
Saya menulis cerita ini hanyalah fiksi, khayalan saya, itung itung menambah pengalaman memnabaca kalian, saya juga sangat apresiasi ke kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita saya, karena kalian masih membudidayakan membaca, saya apresiasi ke kalian yang masih stand bye di cerita ini dari awal sampai akhir, memberi dukungan saya, memberi arahan saran, kritik, untuk saya, dan juga saya akan lebih giat lagi menulis cerita ini.
Maap jika typo masih berserakan, saya hanya menulis ulum belum terlalu terlatih dan mahir, namun saya masih belajar untuk ke tahap yang terlatih dalam penulisan, nama took, tempat kejadian, dan lain lainnya, hanya khayalan saya, jadi jika ada kesamaan itu diluar kendali saya.
Saya sberharap apreasi kalian buat karya saya, komenan kalian membantu saya memperbaiki kata kata saya, like kalian membantu membangun semangat saya untuk terus menulis, vote kalian sangat membantu saya memperkenalkan karya saya di khayalak luar sanah, tips kalian membantu sedikit untuk uang kebutuhan saya. Tetap di kisah aaku aokey, jangan bosen bosen okey.
Happy membaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Achle yang sudah tau teman temannya pada kumpul di ruang tengah, akhirnya menampakkan dirinya untuk sarapan walaupun ini hampir termasuk makan siang, karena tadi pagi achel menyiapkan baju bajunya, semua barang barangnya untuk di bawa. Semua yang menlihat achel keluar langsung berdiri, achel sudah di cecar dengan berbagai pertanyaan yang membuat achel ingin tertawa, sebegitunya mereka sayang dengan dirinya.
“chel kenapa bar keluar, kamu ngga lapar”Sandra mengawali pertanyaan.
“iya bener kamu mau makan tah? Aku siapin nih, mau makan apa”
“chell kenapa baru keluar maapin omongan aku tadi malam ya”
“de kamu baru keluar dah biarain dia makan dulu, kasian lapar dia belum makan dari pagi setelah itu kita obrolin di ruang tengah”
__ADS_1
Achel menuju meja makan tanpa memuka satu pata kata, dia diam dari keluar dari kamar, Sandra dan nindi saudah menyiapkan makanan ke dalam piring achel, dengan banyak berbagai makanan mereka berdua masukan di dalam piring achel
“he stop, aku ngga serakus itu ya, itu kebanyakan banget”sambil mengembalikan ke piring lauk yang di atas meja.
“hehe maap abis aku antusias banget kamu keluar kamar, aku udah khawatir banget sama kamu, udah buru makan dulu sok”
Achel makan dengan diam makanan satu persatu masuk ke dalam mulut achel, sampai habis dan minum, merek akhirnya kumpul kembali di ruang tengah ruang yang tadi malam di adakan perdebatan panas.
“jadi gimana de, kamu tetap dengan pendirian kamu?”Tanya eric sambil memegang tangan achel.
“he iya ka, ade udah pikirin ade masih dengan pendirian ade, dan ade ngaku salah, sama kamu juga dim maap ya”menepuk pelan pundak dimas.
“he ngga kamu ngga salah, aku yang salah chel maap ya, aku yang egois kamu ngga salah, Sandra ,milih kamu karena emang kamu lagi butuh Sandra saat ini, aku minta maap ya”menggenggam erat tangan achel yang satunya.
“ehmm’ seketika kehangatan mereka buyar dengan deheman nindi.
“ouh ya chel, aku yang tadi malam bener, aku mau ikut kamu juga kalo kamu pergi, tap mau kamu gitu aku hargai, kamu lagi mau sendiri, kalo bisa kamu pikirin lagi okey”ucap nindi
“iya chel aku setuju dengan nindi, kamu pikirin lagi, aku mau ko kemana aja sama kamu, aku ngga mau jauh jauh sama kamu”memeluk achel.
__ADS_1
Semua langsung memeluk achel dengan hangat tanpa di sadari sebutir air mata achel terjun bebas, dia sangat terharu dengan teman temannya yang sangat ,menyangin dia melebihin dirinya sendiri, sungguh pertemanan yang sangat diinginka dengan semua orang diberbagai negri.
“ngga aku udah pikirin, aku keluar negri hanya liburan aja, aku ambil kerjanya nanti di kota J aja aku udah ngga bisa di kota B lagi, aku mohon dukungan kalian okey”menghapus pelan air matanya yang sempat jatuh.
“okey aku dukungan kamu, walaupun jauh kita masih bisa ke sanah, masih sama negera juga”
“iya aku setuju kita selalu dukung kamu, maap juga lagi okey”
“aku setuju jika itu ingin kamu, aku senang kamu masih mau di negara yang sama kaya aku, ngga jauh jauh banget”
Semua saling memeluk lagi.
‘de kaka bangga sama kamu, kaka tau ini sulit buat kamu tapi kakak yakin kamu bisa semangat’gumam eric yang melihat raut wajah achel yang sudah cukup terbit senyum walaupun hanya sedikit.
Jangan lupa
Like kalian membantu semangat aku untuk uptade
Komen kalian membantu aku untuk memperbaiki kisah cerita ini
__ADS_1
Vote kalian membantu mengenalkan cerita aku ke khayalak lua sanah
Tips kalian membantu uang tambahan kebutuhan anak pelajar((