serangan dan terlihat mati, tapi kalau jiwanya masih ada dia akan tetap di nyatakan selamat, oleh sebab itu kalau ingin membunuhnya harus segera menghancurkan jiwanya dan juga akan mendapatkan energi untuk menaikan levelnya.
Melihat sun yi kembali memegang jiwa temannya dan juga menghancurkannya, pembantu yang tersisa sangat marah tapi ada rasa takut juga kepada sun yi, dia tidak percaya dengan kekuatan yang di miliki sun yi yang awalnya level 1 sekarang dengan membunuh kedua temannya bertambah jadi level 8.
Dari level 1 saja dia bisa membunuh salah satu dari mereka, apa lagi sekarang level 8 dan tinggal dirinya yang tersisa, merasa tidak yakin untuk bisa melawan sun yi, si pembantu yang tersisa tidak ingin lagi melanjutkan untuk melawan sun yi, lalu dia mencoba untuk kabur dengan menggunakan jimat logout paksa.
Ketika kita lagi dalam pertempuran, untuk logout secara manual tidak bisa di lakukan, akan ada larangan untuk logout di dalam pertempuran dengan manual, namun ada cara untuk biasa logout di dalam pertempuran yaitu dengan cara menggunakan jimat logout paksa.
Sun yi yang menyadari bahwa si pembantu tersisa ingin menggunakan jimat logout paksa, sun yi tidak bisa tinggal diam, kemudian sekali lagi menggunakan skill accel nya untuk muncul di depan si pembantu yang tersisa,
"Apakah kau sudah minta izin dariku untuk kabur dengan menggunakan jimat logout paksa ?". Ucap sun yi yang tiba-tiba saja muncul di depan si pembantu.
Melihat kehadiran sun yi yang tiba-tiba saja muncul di depannya, dia tidak lagi ragu untuk menggunakan jimat logout paksa nya, namun ketika dia mencoba untuk mengaktifkan sudah terlambat, sun yi langsung meraih tangan si pembantu yang memegang jimat logout paksa,
"Dragon grip".
"Aku sudah bilang, kau belum minta izin untuk kabur dariku". Ucap sun yi sekali lagi ke si pembantu sambil mencekram tangannya dengan skill dragon grip.
"Kau sebaiknya menyusul teman-teman mu yang sudah mati,
"Dragon spear".
Sun yi tidak memberi ampun ke pembantu yang tersisa, dengan skill dragon spear sun yi menusuk dada si pembantu dan mengambil jiwanya dan kemudian menghancurkannya, sekali lagi sun yi pun mendapatkan energi dari jiwa tersebut dan naik level 10.
Akhirnya ke tiga semut yang mengganggu sun yi semuanya mati dan hanya meninggalkan tubuh avatar mereka, tinggal 2 orang lagi yang tersisa yaitu duan li dan duan meng yang lagi melawan feng lang.
Namun sebelum sun yi datang membantu feng lang, ia tidak lupa mengambil jarahan yang ada pada ketiga pembantu yang mati, disini sun yi periksa satu persatu tubuh avatar ketiga pembantu
Di tubuh pertama, sun yi mendapatkan jimat logout X1, obat kenaikan level X5, pedang biasa level 2 X1 dan 200 crypto.
__ADS_1
Di tubuh kedua, sun yi mendapatkan jimat logout X1, obat penyembuhan tingkat rendah X7, dan 230 crypto.
Di tubuh yang ketiga, sun yi mendapatkan jimat logout X1, book skill (unidentified) X1, dan 300 crypto.
"Wow lumayan juga dapat jimat logout X3, obat kenaikan level tidak berguna buatku, tapi kalau di jual lumayan juga, obat penyembuhan tingkat rendah ini lumayan ketika saat di butuhkan, ya walaupun hanya tingkat rendah setidaknya bisa membantuku untuk bertahan hidup dalam keadaan kritis, senjata biasa level 2 lumayan sekarang aku akhirnya memiliki senjata, tapi buku skill yang belum teridentifikasi ini lah yang paling berharga". Ucap sun yi yang sibuk melihat-lihat hasil panennya.
"Ini buku yang belum teridentifikasi berwarna hitam sangat langka, tapi sayangnya ini mengandung kutukan, namun kalau berhasil di identifikasi dijamin akan mendapatkan skill yang bagus, terbukti di kehidupanku sebelumnya, ada seseorang dari ras suci yang berhasil mengidentifikasinya dan mendapatkan skill yang langka".
"Pembantu ini tahu kalau barang berharga harus di simpan sendiri dan tidak di serahkan ke keluarga duan, tapi berkat keserakahan nya, aku jadi yang mendapatkannya hahaha". Ucap sun yi yang terlihat sangat bahagia.
Omong-omong, book skill (unidentified) merupakan buku skill yang di dapatkan dari membunuh monster unik, namun tidak mudah untuk mendapatkan skill book pada monster unik, karena ada perbandingan untuk mendapatkannya yaitu 1:100, juga monster unik muncul sangat jarang dan hanya monster unik level 50+ yang akan menjatuhkan book skill.
Book skill (unidentified) juga di bagi beberapa warna, dari yang terendah putih, hijau, biru, kuning, orange, ungu, dan merah, untuk book skill (unidentified) warna hitam tidak termasuk di peringkat karena, yang berwarna hitam mengandung aura kutukan.
Walaupun ia tidak termasuk dalam peringkat alasan karena mengandung kutukan, namun jika kita berhasil mengidentifikasikan nya, jaminan untuk mendapatkan skill yang langka sudah di pastikan.
Namun jika kau ingin mengidentifikasi buku berwarna hitam tidaklah mudah, harus menguasai life skill dan anti curse, kalau tidak ada kedua skill ini tidak akan bisa mengidentifikasi book skill (unidentified) warna hitam.
Untuk mendapatkan life skill, kau harus ke dunia nya para elf dan kutukan harus ke dunia para iblis, oleh sebab itu tidak mudah bagi kita untuk mengidentifikasi buku skill berwarna hitam, makanya si pembantu ini belum juga mengidentifikasikannya.
Selain itu untuk mengidentifikasi buku skill harus di lakukan oleh para sarjanawan, yang dimana profesi ini tugasnya mengidentifikasi sesuatu seperti, buku skill, senjata, jirah, dan lain-lain.
Selama itu sesuatu yang belum teridentifikasi para sarjanawan lah yang bertugas untuk mengidentifikasikan nya, makanya si pembantu belum juga mengidentifikasi buku skill yang dia dapatkan.
Di kehidupan sebelumnya, sun yi selain belajar sebagai alkemis, dia juga menyempatkan diri belajar sebagai sarjanawan dan berhasil mencapai level 7 dan alkemis nya level 8
Walaupun sun yi bisa belajar skill sarjanawan dari pengalaman di kehidupan sebelumnya, namun ia belum belajar life skill dan anti curse, juga sarjanawan di bagi menjadi level 1 sampai 9, untuk mengidentifikasi suatu benda harus sesuai level benda dan level para sarjanawan itu sendiri.
Contohnya ada senjata (unidentified) level 5, harus di lakukan oleh para sarjanawan level 5 atau lebih, kalau di bawahnya bisa namun akan ada pengurangan 20% tiap levelnya, misalkan sarjanawan level 4 ingin mengidentifikasi senjata level 5 suksesnya hanya 80% dan level 3 60%, level 2 40% dan level 1 20%.
"Mmm buku berwarna hitam ini hanya level 3, walaupun untuk saat ini skill sarjanawan ku hanya level 1, tapi sebelum itu life skill dan anti curse aku belum mempelajarinya, kalau ada kesempatan aku akan menyempatkan diri ke pelelangan, siapa tau ada yang menjual life skill dan anti curse di sana". Ucap sun yi yang sembari berharap untuk meyakinkan dirinya.
Setelah semua jarahan di ambilnya, sun yi pun kembali untuk membantu feng lang, ya walaupun sun yi tidak khawatir kepada feng lang, tapi sun yi tidak ingin duan li dan duan meng mati, sebelum kekuatannya cukup untuk melawan keluarga besar ras manusia.
Kemudian sun yi pergi menuju feng lang dan 2 anggota keluarga duan yang sedang bertarung, ketika sun yi sampai di tempat feng lang, benar saja mereka tidak bisa melawan feng lang, namun disini feng lang terluka, sepertinya mereka menggunakan sesuatu yang mampu melukai feng lang, melihat ini sun yi pun bergegas mendatangi feng lang dan membantunya.
"Hahaha dasar monster, lebih baik kau menyerah segera dan jadilah tungganganku". Ucap si duan meng yang terlihat merendahkan feng lang
"Kau sebaiknya berhenti berharap bocah itu selamat, mending kau ikut dengan kami dan aku akan menjamin bahwa kau akan sejahtera jika kau mengikuti kami". Ucap duan li yang begitu sombong.
Feng lang hanya mengerang marah mendengar omongan mereka, lalu sun yi pun tiba-tiba muncul di belakangnya duan meng,
"Kakak tolong aku". Teriak duan meng sembari minta tolong ke duan li.
"Kau... kenapa kau bisa kemari ? kemana mereka". Ucap duan li sembari menanyakan ketiga pembantunya dengan rasa tidak percaya dan sedikit ketakutan.
Duan li takut bahwa duan meng akan di lukai oleh sun yi, apa lagi sun yi yang tiba-tiba muncul entah darimana dan tiba di belakang adiknya, juga saat ini sun yi sudah level 10 dan yang membuatnya takut lagi bahwa ketiga pembantunya mati di bunuh oleh sun yi, ini membuktikan bahwa saat ini sun yi sekarang levelnya 10.
Duan li juga berpikir sun yi yang awalnya level 1, mampu membunuh ketiga pembantunya yang berada di level 15, ini membuatnya merasakan takut, level 1 aja bisa melawan ketiga pembantunya apa lagi sekarang level 10, di tambah duan meng ada di tangannya.
__ADS_1
"Menurut kau bagaimana soal ketiga pembantu yang kau suruh untuk mengejar ku". Ucap sun yi dengan nada mengejek sembari mengarahkan sebuah pedang ke arah lehernya duan meng.
Sun yi bukannya pengecut dengan menawan duan meng untuk mengancam duan li, cuman dia tidak ingin melanjutkan pertarungan di antara mereka dan dia tidak ingin akan ada kecelakaan terjadi alias kematian kalau mereka melanjutkan pertarungan, sun yi tidak ingin berurusan terlalu dini melawan keluarga besar sebelum kekuatannya cukup untuk berurusan dengan mereka.
Oleh sebab itu hanya ini jalan satu-satu nya untuk mengakhiri pertarungan, dengan menawan duan meng sun yi bisa menghentikan duan li,
"Lepaskan adikku, jika kau berani lawan aku". Ucap duan li dengan sedikit provokasi, namun ada kepanikan di dalamnya.
"Eee... kau tawar menawar dalam kondisi dimana adikmu ada di tanganku dan kalau aku mau bisa saja untuk membunuhnya saat ini juga". Jawab sun yi dengan nada mengancam.
"Lalu apa yang kau inginkan". Tanya duan li ke sun yi sambil tersu tawar menawar dengan wajah marah.
"Serahkan semua barang yang kau miliki, termasuk kau juga". Jawab sun yi atas tawar menawarnya ke duan li sembari menyuruh duan meng untuk menyerahkan barangnya juga.
"Apa kau ingin merampok kami ?". Tanya duan li dengan kemarahan.
"Apakah aku harus mengulangnya kembali, apa yang sudah aku katakan ?". Jawab sun yi dengan lebih mengarahkan pedangnya ke leher duan meng.
"Baiklah... aku akan menyerahkan semua barang-barang ku, tapi sebelum itu lepaskan adikku". Ucap duan li untuk mengajukan tawar menawar kembali.
"Kau masih saja ingin tawar menawar". Balas sun yi dengan melukai lehernya duan meng, tidak terlalu dalam hanya goresan tapi terlihat lehernya mengeluarkan darah.
"Kakak...". Teriak duan meng sambil menangis.
"Kau... baiklah aku akan menyerahkan barang ku, kau seharusnya tahu bahwa kami berasal dari keluarga duan dan kau tahu apa yang di lakukan orang yang berani melawan keluarga kami". Ucap duan li sambil menaruh semua barangnya ke tanah.
"Apakah sekarang kau mengancam ku dengan menggunakan nama keluargamu ? Kau tahu kita sekarang ada di mana, walaupun aku membunuhmu keluarga duan mu tidak akan tahu siapa yang telah membunuh kalian". Balas sun yi sambil balik mengancam.
Mendengar apa yang dikatakan sun yi, duan li pun juga menyadari apa yang di katakan oleh sun yi, cuman dia ingin ada perubahan ketika dia menggunakan nama keluarganya, namun walaupun dia menggunakan nama keluarganya untuk mengancam sun yi, duan li tidak menyangka bahwa sun yi tidak takut dan malah mengancam balik dirinya.
Disini duan li hanya pasrah dengan semua yang terjadi, dia pun tidak lagi mengatakan sesuatu yang omong kosong lagi,
"Aku sudah menyerahkan semua barang-barang ku, sekarang lepaskan adikku". Ucap duan li dengan keadaan pasrah.
"Sepertinya belum semua barang mu kau serahkan, kertas di tanganmu juga serahkan kalau tidak...". Balas sun yi dengan mengancam lagi ke duan li sambil mendekatkan kembali pedangnya ke leher duan meng.
"Kakak...". Teriak kembali duan meng sambil menangis.
"Kau...". Ketidak berdayaan duan li dengan penuh rasa marah sembari menyerahkan peta yang ada di tangannya.
"Sekarang sudah semuanya ku serahkan barang-barang yang aku miliki, segera lepaskan adikku". Ucap duan li sembari menyerahkan semua barangnya ke sun yi.
"Sekarang giliran mu, serahkan semua yang kau miliki". Kata sun yi ke duan meng.
Disini duan meng tidak berbicara apapun, tidak seperti duan li, karena saat ini hidupnya ada di tangan sun yi, kemudian daun meng pun menyerahkan semua barangnya ke sun yi, setelah itu sun yi mengambilnya dan di masukannya ke dalam inventori nya.
"Bagus... sekarang pergi kau". Ucap sun yi sambil mendorong duan meng ke arah duan li.
Duan li pun langsung menangkap duan meng, terlihat duan li sangat marah dan dia tidak ingin tetap tinggal disana, dia segera membawa duan meng menjauh dari hadapan sun yi.
__ADS_1