
Setelah beberapa pertengkaran kecil antara longjin dan dewi mazu, suasana hening pun terlihat sesaat, menyadari hal yang canggung sun yi pun memulai pembicaraan,
"Dewi mazu, aku ingin bertanya mengenai hal yang menyebabkan jiwa dan tubuhmu bisa sampai terpisah, sehingga tubuhmu berakhir di sebuah dungeon ?". Tanya sun yi ke dewi mazu.
"Dungeon ? Apakah istanaku kau sebut sebuah dungeon ?". Jawab dewi mazu yang terlihat tidak suka bahwa istananya di sebut sebagai dungeon.
Sun yi mendengarnya jadi bingung, jelas ini sebuah dungeon ketika pertama kali memasukinya, namun kalau di pikir-pikir ini memang sebuah istana, dan yang jadi pertanyaannya, kenapa istana dewi mazu menjadi sebuah dungeon.
Pada dasarnya awal mula terciptanya dungeon di sebabkan, terjadinya pergesekan antar ruang yang menghubungkan antara dua dunia yang berbeda, tapi yang sebenarnya dungeon sendiri merupakan fragmen dunia yang terpisah dari dunia aslinya.
Seperti halnya istana dewi mazu saat ini, bisa jadi istana dewi mazu telah terpisah dari dunia aslinya dan berakhir di dunia metaverse, biasanya jika munculnya sebuah dungeon akan memicu gesekan pada ruang sehingga terbentuknya sebuah pintu dimensi yang disebut "warp".
Biasanya seseorang tidak akan bisa melihat sebuah warp dengan kedua matanya, hanya bisa di rasakan ketika seseorang melewatinya dan ketika orang itu melewatinya akan menyebabkan getaran pada tubuh orang tersebut.
Seperti sun yi di saat ia pertama kali memasuki dungeon di istana dewi mazu, ia tidak menyadari bahwa ia telah memasuki sebuah dungeon, makanya ketika sun yi memasukinya ia merasakan getaran pada tubuhnya dan ia malah mengira itu adalah arus air ketika melewati warp dungeon nya.
"Tapi kau tidak salah, saat ini istanaku terpisah dari duniaku, yang sekarang menjadi sebuah fragment dunia atau yang kalian sebut sebagai dungeon". Lanjut dewi mazu yang merasa sedih melihat istananya menjadi sebuah fragment.
"Maksud dewi, saat ini istana dewi terpisah dari dunia aslinya, yang menjadi sebuah fragment dunia yang biasanya kami sebut sebagai dungeon ?". Tanya sun yi yang memahami sesuatu hal yang baru.
Ini pertama kalinya sun yi mengetahui bahwa yang selama ini ia ketahui sebagai dungeon merupakan suatu dunia yang terpisah dari dunia aslinya, kalau dungeon merupakan fragment dunia yang terpisah dari dunia aslinya, lalu apa yang terjadi dengan dunia aslinya, sun yi menjadi tambah penasaran dengan apa yang terjadi dengan alam semesta, yang menyebabkan bermunculannya portal yang menghubungkan antar dimensi atau dua dunia yang berbeda.
"Bisa di bilang begitu, istanaku awalnya berada di dunia yang namanya blue sea world, namun entah kenapa bisa terpisah dari duniaku saat ini, tapi berkat ini juga aku bisa menemukan tubuhku". Jawab dewi mazu kepada sun yi.
"Ngomong-ngomong bisa tidak jangan memanggil dewi mazu, panggil saja aku mazu dewi hanya sebuah gelar bagiku, lagian sekarang aku merupakan bagian dari dirimu, karena bagiku lebih enak tinggal di dalam batu alam semesta daripada tinggal di dunia yang lagi kacau saat ini, benar tidak naga tua ?". Ucap mazu kepada sun yi sembari melemparkan pertanyaan ke longjin.
"Jangan tanya aku". Jawab longjin seolah seperti tidak mau menjawab pertanyaan mazu.
Mazu hanya tersenyum mendengarnya, dia tahu sifat dari longjin seperti apa, kalau dia setuju biasanya tidak ingin menjawab nya, disini terlihat bahwa mazu dan longjin seperti saling mengenal, namun ada sedikit dendam atau ketidaksukaan antara mereka.
Yang mazu katakan memang benar, longjin sebenarnya setuju sama ucapan mazu, tinggal di dalam batu alam semesta sangat nyaman, seolah-olah mereka berdua sudah terbiasa tinggal di dalamnya.
Lagian batu alam semesta sendiri merupakan asal muasal dunia, jadi menurutnya mereka di dalam batu alam semesta sama saja seperti tinggal di dunia luar, cuman yang membedakan batu alam semesta sekarang telah menyatu ke dalam jiwanya sun yi.
"Kalau maunya dewi seperti itu, mulai sekarang aku akan memanggil anda senior mazu, walaupun bagaimana anda lebih tua daripada saya". Ucap sun yi yang menyetujui keinginan mazu.
"Bisa tidak kau, jangan menggunakan kata "tua", bagaimana pun apakah kau melihat diriku seperti orang tua ?". Ucap mazu yang. sembari menyodorkan tubuhnya ke sun yi.
"Ini...". Sun yi yang tak berdaya ketika mazu menyodorkan dirinya ke sun yi.
Sun yi harus menyetujui apa yang di inginkan mazu, daripada mazu marah dan tidak suka kepada dirinya, mendingan menyetujui apa yang di inginkan mazu, kemudian longjin berkata,
__ADS_1
"Terima saja kalau kau memang sudah tua, lagian yang di katakan sun yi tidak ada yang salah, kalau kau memang monster tua". Ucap longjin yang seolah ingin membuat mazu marah.
"Kau tua bangka, jangan samakan aku dengan dirimu yang kenyataannya kaulah yang tua". Jawab mazu yang merasa tidak terima sama ucapan longjin.
Lagi-lagi mereka mulai bertengkar, sun yi melihat ini merasa tidak berdaya, ia jadi penasaran apa yang terjadi di antara mereka sebelumnya, sehingga mereka terlihat saling membenci satu sama lain.
"Daripada bertengkar seperti ini, lebih baik kita cari jalan untuk keluar dari sini, soalnya aku harus pergi mencari air suci". Ucap sun yi yang mencoba menengahi pertengkaran mereka.
Mazu yang mendengar ucapan sun yi, dia tiba-tiba menarik tangan sun yi, seolah ingin menunjukan sesuatu ke sun yi,
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan kepadamu sebelum kita pergi". Ucap mazu sembari menarik tangan sun yi sambil berjalan menuju ke suatu tempat
Sun yi hanya diam dan mengikuti apa yang akan di tunjukan mazu kepadanya, setelah sekian langkah mereka pun berhenti di tempat, terlihat saat ini di depan mereka ada sebuah pintu, sun yi bingung dengan apa yang mazu tunjukan kepadanya, kemudian mazu melangkah ke pintu tersebut dan membukanya.
Setelah pintu terbuka, terlihat saat ini di dalam ruangan tersebut terdapat banyak harta, sun yi melihat ini terkejut dan bersemangat ketika mazu menunjukan tumpukan harta di dalamnya.
"Ayo masuk, aku akan menunjukan sesuatu kepadamu". Ucap mazu sembari menarik tangan sun yi.
"Ini senior, kita mau kemana ?". Tanya sun yi yang masih terkejut melihat tumpukan harta di sekelilingnya.
"Kamu akan mengetahuinya ketika melihatnya nanti". Jawab mazu.
Mazu pun kembali menuntun sun yi ke suatu tempat di dalam ruangan harta, sun yi disini jadi tambah penasaran dengan apa yang ingin di tunjukan mazu kepada dirinya, kemudian mereka akhirnya berhenti kembali di depan sebuah peti.
Namun bukan itu yang ingin di tunjukan mazu kepada sun yi, tapi benda lain yang membuat sun yi terdiam dan tidak tahu harus berkata apa, sun yi sendiri tidak tahu benda apa yang di berikan mazu kepadanya.
Karena saat ini mazu memberikan sebuah logam hitam panjang kepadanya, ini pertama kalinya sun yi melihat benda seperti ini, walaupun ini terlihat seperti logam, namun bisa di bilang tidak terlihat seperti logam.
"Ini dia yang ingin aku berikan kepadamu". Ucap mazu yang sembari menyodorkan benda yang terlihat seperti logam berwarna hitam.
"Ini... benda apa ini senior ?". Tanya sun yi kepada mazu.
"Aku lupa memberitahukannya kepadamu, ini adalah senjata roh yang dimana ketika kamu menggunakannya akan di sesuaikan bentuk yang kamu inginkan, contohnya ketika kamu ingin dia berbentuk dagger, dia akan berbentuk dagger dan juga tidak memiliki syarat level untuk menggunakannya". Jawab mazu.
"Dan dia juga memiliki stat yang unik, tergantung jenis senjata yang akan kamu gunakan, di tambah stat nya akan meningkat seiring dengan meningkatnya levelmu nantinya". Lanjut mazu yang menjelaskan secara detail ke sun yi.
"Ini namanya senjata roh ? aku baru tahu ada senjata roh, setahuku senjata mythic lah yang paling tinggi tingkatnya, lalu senjata roh ada di tingkat berapa ?". Tanya sun yi yang penasaran.
Kali ini sun yi untuk pertama kalinya lagi mengetahui ada yang namanya senjata roh, bahkan di kehidupan sebelumnya ia belum pernah melihat senjata roh, apa lagi yang mampu berubah bentuk sesuai keinginan penggunanya.
Senjata di bagi beberapa tingkatan dari yang terendah common, uncommon, rare, epic, Legendary, unique, dan mythic, bukan hanya senjata tapi semua equipment yang ada memiliki tingkatan yang sama.
__ADS_1
"Bicara soal tingkatan, mungkin di atas mythic, wajar kau tidak mengetahuinya, karena senjata roh hanya bisa di dapatkan di dunia yang lebih tinggi, lupakan masalah dunia lebih tinggi, kau masih belum cukup kuat untuk mengetahuinya". Jawab mazu untuk meringankan rasa penasarannya sun yi.
Sun yi memahami apa yang di katakan mazu, ia lebih baik untuk sekarang secepatnya menaikan levelnya segera dan bisa menjadi cukup kuat, agar bisa menjelajahi alam semesta yang luas.
"Terima kasih senior mazu atas pemberian senjata roh ini, aku akan menjaganya dengan baik". Ucap sun yi ke mazu dengan rasa bersyukur.
"Sama-sama, tapi jangan panggil aku senior, panggil aku kakak mazu ok...". Ucap mazu yang membuat sun yi merasa tak berdaya.
Lagi-lagi mazu meminta hal yang tak bisa sun yi tolak lagi, hanya sebuah panggilan tak masalah selama itu tidak merugikan dirinya,
"Baik kak mazu... terima kasih atas senjatanya sekali lagi". Jawab sun yi yang sambil menundukkan kepalanya ke mazu.
Disini terlihat sun yi sangat bahagia dengan senjata barunya, apa lagi ini senjata yang bisa berubah bentuk sesuai keinginannya, ia tidak sabar untuk mencobanya, tapi sebelum itu mereka harus keluar dari dungeon ini.
"Bagus...itu lebih baik hahaha..". Jawab mazu yang sembari menepuk pundaknya sun yi dan terlihat sangat bahagia.
"Seharusnya nenek bukan kakak". Sahut longjin yang sedari tadi hanya menyimak di dalam jiwanya sun yi.
"Brengsek kau kakek busuk, tua bangka, naga peyot". Sahut kembali mazu yang mengeluarkan kata-kata yang membuat longjin sangat marah.
Lagian longjin selalu memulai pertengkaran duluan, seharusnya longjin memahami perasaan seorang wanita, ketika wanita di hina atau di jelek-jelekin, mereka akan membalasnya 10x lipat dari apa yang kita lakukan kepada dirinya.
"Tolong kalian sudah dewasa, apakah begini cara kalian dalam bersikap, lagian mulai sekarang dan seterusnya kita akan bersama, masa kalian akan terus seperti ini". Ucap sun yi yang membuat mazu dan longjin terdiam.
Sun yi harus bersikap tegas mulai sekarang, apa yang dikatakan sun yi juga ada benarnya, mereka akan terus bersama mulai dari sekarang dan seterusnya, kalau begini terus akan seperti apa nantinya.
"Aku akan mengalah untuk saat ini, demi bocah sun yi". Ucap longjin yang merasa tidak suka dengan mazu.
"Seharusnya aku yang bilang begitu". Sahut mazu atas ucapan longjin.
"Kita sudah selesai disini, saat nya kita keluar untuk melanjuti perjalanan". Ucap sun yi untuk mengalihkan pembicaraan.
"Bawa ini, ini sangat berguna untuk dalam meningkatkan statusmu". Ucap mazu sembari menyodorkan stone yang meningkatkan stat ke sun yi.
Terlihat sun yi di berikan masing-masing 100 stone stat yang berbeda, ada 100 str stone, 100 vit stone, 100 magic stone, 100 luck stone, melihat ini sun yi jelas sangat bahagia, dia kira setelah menyelesaikan dungeon tidak akan mendapatkan hadiahnya, toh dia tidak membunuh bos utamanya untuk mendapatkan hadiah dari menyelesaikan dungeon.
Seharusnya untuk mendapatkan hadiahnya, sun yi harus membunuh si kraken, tapi tidak bisa karena tidak cukup kuat, walaupun sun yi cukup kuat untuk membunuh kraken nya, ia tidak mungkin untuk membunuhnya, lagian kraken adalah penjaga peti mati mazu.
Dan juga ketika sun yi dan lainnya keluar dari dungeon istananya mazu, siapa yang menjaganya dari orang yang serakah kalau saja mereka menemukan dungeon istananya mazu, apa lagi saat ini banyak harta di ruangan harta di istananya mazu, namun dengan adanya kraken hal ini akan menjadi mudah.
Walaupun di ruangan harta terdapat banyak harta, sun yi tidak ingin menjadi serakah, ia tidak ingin meminta lebih dengan adanya bermacam stone meningkatkan stat sudah cukup baginya, lagian dia bisa datang kapan saja ke istana dewi mazu kalau dia mau di masa depan.
__ADS_1
Kemudian setelah berlama-lama di ruangan harta, mereka pun pergi dari ruangan harta dan keluar dari istananya dewi mazu, untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya yaitu menuju utara untuk mendapatkan air suci.