
jangan pura pura tidak mengenal
Saya menulis cerita ini hanyalah fiksi, khayalan saya, itung itung menambah pengalaman memnabaca kalian, saya juga sangat apresiasi ke kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita saya, karena kalian masih membudidayakan membaca, saya apresiasi ke kalian yang masih stand bye di cerita ini dari awal sampai akhir, memberi dukungan saya, memberi arahan saran, kritik, untuk saya, dan juga saya akan lebih giat lagi menulis cerita ini.
Maap jika typo masih berserakan, saya hanya menulis ulum belum terlalu terlatih dan mahir, namun saya masih belajar untuk ke tahap yang terlatih dalam penulisan, nama took, tempat kejadian, dan lain lainnya, hanya khayalan saya, jadi jika ada kesamaan itu diluar kendali saya.
Saya sberharap apreasi kalian buat karya saya, komenan kalian membantu saya memperbaiki kata kata saya, like kalian membantu membangun semangat saya untuk terus menulis, vote kalian sangat membantu saya memperkenalkan karya saya di khayalak luar sanah, tips kalian membantu sedikit untuk uang kebutuhan saya. Tetap di kisah aaku aokey, jangan bosen bosen okey.
Happy membaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi pun menjelang mereka hari ini sedang mempersiapkan diri untuk jogging bersama di sekitar komplek dikarenakan hari ini adalah hari libur jadi semua bisa bersantai.
“nin udah belum buru, udah pada siap, ngga usah cantik cantik nanti juga kamu bakal bau keringat lagi”teriak achel, dia sudah bosan menunggu nindi terlalu lama hanya untuk bersiap, berasa menunggu princess.
“iya nih sabar, aku kan harus siap siap, ayu buru tadi minta cepat cepat’ nindi jalan mendahului yang lain.
Entah siapa yang menunggu malah yang di tunggu sudah mendahului tanpa ada rasa bersalah sama sekali.mereka sudah berjoging ringan dari rumah menuju taman, di perumpahan tersebut ad ataman yang cukup luas, sangat bagus untuk lari mengelilingi taman.
“wahhh gila cape banget aku udah ngga kuat kalian lari duluan aja, nih keringat aku udah bercucuran, aku mau istirahat aja dulu, aku istirahat di kursi itu, kalian lari duluan aja”nindi berjalan menuju kursi yang di tuju, di taman tersebut memang di sediakan kursi untuk pengunjung yang ingin bersantai.
“yahh kamu mah baru juga jogging udah tepar, kalau ditinggal kamu pasti bobo, kamu mah ngga kenal tempat aku di sinih dulu nemenin nindi kalian duluan aja, dia tidur di sini berabe”ericpun berjalan menuju kursi yang sama di tuju oleh nindi.
“yahh dasar buchin kalian, ngga kenal tempat, emang ya kalian tuh ngga niat jogging, kamu jug aka jelek dasar cowo jeh lembek”teriak ache, yang hanya di jawab kekehan dari eric.
__ADS_1
Disamping dimas sudah menggandeng tangan Sandra.
“ayu beb, kita jogging, kita tinggalkan kaum buchin, dan kaum jomblo abadi”menarik tangan Sandra menjauh dari mereka.
Setelah cukup jauh dimas dan Sandra pergi achel baru menyadari jika nyang di bilang jomblo abadi itu dia.
“anjir w di bilang jomblo abadi, dimasss awas kamu ya”teriak achel berlari mengejar dimas dan Sandra.
Eric dan nindi hanya ketawa melihat kelakuan sahabat mereka yang memang kurang dikatakan normal, hanya karena masalah sepele mereka saling mengejar, sudah seperti kucing dan tikus saja, Sandra yang tadinya ikut lari menepi ikut duduk di samping pasangan yang sedang binchin, dia hanya menyaksikan tikus dan kucing yang sedang saling mengejar seperti totonan hiburan di saat cape.
***
“husuhhh gila cape juga, tuh kampret di kejar nga bisa, cepet juga tuh anak lari, minta dong ka”merebut minuman yang sedang di minum eric, dengan santainya tanpa rasa bersalah.
“hee itu minum bebeb aku chel, ada bekas eric di situ, ihhh sebel ahhh”
“ihss jangan gini lagi, awas ya”nindi menatap tajam achel
“he yang lo bilang kampret itu pacar aku ya, kamu jelekin dia kamu harus hadapin aku dulu”protes Sandra yang tidak terima dimas dibilang kampret dengan achel, Sandra hanya bercanda, agar mereka saling tertawa kembali seperti dulu.
“iya tuh beb, masa aku di bilang kampret sama tuh anak”tunjuk dimas ke achel, dimas tadi sudah mendengar apa yang mereka omongkan makanya disaat dia samperin dia langsung buka mulut.
“cape deh aku, ngurus para kaum bucin”menepuk jidatnya pelan “aku mending lanjut lari aja bye” melengang pergi untuk melanjutkan lari mengelilingi lapangan.
Sudah hamir 1 jam 30 menit mereka ditaman, achel sudah sangat banyak mengelilingi lapangan, berbeda dengan para kaum bunchin asik asikan di tengah taman bersantai ria dengan pasanganya masing masing. Sandra dan nindi sudah menyiapkan makanan yang dia bawa untuk bekal makan di taman, dimas dan eric sudah menggelar alas untuk mereka semua duduk, mereka duduk di bawah, agar benar benar seperti piknik.
__ADS_1
“he chell sini buru kita makan dulu jangan lari aja”teriak Sandra yang melihat achel tidak jauh dari mereka duduk.
“yeay makan, okey aku ke sanah”berlari menuju mereka
Bugh
“auhh maap maap aku tidak sengaja, tadi aku ngga liat maap”membantu mengambil barang bawaan yang jauh.
“iya ngga papa santai aja, tadi aku juga ngga liat ko makasih”sambil mengambil barang yang tadi jauh
Deg
Mereka saling menatap, ya tadi achel dan dyto saling menatap, persekian menit achel membuang muka.
“maap tadi ngga sengaja, mari”melengang meninggalkan dyto, namun tangan achel ditahan dengan dyto.
“chel jangan pura pura ngga kenal aku,aku mau ngomong sama kamu”dyto menarik paksa tangan ache, karena tadi achel menepis kasar tangam dyto tidak membuat dyto menyerah menyentuh tangan achel
Jangan lupa
Like kalian membantu semangat aku untuk uptade
Komen kalian membantu aku untuk memperbaiki kisah cerita ini
Vote kalian membantu mengenalkan cerita aku ke khayalak lua sanah
__ADS_1
Tips kalian membantu uang tambahan kebutuhan anak pelajar((