
Pagi hari yang cerah matahari sudah menunjukkan dirinya malu malu, yang sudah menembus celah celah jendela rumah para pemudi yang sedang asik berlayar didunia mimpinya yang enggan untuk meninggalkan mimpi yang indah dan sangat di impikan, walaupun mereka memaksa untuk melanjutkan mimpinya namun keadaan tidak berpihak ke meraka, berbanding balik keadaan menginginkan mereka untuk bangun dan menikmati hari yang indah.
Auhmm menguap di saat bangun Achel melihat sekeliling yang sudah sedikit menunjukkan cerah, dia melihat ke samping Sandra masih tertidur pulas, Achel enggan membangun Sandra dia masih sebal dengan sifat Sandra, yang selalu melakukan kesalahan yang sama sudah fasih kalo ada orang chat Achel pasti Sandra yang bagi nomer, walaupun sebagaimana marahnya dia tetap membangunkan Sandra, bagaimana pun mereka sudah niat pagi pertama mereja di kota ini untuk mencari kerja.
“san san bangun udah pagi, katanya mau cari kerja , buru siap siap, aku mau cari sarapan buat kita, jangan tidur lagi gue mau mandi” menggoyangkan badan Sandra yang enggan untuk membuka matanya.
Setelah membangunkan Sandra, Achel mandi berbiap dengan baju sederhana atasan putih celana jeans dan kerudung hitam pashmina. Setelah selesai Achel kekluar mencari sarapan pagi untuk dirinya dan Sandra, Achel mencari sampai ujung dan menemukan pedagang nasi kuning yang bersebelahan dengan bubur ayam.
Aduh udah jauh gue lupa nanya ke sndra dia mau sarapan apa, udah tololnya gue ngga bawa handphone lagi di carger lagi, yah sudahlah Sandra nasi kuningan aja kali ya” gumam Achel
Dia menyamperin pedagang nasi kuning yang cukup rame, dia memilih mendudukan dirinya dahulu dikarenakan rame, sedang asik melamun Sandra di kagetkan dengan seseorang yang menanyakan ke dia memesan apa.
“Neng mau beli apa neng?”
“ ouh ya mas beli nasi kuning 1 porsi aja, jangan terlalu pedes mas, sama gorengannya 5k aja mas”
“ ditunggu ya neng sebentar, pesenanya saya siapin dulu” melangkah meninggalkan Achel.
Ya Achel masa bodo dengan orang di sekitar toh niat dia ke sinih mau beli sarapan, jadi buat apa dia meladeni, emang udah dirinya dia yang cuek sama sekitarnya, apalagi orang baru dan yang tidak di kenal.
__ADS_1
Dia cantik juga, natural, tapi cuek banget liat muka gue aja hanya memesan pesanan dia aja, tapi cantik banget dia”gumam Bagus
Den bagus lagi ngapain yak o diliat liat memperhatikan si mbaknya yang lagi liat jalan terus, apa lagi jatuh cinta, den bagus mah emang gampang jatuh cinta sih ngga heran mbok sama dia” gumam mbok lia
Dari tadi mbok lia melihat den bagus yang focus memandangin Achel, padahal Achelnya tidak liat dan sekali mereka tatapan tapi diputus dengan Achel yang memalingkan wajah melihat jalanan yang rame. Dan mbok lia menghampirin den bagus.
“ ya allah den dari tadi mbok liat,ngeliatin si mbak itu aja, awas loh kepincut den” menertawakan sikap bagus
“ ya allah mbok ngagetin bagus aja, iya mbok udah kepincut nih, tapi ko baru liat ya mbok?”
“ iya mbok juga baru liat apa mbok Tanya tah ke mbaknya” berniat menghampirin Achel
Achel menunggu sambil melihat jam, udah lama dia menunggu belum datang juga pesenannya, dia juga lagi berpikir sarapan pagi ini dengan apa, dikarenakan Achel tidak terbiasa srapan pagi apalagi dengan nasi. Achel meninggalkan tempat nasi kuning ke tukang bubur di samping untuk sarapan Achel pagi ini.
“Pak buburnya 1 porsi sambilnya di pisah aja pa, jangan di kasih kecap pa”
“ iya neng nunggu sebentar”
Beberapa saat pemuda tadi yang di warung nasi mencari keberadaan Achel yang tidak ada di tempat padahal pesenanya sudah siap, Bagus melihat ke berbagai arah dan melihat Achel lagi duduk di tukang bubur ayam di sebelah
__ADS_1
“neng ini pesannya” emnyerahkan bungkusan ke Achel dengan senyum termanisnya.
“ ouh iya bang makasih, dan ini uangnya pas ya bang” menyerahkan uangnya
“neng boleh nanya neng namanya siapa?”
“ ouh aku Anindira Rachel Yunita, Panggil aja Achel bang” menyulurkan tangannya ke Bagus
“ ouh neng Achel ya nam abang Bagus neng”
Ouh Achel nama yang unik, kaya orangnya unik beda dari semua cewe yang aku pernah temui”gumam Bagus
Sisi lain tukang bubur mengasih pesanan Achel, dan pergi meninggal tempat tadi menuju kostnya, untuk sarapan dan mencari kerjaan bersama sahabatnya. Sesampainya di di kost acel bertemu dengan Yuda yang sedang membersihkan motornya, anin menyaapa tanpa ada blasan dari yang disapa, anin masuk dan mendudukan dirinya menunggu Sandra datang
Ka yuda masih marah perihal tadi malam tah? Jadi merasa ngga enak”gumam Achel
Gimana nih bagus ngga lanjut ngga nih like dan vote jangan lupa ooke
Tinggalkan jejak kalian untuk aku ya
__ADS_1
Sayang kalian semua😙😙😙