KISAH CINTA ANDREA

KISAH CINTA ANDREA
BAB 16 Kecelakaan


__ADS_3

Selang berapa lama kini Al sedang berada di perjalanan menuju kantornya jalanan sedikit lenggang sehingga ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Dari arah berlawanan terlihat truk bermuatan tiba2 terbalik dan menabrak mobil Al kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan mobil al pun tertindih truk tersebut


Rakyat sekitar dan para pengendara lain pun berhenti berusaha menolong dan menelpon ambulance


Al pun berhasil di keluarkan dari mobilnya dan di bawa ke UGD rumah sakit terdekat


" Andrea maafkan aku " ucap Al kemudian tidak sadarkan diri


Andrea berada di dapur membantu mama nya menyiapkan makan malam


Tak berapa lama telpon rumah pun berbunyi


" Hallo "


" ini papi"


" iya pi "


" Al kecelakaan kamu ke RS Farma sekarang "


" Astagfirullah iya pi andrea segera kesana "


" Al hiksss hiksss" ... andrea seperti tidak bertenaga mendengar Al keecelakaan


" andrea kamu kenapa nak "


" Al ma kecelakaan " ucap andrea dengan isak tanggis nya


" ya sudah mama panggil papa kita ke rumah sakit "


Kini Andrea papa dan mamanya di perjalanan menuju runah sakit


" Al jangan tinggalin aku hikssss ... gumam andrea


Mereka pun tiba di rumah sakit farma Andrea berlari menuju UGD meninggalkan mama dan papa nya


Andrea melihat papi dan mami Al sedang menunggu di depan pintu ruangan


" mami " ucap Andrea memeluk mami Al


" al gimana mi al ga kenapa kenapa kan mi " tanya andrea dengan isakan tanggis nya memeluk mami Al


" kita doakan saja nak " ucap mami Al yang juga menanggis


Setelah 2 jam menunggu operasi dokter pun keluar dari ruang operasi


" gimana keadaan anak saya dok " tanya papi Al


" anak bapak sudah melewati masa kritisnya kemungkinan terburuk nya ia bisa koma untuk lebih jelas mari bapak ke ruangan saya " jelas dokter


Papi Al pun mengikuti dokter ke ruangannya


Andrea menutup mulutnya tidak percaya


" ma pa ini ga mungkin kan" ucap Andrea memeluk ke dua orang tuanya


" sabar sayang " ucap mama

__ADS_1


" Al janji bakal selalu ada untuk andrea, Al ma "


Kini seluruh keluarga menunggu di depan ruang ICU karena Al sudah di pindah kan ke ruang ICU rumah sakit tersebut


" tuan William sebaik nya kalian pulang beristirahat terlebih dahulu biar Al kami jaga disini , Andrea kamu juga pulang ya nak biar Al papi mami yg jaga " ucap papi Al


" ga pi andrea akan tetap disini andrea ga mau meninggalkan Al sedetik pun "


Papi Al pun menatap andrea yg tidak sedikit pun memalingkan pandangan nya ke arah Al yg hanya terlihat melalui kaca


" kalau begitu saya pulang dulu tuan zidane besok pagi2 saya dan istri saya akan kembali ke sini " ucap papa andrea


" andrea mama pulang dulu nak lebih baik kamu doakan Al nanti keperluan kamu kang mamat yg antar kesini " ucap mama andrea


Andrea hanya menganggukkan kepalanya


" jeng saya pamit pulang ya lebih baik kita semua mendoakan Al semoga keadaan nya cepat pulih " ucap mama andrea ke mami al


" terimakasih jeng " ucap mami al kemudian memeluk mama andrea


Kini di depan ruang ICU hanya ada papi mami dan Andrea


" Andrea papi mami pulang dulu ya mengambil keperluan sekalian membeli makanan untuk kita papi titip Al ya " ucap papi


" iya pi "


Andrea menatapi Al melalui kaca


" Al kamu becanda kan sayang katanya besok kamu papi dan mami mau melamar aku bangun Al aku ga bisa tanpa kamu " ucap Andrea menatap ke arah Al berbaring dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya


" Al aku mohon kamu berjuang demi mami papi dan juga aku gumam andrea


Al saat ini masih belum bisa di besuk keluarga hanya bisa melihat dari arah luar


Andrea kini duduk di sofa mengecek email yg masuk yang di kirim dari butik nya oleh leo, butik nya sekarang ia percayakan pada leo dan ratih


Terdengar suara monitor jantung di ruang tersebut .....tiiiiinnnnnnn .....tiiinnnnnnn....


Andrea terkejut ia segera menekan tombol darurat tak berapa lama dokter dan perawat pun memasuki ruangan


" nona silahkan menunggu di luar " ucap perawat tersebut ke Andrea


Andrea menanggis di depan ruangan terasa kepala nya tidak sanggup menanggung beban ini


" andrea kamu kenapa kamu kenapa di luar al ga kenapa2 kan nak " tanya mami al


Andrea kemudia memeluk mami al


" dokter di dalam menanggani Al mi detak jantung nya berhenti " ucap Andrea dengan isak tanggisnya


" ga mungkin " ucap mami Al kemudian menanggis


Tak berapa lama papi yang berada di kantor pun tiba bersamaan dengan papa dan mama andrea


" ma.... Al ... ma hiksss dia janji bakal selalu ada untuk andrea ma hikksss " ucap andrea memeluk mamanya


" ma " ucap andrea kemudian ia jatuh pingsan tidak sadarkan diri


" Andrea " ucap mereka secara bersamaan

__ADS_1


Andrea pun segera di tangani oleh dokter jaga di rumah sakit tersebut


" gimana keadaan anak saya dok " tanya papa andrea


" anak bapak tidak apa2 mungkin ia tidak bisa menerima tekanan yang terlalu berat untung saja janin yg di perut nya kuat " ucap dokter ke papa andrea


" apa dok anak saya hamil " ucap papa andrea tidak percaya


" iya pak anak bapa hamil 6 minggu dari hasil USG kami , selamat ya pak jangan beri tekanan yang berat untuk anak bapa sementara ini anak bapa akan di rawat dulu, mari pak " ucap dokter kemudian pergi meninggalkan papa andrea yang masih terdiam memikirkan ucapan dokter barusan


Papa andrea pun keluar dari ruangan dokter


" andrea ga pa2 kan pa " tanya mama andrea


" andrea hamil ma " ucap papa andrea yg masih belum bisa menerima kenyataan


" papa boong kan ga mungkin pa andrea " ucap mama yang masih belum bisa percaya


" papa juga berharap ini bohong ma tapi ini kenyataan nya Andrea hamil apa kata orang andrea bahkan belum menikah " ucap papa Andrea dengan emosi nya


" Andrea kenapa tega melakukan ini ke kita pa " ucap mama andrea yang menanggis memikirkan nasib anak nya


" papa akan membicarakan nya ke tuan Zidane mama temani Andrea di ruangan nya " ucap papa andrea


Kemudian ia pergi ke ruang rawat Al yang tidak jauh dari ruang rawat Andrea


" Tuan Zidane bagaimana keadaan al " ucap papa andrea


" sudah lebih baik sekarang Alhamdulillah keinginan Al untuk sembuh sangat kuat " ucap papi Al


" ada yang ingin saya sampaikan ke Anda tuan Zidane " ucap papa andrea yang sekarang terlihat serius


" mari kita bicarakan di sofa sebelah sana" ucap papi al


mereka pun duduk menuju sofa


" ada apa tuan William sepertinya sangat serius " ucap papi Al


" Andrea Hamil "


Deg


Jantung papi Al berdetak dengan kencang mendegar ucapan papa andrea


" apa " ucap mami Al yang tiba2 datang luar


" dan usia kehamilan nya sudah 6 minggu saya memikirkan nasib andrea ia bahkan belum menikah apa kata orang2 ketika melihat perutnya nanti yg semakin membesar " ucap papa andrea


" pi... sekarang kita harus berpikir jernih sampingkan emosi kita untuk sekarang ini kabar bahagia bukan, kita sebentar lagi akan mempunyai cucu, kasian Andrea pasti butuh semangat dari kita semua orang terdekat nya " ucap mami Al


" saya setuju , sebenarnya saya sangat kecewa mereka berdua tidak bisa menjaga kepercayaan yang sudah kita beri selama ini, sekarang karena keadaan sudah seperti sekarang ini seperti nya memang benar kita harus kesampingkan emosi kita " ucap papa Andrea


Papi Al lebih tenang mendengar ucapan dari istri dan calon besan nya tersebut,


Jika saja Al tidak Koma sekarang mungkin ia akan menampar anaknya itu karena sudah mengecewakan dirinya pikirnya


Papi Al menghela nafas nya


" hmmm begini saja kita daftarkan terlebih dahulu pernikahan mereka secara Negara jika Al sudah sadar barulah mereka menikah secara Agama Assiten saya akan segera mengurus dokumen2 secepatnya dan setelah itu kita umumkan ke media kabar pernikahan mereka sudah di lakukan 2 bulan yang lalu" jelas Papi Al

__ADS_1


" saya setuju tuan Zidane " ucap papa Andrea


" ya sudah mami setuju yang terpenting andrea tidak tertekan , mami ingin menjenguk Andrea " ucap mami Al bergegas pergi menuju ruang rawat Andrea


__ADS_2