
Saya menulis cerita ini hanyalah fiksi, khayalan saya, itung itung menambah pengalaman memnabaca kalian, saya juga sangat apresiasi ke kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita saya, karena kalian masih membudidayakan membaca, saya apresiasi ke kalian yang masih stand bye di cerita ini dari awal sampai akhir, memberi dukungan saya, memberi arahan saran, kritik, untuk saya, dan juga saya akan lebih giat lagi menulis cerita ini.
Maap jika typo masih berserakan, saya hanya menulis ulum belum terlalu terlatih dan mahir, namun saya masih belajar untuk ke tahap yang terlatih dalam penulisan, nama took, tempat kejadian, dan lain lainnya, hanya khayalan saya, jadi jika ada kesamaan itu diluar kendali saya.
Saya sberharap apreasi kalian buat karya saya, komenan kalian membantu saya memperbaiki kata kata saya, like kalian membantu membangun semangat saya untuk terus menulis, vote kalian sangat membantu saya memperkenalkan karya saya di khayalak luar sanah, tips kalian membantu sedikit untuk uang kebutuhan saya. Tetap di kisah aaku aokey, jangan bosen bosen okey.
Happy membaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sandra sudah cape dengan tangisanya, dia mengambil minum yang sudah di sediakan tadi dengan dimas, setelah itu barulah eric buka suara untuk mengajak mereka membahas tentang achel dan mengajak makan setelah makanan itu tiba.
“okey kalian dengar kata aku baik baik, kalian tidak usah risau kita tunggu sampe 10 jam kedepan, jika ngga ada kabar dari achel, baru kita bertindak, dan serahkan ini sama saya, saya ada teman yang bisa bantu”
“ha kamu serius, orang itu bisa di percaya ngga? Coba Tanya gimana keadaan achel sekarang? Sudah kamu kontek ngga orangnya? Cepat ngga kerja dianya?” Tanya Sandra bertubi tubi mengajukan pertanyaan ke eric.
“kamu tenang dulu yank, Tanya satu satu, biar eric ngga keder jawabnya”sambung dimas berusaha menenangkan Sandra.
__ADS_1
“kamu tenang saja orang itu terpercaya, serahkan ke saya dan dia, ouh ya saya tadi sudah memesan makanan jadi jika sudah sampai kita makan dulu”
“GIMANA MAU MAKAN JIKA ACHEL DILUAR SANAH KITA TIDAK TAU KEADAANNYA, KAMU DENGAN GAMPANGNYA” emosi Sandra naik mendengar tutur yang keluar dari mulit eric, saking keselnya dia mendorong bahu eric cukup kasar.
“cukup yank, jangan gini, sabar tenang jangan emosian”sambung dimas.
“CUKUP kamu jangan kekanak kanakan san, ngga kamu aja yang khawatir kita semua juga, namun gimana kita mau cari jika kondisi kita ngga da tenaganya, eric benar sudah kita isi dulu tenagaya.”sambung nindi.
Di tempat lain seorang gadis dengan rambut dan penampilan yang sudah acakan acakan, dia sangat cape berdebat dengan pria yang sangat sulit mencari jalan tengahnya, sambil membuat dia cukup prustasi.
“jadi mau kamu gimana to, aku ngaku salah, setelah mendengar penjelasan kamu,namun di sisi lain kamu juga salah, tidak mendengar penjelasan aku, dan lebih sakitnya lagi kamu dimana di saat aku membutuhkan kamu, kamu ngga ada”achel sudah sangat menahan agar bulir air mata itu tidak terjun bebas namun usahanya tidak berhasil, bulir air mata itu turun deras.
“aku tau aku salah, maapin aku yang ngga ada di sisi kamu disaat kamu butuh aku, aku yang terlalu mudah emosi, tidak bisa berpikir jernih, langsung menangkap cerita orang tidak menyaringnya dulu maapin aku, aku minta maap”bulir air matapun jatuh dengan sendirinya diwajah dyto, achel yang meras ketetsan mendoangkan kepalanya ke atas dan tidak menyangka dyto akan menangis berarti dia sangat sangat menyangi achel.
Flashback
Dyto yang sudah membawa achel pergi sesuatu tempat yang jauh dari kota itu, dia mau mendengar penjelasa dari yang pujaan hati, tentang masalahnya, dia membawa achel ke sebuah vila pribadinya yang cukup jauh dari kota, sesampainya di halaman vila dyto membawa masuk achel dengan paksa dia membawa achel ke sebuah kamar yang ada di vialnya, pelayan yang sedang membersihkan vila kaget dengan kedatangnya tuan mudanya, dan yang lebih mengejutkan dia membawa seorang gadis, membawa paksa masuk ke kamar utama di vila tersebut.
__ADS_1
Di dalam kamar utama.
Dyto melempar tubuh achel ke atas kasur, di menindih tubuh achel, dia mencium paksa achel, walau hanya kecupan, itu yang dia perbuat untuk memendam emosinya.
“aku minta maap, aku sangat sedih kamu ninggalin aku, aku mau sama kamu tapi ego aku yang sangat tinggi, ngga mau ke kamu, aku udah berusaha cari tau kamu, tapi seketika info kamu ngga ada, aku mau Tanya eric,nindi,Sandra,dimas, aku ngga ada keberanian buat nanya kemereka, aku malu dengan sifat aku,dan sekarang aku udah tau semua maapin aku ya chel, biarkan aku jelaskan semuanya ke kamu, setelah itu tolong beri kesempatan buat aku, aku tidak memaksa kamu untuk terus bersama aku, tapi tolong maapkan aku, dan aku sangat bersyukur jika aku di beri kesempatan lagi sama kamu”achel mencari celah,benarkah dyto yang saat ini, dyto yang berbeda, dyto yang pertama kali dekat dengan dia, dyto yang selalu ceria di saat bertemu semuanya, atau hanya omongan belaka saja, namun sangat disayangkan celah tersebut dia tidak dapatkan di orang yang ada di hadapannya, hanya ada rasa penyesalan, dan sangat serius dengan apa yang dia omongi.
“okey aku kasih kamu waktu untuk menjelaskan, tapi untuk kesempatan belum ada kepikiran ke sanah, aku kasih kamu waktu untuk menjelaskan, agar masalah ini kelar, dan tidak berseterusan.”
“makasih, kamu dengerin ya aku ngomong, jangan memotongnya, sebelum aku bercerita dengan usai, aku mau kamu hanya mendengarkan dulu, tidak berkomentar terlebih dahulu okey”memaerkan deretan gigi putihnya, dan menunjukan jari okey ke hadapan achel.
“okey okey, kamu masih aja sama ngga berbubah”ketawa achel
Jangan lupa
Like kalian membantu semangat aku untuk uptade
Komen kalian membantu aku untuk memperbaiki kisah cerita ini
__ADS_1
Vote kalian membantu mengenalkan cerita aku ke khayalak lua sanah
Tips kalian membantu uang tambahan kebutuhan anak pelajar((