
Saya menulis cerita ini hanyalah fiksi, khayalan saya, itung itung menambah pengalaman memnabaca kalian, saya juga sangat apresiasi ke kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita saya, karena kalian masih membudidayakan membaca, saya apresiasi ke kalian yang masih stand bye di cerita ini dari awal sampai akhir, memberi dukungan saya, memberi arahan saran, kritik, untuk saya, dan juga saya akan lebih giat lagi menulis cerita ini.
Maap jika typo masih berserakan, saya hanya menulis ulum belum terlalu terlatih dan mahir, namun saya masih belajar untuk ke tahap yang terlatih dalam penulisan, nama took, tempat kejadian, dan lain lainnya, hanya khayalan saya, jadi jika ada kesamaan itu diluar kendali saya.
Saya sberharap apreasi kalian buat karya saya, komenan kalian membantu saya memperbaiki kata kata saya, like kalian membantu membangun semangat saya untuk terus menulis, vote kalian sangat membantu saya memperkenalkan karya saya di khayalak luar sanah, tips kalian membantu sedikit untuk uang kebutuhan saya. Tetap di kisah aaku aokey, jangan bosen bosen okey.
Happy membaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“cukup san, jangan kotorkan tangan mulus kamu hanya untuk orang bre***** kaya dia, dia ngga akan paham” menarik tangan Sandra menjauh dari dyto.
Sesampainya di loby Sandra menunggu dia mengambil mobil di parkiran rumah sakit, sesampainya di depan rumah sakit, Sandra dan dia pergi meninggalkan rumah sakit, di perjalanan semua hanya diam tanpa ada obrolan sama sekali, Sandra maupun dia tidak ada yang mau mengawali sama sekali.
‘ehm kondisi beginian yang sangat bikin aku kesel, aku ngga suka dengan kondisi yang beginian, mau mengawali aku tau dimas pasti akan diam saja jika sudah ada masalah seperti ini’gumam Sandra sambil melihat ke arah dimas.
__ADS_1
Dimas yang tau jika ada yang melihat dia”kenapa lihat wajah aku aja, aku tau aku ganteng, aku udah dari sanahnya ganteng heh”sambil mencolek dagu Sandra, dia tau Sandra dari tau melihatnya minta penjelasan namun dimas malas menjelasakannya jadi cuek ajalah.
“idih pd gila kamu, udah nyetir yang bener, ouh ya aku pulang cepat nanti kalo kamu ngga bisa jemput, ngga usah maksain jemput aku okey” menghadap ke dimas.
“ehmm”
Siang sudah datang semua orang yang melakukan aktifitas sudah istirahat, untuk mengisi perut sama dengan achel yang saat ini sedang makan siang di bantu suster, dia hanya bisa tiduran saya di kasur, jahitan bekas operasi masih basah itu yang mempersulit pergerakan.
“makasih sus, ouh ya sus perkiraan saya kapan ya bisa pulang, saya sudah bosen di rumah sakit aja, penngen suasanya lain”sambil memakan suapan terakhirnya kedalam mulutnya.
“okey nanti saya tanyakan ke dokternya, ini makannya sudah saya bawa dan ini obatnya, setelah ini saya pamit undur diri”pergi meninggalkan ruangan inap achel, sembari membawa napan bekas makan siang achel.
Sesampainya di depan sebuah rumah, achel tidak tau ini rumah siapa, namun teman temannya sudah membawa dia ke sinih, semua barang barang achel dari rumah sakit sudah di bawa masuk ke dalam, oleh kaum laki laki.
“he sebentar ini rumah siapa, ko kita asal masuk aja, ngapain kita ke sinih” menghentikan langkahnya, yang awalnya sudah di papah sama Sandra dan nindi
__ADS_1
“udah masuk aja dulu chel, nanti di dalam aku ceritanin okey”sambil memapah achel masuk ke dalam rumah yang entah tidak diketahui oleh achel sama sekali.
Sesampainya di dalam achel di tuntun duduk di ruang tengah, yang sudah rame dengan teman teman yang lainnya. Achel sampai saat ini masih bertanya Tanya ini rumah siapa, Sandra yang tau achel masih keder akhirnya angkat bicara.
“ini tempat tinggal kita yang baru chel, dan ini juga hasil teman teman kita patungan membeli rumah ini, jadi kita hanya bayar listrik aja chel, jadi diantara kita bebas mau nginep kapan aja di rumah ini, setelah semua nikah rumah ini akan di balik nama untuk menjadikan panti asuhan itu niat semuanya bagaimana?”ucap panjang lebar Sandra, achel yang sudah paham hanya beroh ria.
Semua yang di dalam bercanda tawa bersama, sambil memakan snack yang sudah di beli sebelum ke sinih, pertemanan mereka sudah sangat dekat,sampai sampai achel di baut cemburu dengan tingkah laku semua teman temannya.
“ihhh kalian mah malah pada asik sama pasanganya masing masing, dan kamu Sandra sama dimas udah deket aja udah ada hubungan belum nih, kalian boleh mesra mesraan tapi tau tempat dong, aku yang jomblo iri nih”mengerucutkan bibirnya ke depan menurut achel itu ekspresi cemberutnya dia.
Semua yang mendengar omongan achel pada ketawa sangat keras, karena menurut mereka omongan achel benar banget namun ekspresinya itu loh yang berlebihan.
“ihh tau ah kalian mah malah ketawain aku jeh, sebel akh sama kalian”melipatkan tanganya di dadanya, sambil memandang ke semua dengan tatapan tajam.
Like komen jangan lupa
__ADS_1
Dan vote jangan lupa biar karya ini banyak yang mengenal dan membacanya
Tipsnya jangan lupa juga okey gaess