
Gadis yang di depan sun yi saat ini adalah sun ni, adik perempuan satu-satunya sun yi.
"Selamat datang kak, terima kasih atas kerja kerasnya". Ucap sun ni dengan senyuman manisnya.
Sun yi yang sedang terdiam menunduk, ketika mendengarkan suara yang begitu lembut dan tenang, ia pun mengangkat kepalanya dan melihat adiknya yang berdiri tepat di depannya.
"Ada apa kak, kamu baik-baik saja kan ?". Ucap sun ni lagi dengan wajah khawatirnya.
Mendengarkan kekhawatiran adiknya, sun yi pun langsung sadar dari diamnya, ia pun segera menjawab ucapan adiknya,
"Kakak baik-baik saja, terima kasih sudah menyambut kepulangan kakak". Jawab sun yi dengan senyuman namun masih ada rasa penyesalan yang tak bisa di ucapkan dalam benaknya.
"Mmm, kalau begitu ayo cepat masuk, ngapain kakak masih di luar, ayah dan ibu sudah menunggu di meja makan, hari ini ibu masak makanan kesukaan kakak". Ucap sun ni yang sembari menarik tangan sun yi segera masuk kedalam rumah.
Sun yi yang melihat adiknya menarik tangannya, hanya bisa tersenyum melihatnya, sesampainya di dapur tepatnya di meja makan keluarga, sun yi tiba-tiba terdiam sejenak, karena ia melihat ayah dan ibunya.
Di kehidupan sebelumnya, orang tuanya meninggal disaat mereka mencoba menyelamatkan sun yi dan adiknya, ketika invasi ras asing yang besar-besaran, hingga di kategorikan pada tahap bencana.
Sun yi masih mengingat dengan jelas kejadian saat itu, dimana kedua orang tuanya terbunuh tepat di depan matanya sendiri dan kejadian ini membuat sun yi merasakan kebencian, kemarahan, kesedihan dan penyesalan yang luar biasa.
Namun dengan kelahiran kembalinya saat ini, ia akan bertekad untuk memperbaiki semuanya dan ia berjanji dalam hatinya untuk melindungi keluarganya.
"Ayah, ibu... ". Ucap sun yi dengan nada kesedihan.
Ayah dan ibunya bingung ketika melihat sun yi, mereka melihat bahwa saat ini sun yi menangis ketika memanggil mereka, seolah seperti seseorang yang lama tidak berjumpa.
Sun ni juga heran ketika melihat kakaknya menangis, ketika sun yi memanggil orang tua mereka, sun ni merasa kakaknya benar-benar berbeda, semenjak pertama bertemu di depan pintu, terlihat ada yang aneh dari kakaknya.
"Maaf... Aku hanya merasa merindukan kalian". Ucap sun yi sambil menyeka air matanya.
Ibunya yang sedari tadi sibuk menyiapkan makanan, tiba-tiba maju mendekati sun yi, ibunya juga merasa ada yang salah dari anaknya, karena perasaan seorang ibu lebih kuat dari siapa pun.
"Yi'er... Mungkin kamu lelah sehabis sekolah, sebaiknya kamu duduk dan makan dulu, ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, ada dumpling daging babi dan sayap ayam goreng kesukaanmu di meja makan". Ucap ibu sun yi sambil membawa sun yi ke tempat duduknya sembari segera menyuruhnya makan.
"Yi'er... Kalau ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman, katakanlah kami sebagai orang tua dan keluarga, akan selalu mendukungmu apapun itu". Ucap ayahnya sun yi yang sedari tadi diam.
"Aku tidak apa-apa ayah, aku hanya tiba-tiba merasakan rindu kepada kalian, tapi tidak ada maksud lainnya". Jawab sun yi dengan menjelaskan maksudnya.
Mendengar apa yang di katakan sun yi, ayah dan ibunya sun yi pun, hanya bisa diam dan tidak lagi menanyakan lebih lanjut, karena mereka tidak ingin membuat sun yi merasakan kecemasan lebih lanjut.
Kemudian, setelah percakapan yang cukup ambigu, mereka pun menikmati makanan yang sudah di siapkan di meja makan.
Di sini terlihat sun yi lahap memakannya, bukan karena ada makan kesukaannya, karena ia sudah lama tidak memakan masakan ibunya, ia sangat merindukan masakan dari ibunya.
Ibunya yang melihat sun yi makan begitu lahapnya, sangat senang melihatnya, di pikiran ibunya mungkin sun yi merasa lapar setelah pulang sekolah.
Setelah selesai makan, sun yi tidak lupa membawa mangkuk, piring dan sumpit bekas dia untuk di bawa ketempat puncucian, ia ingin berbakti lebih di kehidupan ini untuk orang tuanya, karena di hidupan sebelumnya ia tidak banyak berbakti ke orang tua, jadi ia memutuskan di kehidupan yang kedua ini, ia akan melakukan yang terbaik untuk keluarganya.
Setelah selesai mencuci, sun yi kembali kekamarnya, disini ia harus memutuskan apa yang harus ia lakukan untuk menghasilkan uang, agar dapat membeli mesin virtual dunia metaverse.
Sebelumnya ia sudah memikirkan apa yang harus ia lakukan, namun ia tidak tahu apakah ia bisa melakukannya dengan kekuatannya yang saat ini.
Ia sudah memikirkan untuk membuat potion penyembuhan, namun obat penyembuhan sangatlah berbahaya kalau harus di publikasikan, karena potion penyembuhan sangat langka di pasaran saat ini.
__ADS_1
Karena resep untuk membuat potion penyembuhan belum di temukan saat ini, di masa depan baru di temukan resep potion penyembuhannya.
Itu pun melibatkan beberapa penelitian oleh para alkemis ras manusia, sun yi termasuk di dalamnya, karena ia merupakan seorang alkemis tingkat tinggi kala itu.
Agar tidak mencurigai oleh petinggi manusia, sun yi tidak ingin menjual terlalu banyak, tapi kalau potion tingkat rendah mungkin tidak akan di perhatikan.
Potion terdiri dari 3 tingkatan, di antaranya tingkat rendah, sedang dan tinggi, efek tiap tingkatan pun berbeda, tingkat rendah hanya memulihkan 1/4, sedang 1/2 dan sedangkan tingkat tinggi menyembuhkan keseluruhan luka pada evlover
Jadi sun yi sudah memutuskan untuk membuat potion tingkat rendah untuk saat ini, ia pun bergegas mencari bahan untuk membuat potionnya.
Untuk bahan potion tingkat rendah sangat gampang di temukan, cuman butuh daun herbal tingkat rendah, inti monster level rendah dan air suci.
Herbal tingkat rendah sangat banyak di jumpai di pasaran dan harganya juga sangat terjangkau, untuk inti monster level rendah juga gampang di dapatkan, dengan memburu monster level kecil ada peluang untuk mendapatkannya, namun air suci ini sangatlah susah untuk ditemukan.
Tapi itu hanya berlaku buat orang yang tidak memiliki pengalaman, karena sun yi tahu cara mendapatkan air suci dengan mudah yaitu hanya bisa di dapatkan di dunia metaverse dan itu pun lokasi dimana air suci berada tersembunyi, hanya sun yi yang mengetahuinya untuk saat ini.
Di masa depan air suci terungkap, ketika ada salah satu evlover yang tidak sengaja menemukan air suci, kemudian dia pun melaporkan penemuannya ke para petinggi ras manusia, lalu dia mendapatkan penghargaan oleh para petinggi ras manusia atas penemuannya terhadap air suci.
Saat itu sun yi mengetahui dimana letak air suci berada, tapi untuk mendapatkan air suci, sun yi harus memasuki dunia metaverse, sementara ia tidak memiliki mesin metaverse.
Sun yi bingung harus bagaimana, ia harus memutar otaknya kembali, namun untuk saat ini dia ke pasar dulu untuk membeli bahan yang ada, sun yi pun pamit ke orang tuanya untuk pergi ke pasar.
"Ayah, ibu, aku mau kepasar sebentar, ada sesuatu yang harus aku beli". Ucap sun yi kepada orang tuanya.
"Baiklah... Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, segeralah kembali ya". Jawab ibunya sambil beres-beres sesuatu di dapur.
Ayahnya sun yi hanya diam, dia tahu bahwa anaknya seorang pria tidak perlu di batasi kemana ia mau pergi, selama itu tidak membahayakan dirinya, ayahnya selalu mendukung.
Mendengarkan apa yang di katakan ibunya dan melihat ayahnya tidak melarangnya, ia pun bergegas untuk pergi keluar, namun tiba-tiba sun ni menarik tangannya sun yi.
Melihat sun ni yang tiba-tiba menarik tangannya dan menanyai apakah ia boleh ikut, sun yi tidak tahu harus menjawab apa, ia hanya bisa melihat ke orang tuanya.
Namun ketika sun yi melihat ke arah orang tuanya, mereka hanya diam dan tidak mengatakan apapun, ini menandakan bahwa semua tergantung keputusan sun yi
Sebagai seorang kakak yang tidak ingin mengecewakan adiknya, ia pun mau tidak mau mengikuti keinginan adiknya.
"Baiklah.. tapi ingat jangan jauh dari kakak, kamu harus di samping kakak.. ok ?" Jawab sun yi dengan tegas ke adiknya.
"Siap kak..." Jawab sun ni dengan wajah bahagia.
Sun yi hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah adiknya yang sangat imut, sun yi paling tidak bisa mengecewkan adiknya, apa lagi mengingat kejadian di kehidupan sebelumnya, yang dimana ia jarang sekali menghabiskan waktu dengan orang tuanya dan adiknya.
Di tambah sikap imut adiknya, yang tidak bisa di tahan sun yi untuk menolak permintaannya, selama itu tidak membahayakan adiknya, ia akan selalu menuruti permintaannya.
Kemudian mereka berdua pergi ke pasar, mereka hanya berjalan kaki dari rumah, karena jarak pasar dari rumahnya hanya 1 km dan hanya membutuhkan 15 menit berjalan kaki.
Sesampainya di pasar, seperti biasa selalu ramai di datangi oleh pengunjung, banyak juga kios-kios berdiri di pinggiran jalan dan banyak barang, bahan, atau semacamnya yang di perlukan oleh para evlover.
Para pedagang juga banyak meneriaki barang dagangnya, sehingga bisa di dengar oleh calon pembeli yang membutuhkan barang yang di perlukan si pembeli.
Sun yi dan adiknya lagi menyelusuri kios-kios yang ada, sembari mencari bahan yang di perlukan oleh sun yi, sebenarnya ada bahan yang di butuhkan sun yi di kios sebelumnya yang ia lewati, namun ia masih ingi mencari hal yang lain terlebih dahulu, siapa tahu ada sesuatu yang berguna.
Kios demi kios pun terlewati, kemudian tiba-tiba sun yi berhenti di salah satu kios, dimana ia melihat suatu barang, yang membuatnya tidak mempercayai apa yang telah ia lihat.
__ADS_1
Karena di sini ia telah melihat batu hitam pekat yang mirip dengan batu yang di milikinya pada kehidupan sebelumnya, namun disini batu hitam tersebut tidak memiliki gambar naganya, hanya batu hitam pekat.
Tapi entah kenapa, sun yi merasakan ada sesuatu yang membuatnya ingin membelinya, ada sesuatu di dalam tubuhnya yang membuat ia untuk membelinya, tapi sun yi tidaklah panik atau curiga kenapa di dalam tubuhnya tiba-tiba merasakan ketertarikan dengan batu hitam pekat yang ada di depannya.
Kemudian sun yi pun meraih batu tersebut dan mencoba bernegosiasi dengan si pedagang mengenai harganya.
"Boss.. berapa harga batu ini". Tanya sun yi kepada si pedagan, sembari memegang batunya dan mengarahkannya ke si pedagang.
"Adik.. punya mata yang bagus, batu tersebut saya temukan di salah satu reruntuhan yang baru saja saya jelajahi dan harga batu itu hanya 100$". Jawab sang pedagan dengan senyuman.
"100$... Reruntuhan...". Ucap sun yi dengan nada kaget.
"Kenapa dik, apakah kamu ingin membelinya atau tidak". Tanya si pedagang dengan raut wajah tidak senang.
"Harganya terlalu mahal bukan... Hanya batu hitam seperti ini, di hargai 100$...". Jawab sun yi dengan nada memelas.
Mendengarkan apa yang di ucapkan oleh sun yi, si pedagang tiba-tiba terdiam, memang benar yang di katakannya, ia terlalu mahal memasang harga 100$, tapi karena melihat adik kecil di depannya tertarik, jadi dia langsung memberikan harga 100$, dia kira si adik di depannya ini bakalan langsung membelinya.
Memang benar batu ini dia dapatkan dengan kebetulan dan dia juga tidak tahu kegunaan batu tersebut, awalnya dia kira ketika mendapatkan batu tersebut akan menjadi barang yang bagus, ketika di identifikasi oleh pihak peneliti, namun ketika di identifikasi bahwa itu hanya batu hitam biasa, jadi iapun menyerah dengan batu tersebut dan menjualnya di kiosnya.
Tapi ketika melihat ada adik kecil yang tiba-tiba tertarik dengan batu hitam tersebut, dia langsung memikirkan mungkin adik ini sangat membutuhkan batunya, jadi dia langsung menyebutkan harganya dengan 100$.
Karena dia juga mengetahui bahwa batu tersebut tidak ada gunanya dan melihat bahwa adik di depannya ragu, seolah tidak ingin membelinya, si pedang pun membuat harga baru, dengan menyerahkan berapa harga yang di inginkan oleh sun yi.
"Adik begini saja, berapa harga yang kamu inginkan dengan batu ini". Tanya si pedagang kepada sun yi dengan senyuman.
Sun yi yang mendengar apa yang di katakan si pedang, ia pun merasakan rasa senang, karena harganya ia lah yang menentukan.
"Bagaimana kalau 10$, langsung saya bayar". Tanya sun yi dengan ekspresi tersenyum.
Mendengar jawaban sun yi yang menyebutkan harganya 10$, si pedagang sempat terdiam, seolah seperti merenungkan apakah ia terima atau tidak.
Dengan pertimbangan dan pikiran yang ada, si pedagang pun menerima tawaran sun yi, dia juga berpikir daripada tidak terjual dan dia juga mengetahui bahwa batu tersebut tidak ada gunanya, lebih baik di lepaskan saja selagi ada yang menawar dan membelinya.
"Baiklah.. adik bisa mengambilnya". Jawab si pembeli dengan senyuman.
Melihat negosiasinya yang berhasil dan mendapatkannya, sun yi pun sangat bahagia, ia pun segera menyerahkan uangnya dan mengambil batu tersebut.
"Terima kasih boss, ini uangnya...". Ucap sun yi dengan kebahagiaan.
Melihat keduanya sama-sama bahagia, transaksi pun berjalan dengan kebahagiaan juga, namun disini sun yi tiba-tiba bertanya ke si pedangan.
"Boss... Tadi anda mengatakan bahwa, anda menemukan batu ini di reruntuhan, kalau boleh tahu reruntuhan dimana ?". Tanya sun yi dengan ekspresi ingin tahu dan serius.
"Kenapa kau menanyakan dimana reruntuhannya, walaupun aku beritahu dimana, kau bakalan tidak tahu dan juga jangan bilang kau mau kesana ketika sudah mengetahuinya, tapi dengan kau masih muda dan belum terbangun bakatmu, jangan harap kau bisa kesana, tapi demi memuaskan keingintahuan mu, aku akan memberi tahu dimana reruntuhan tersebut, nama reruntuhannya yaitu graveyard 12th, reruntuhan kuburan para dewa". Jawab si pedagang.
Sun yi yang mendengar nama reruntuhan tersebut langsung kaget, karena ia tahu dengan jelas dimana reruntuhan graveyard 12th itu dan di kehidupan sebelumnya ia pernah kesana, namun kala itu reruntuhannya sudah kosong dan tidak ada lagi sesuatu yang perlu dicari, karena semua yang ada di graveyard 12th sudah di ambil semuanya oleh para evlover dan petinggi ras manusia.
Di saat itu, sun yi sudah berusia 25 tahun ketika menjelajahi graveyard 12th, namun di kehidupan saat ini, graveyard 12th baru di temukan dan tidak banyak para evlover memasukinya, dengan kata lain kalau sun yi menjelajahinya, ada kemungkinan dia menemukan sesuatu seperti batu pekat hitam ini.
Menyampingkan pemikirannya untuk menjelajahi graveyard 12th, sun yi harus menjadi seorang evlover terlebih dahulu dan membangkitkan bakatnya sebelum terjun langsung ke reruntuhan.
Setelah cukup lama mengobrol dengan si pedagang, sun yi pun dan adiknya melanjutkan kembali untuk mencari bahan yang di perlukan sebelumnya.
__ADS_1
Ia harus secepatnya menjadi lebih kuat, dengan pengalaman sebelumnya, ia sudah memiliki pandangan kedepan untuk menjadi lebih kuat segera mungkin.