
Waktu berjalan menunjukkan pkl 10 malam, di rumah Mewah terlihat Andrea gelisah menunggu kedatangan suami nya .
Andrea berusaha menghubungi Al hingga berpuluh puluh kali tetapi tetap tidak ada jawaban.
" Al kamu kemana sih , biasanya selalu ngabarin aku , ah iya cek GPS " ucap Andrea kini membuka handphone nya melacak Lokasi terakhir suaminya
Terlihat GPS terakhir berada di Hotel SJY
" Hotel " ucap Andrea
Andrea merasa sangat gelisah setelah mengetahui lokasi terakhir suaminya tersebut .
" positif thingking Andrea " ucap Andrea
Waktu menunjukkan pkl 11 malam
" Ga bisa begini , aku harus kesana memastikan , bahwa yang aku pikirkan ini salah " ucap Andrea
Ia pun hanya mengambil jaket dan dompet,
Andrea menuruni tangga terlihat rumah tersebut sudah dalam keadaan sepi .
Andrea mengambil kunci mobil
Ia pun melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata2 .
Tak butuh waktu lama andrea tiba di Hotel SJY tersebut .
Ia menemui Resepsionis hotel, sebenarnya data dari penyewa hotel sangat di rahasiakan karena ini sudah masuk dari rencana Rasya, Andrea dengan mudahnya mengetahui nomor kamar tempat suami nya dan ia di berikan kartu Akses untuk masuk .
Andrea tiba di depan kamar 1150 .
" Bismillah ya Allah semoga pikiran aku salah " ucap Andrea
Membuka pintu secara perlahan
Betapa terkejutnya Andrea melihat Al dan Sekretarisnya Dhea tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka.
" Al " Ucap Andrea berteriak
Tubuhnya kaku, jantung nya terasa berhenti berdetak, hatinya terasa di tusuk, buliran bening pun mengalir di pipinya
" Andrea " ucap Al sedikit berteriak terkejut melihat Andrea menanggis di depan pintu, ia masih tidak sadar dengan keadaan nya .
Dhea pun merasa terusik dengan keributan di dekatnya
" Pak Al " Ucap Dhea
Al pun menoleh ke samping mendengar ada suara wanita lain di dekatnya
" kamu kenapa bisa ada di sebelah saya " ucap Al
" ahhhhhh "ucap Dhea berteriak menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut
Al pun tersadar ia dan Dhea tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka .
Al pun memakai celana boxer yang berserakan di lantai kemudian menghampiri Andrea
__ADS_1
Al pun berusaha memegang tangan Andrea tetapi andrea tepis dengan kasar
" Andrea sayang ini " ucap Al terpotong
Plakkkkk tamparan keras mendarat di pipinya .
" Tidak seperti yang aku bayangkan begitu " ucap Andrea ia berusaha tegar
" benar sayang , kami seperti nya sudah di jebak " ucap Al
" Stop , apa ini yang di namakan di jebak " Ucap Andrea mendekati Dhea melihat lehernya begitu banyak bekas cium*n
" bu Andrea " ucap dhea dengan tanggisnya , ia tidak ada pikiran sedikit pun untuk mendekati atasanya tersebut
" itu " ucap Al tidak bisa berkata kata lagi ia juga tidak terlalu ingat kejadian sebenarnya
" aku kecewa dengan kamu Al " ucap Andrea meninggalkan mereka berdua
Al ingin mengikuti Andrea tetapi ia sadar belum mengenakan pakaian nya
" ARRRGHHHHH " ucap Al meremas rambutnya dengan kasar
Dhea pun menanggis ia tidak bisa berkata kata .
" Pak lalu saya bagaimana " ucap Dhea
Al pun menghampiri Dhea
" kamu tenang saja , saya yakin kita dua di jebak "
" besok kita akan selesaikan , saya menyusul istri saya dahulu " ucap al kini sudah berpakaian lengkap bergegas keluar dari kamar mengikuti istrinya ia mengambil tas dan juga handphone nya
Andrea pun berjalan dengan cepat ia tidak mungkin berlari ia masih ingat dengan kehamilannya yang masih rentan.
Ketika sampai di mobil Andrea menanggis dengan sejadi jadinya .
" kenapa kamu mengkhianati cinta kita Al bahkan Rumah tangga kita baik2 saja , kenapa Al " ucap Andrea Menutup wajah di stir mobil
Andrea pun melajukan mobilnya meninggalkan hotel
Al mencari keberadaan Andrea di lobi hotel dan parkiran tetapi ia sudah tidak mendapati Andrea di sana .
" Siallll " ucap Al
Ia pun memasuki mobil nya yang sudah terparkir dari siang , ia melajukan mobil nya dengan cepat .
Andrea pun kembali ke rumah nya dengan selamat ia memasuki rumah tersebut dan memasuki Kamar tamu bagian bawah .
Ia mengambil seluruh kunci dari kamar tersebut , ia mengurung dirinya untuk menenangkan hati dan pikirannya .
" maaf ya sayang mommy membuat kamu lelah , mommy hanya ingin menanggis sebentar tolong bantu mommy untuk kuat menjalani semua ini " ucap Andrea mengelus perutnya
Tak berapa mobil yang di kendarai Al tiba di rumah .
" untunglah Andrea pulang ke rumah " ucap Al melihat mobil Andrea yang terparkir di depan garasi
Ia bergegas memasuki rumah dengan cepat menaiki tangga memasuki kamar tetapi ia tidak melihat keberadaan Andrea di sana.
__ADS_1
Ia pun menuruni tangga mencari keberadaan istri nya .
Ia melihat kamar tamu , ia berusaha membuka pimtu tetapi tidak bisa , ia pun mengetuk pintu
" Andrea sayang , kita perlu bicara untuk kali ini tolong dengar penjelasan aku " ucap Al lirih
" Andrea aku mohon aku sangat khawatir dengan keadaan kamu dan bayi kita "
Andrea yang mendengar semua ucapan Al dari luar pun semakin membuat tanggisnya semakin kencang.
" oke aku akan dengar apa pembelaan nya kali ini gumam Andrea
Ia pun membuka pintu nya
Al pun berusaha untuk memeluk Andrea hatinya begitu sakit melihat keadaan Andrea sekarang mata yang bengkak dan wajah yang begitu pucat .
" berhenti disitu atau aku tutup kembali , cepat 5 menit waktu mu untuk menjelaskan " ucap Andrea
" Andrea aku tidak mungkin mengkhianati rumah tangga kita , aku benar2 sudah di jebak " ucap Al lirih
" aku perlu bukti " ucap Andrea dengan emosinya
" baik , besok aku buktikan kalau aku memang benar2 di jebak " ucap Al
" sebelum kamu menyerahkan bukti jika kamu memang benar2 di jebak jangan temui aku terlebih dahulu " ucap Andrea menutup dengan keras pintu kamar
" tapi " ucap Al terpotong karena Andrea sudah menutup pintunya kembali
Andrea kembali ke kasur king size nya merebahkan dirinya , ia memikirkan bagaimana nasib rumah tangga nya kedepan .
Hingga ia tertidur karena terlalu lelah menanggis.
Berbeda dengan keadaan di luar kamar Al dengan cepat memerintahkan Assiten nya kevin untuk mencari bukti , is sangat curiga ini adalah ulah dari Rasya , tidak perduli waktu menunjukkan sudah dini hari Al berkutat dengan telp berusaha mencari bukti bahwa ia di jebak .
" siallll bahkan ini sangat rapi, bahkan CCTV sudah ia sabotase sedemikian rupa " ucap Al menerima laporan Kevin yang sudah berada di rumah Al
" bagaimana Bos , menurut saya satu2 nya cara kita melakukan pemeriksaan terhadap Dhea " ucap Kevin
Al berpikir
" besok kamu lakukan pemeriksaan terhadap Dhea , lakukan pemeriksaan di Rumah sakit yang terpercaya dan kamu jemput Dhea dia berada di hotel SJY " ucap Al
" apa tindakan Bos selanjutnya mengenai orang yang sudah menjebak bos " tanya Kevin
" Biarkan saja kita akan fokus mencari bukti terlebih dahulu , setelah itu dia akan tau salah memilih lawan " ucap Al
" Baik Bos , kalau begitu saya permisi " ucap Kevin menundukan kepalanya keluar dari ruang kerja
AL hanya menganggukan kepalanya
" Andrea , aku tidak mungkin mengkhianati Rumah Tangga kita , kamu lebih dari segalanya " ucap al lirih memandang foto pernikahannya yang berada di meja
" Rasya akan aku pastikan kamu salah memilih lawan kali ini Batin Al
Di lain tempat Rasya Berdiri di Balkon kamarnya menerima telpon dari anak buah nya , jika Andrea mendatangi hotel miliknya , karena GPS Di HP Al sengaja ia nyalakan demi memudahkan rencana nya .
" maafkan aku Andrea aku hanya ingin melihat kebahagiaan kalian segera berakhir " ucap rasya
__ADS_1