
Keesokan Harinya pkl 8 pagi terlihat kamar tamu belum juga terbuka , Al menunggu Andrea di meja makan , tetapi Andrea tidak terlihat menampakan diri sama sekali .
Al menghela nafasnya berat
" Andrea pasti menghindar " ucapnya
Ia pun bergegas berangkat menyelesaikan masalahnya dengan cepat .
Seperti di perintahkan bosnya Kevin hari ini membawa Dhea memeriksakan diri ,
Kevin memarkirkan mobilnya di depan KOS dhea .
Terlihat mata Dhea begitu bengkak , muka yang begitu sembab.
Kevin membuka kan pintu mobil untuk Dhea dan mempersilahkan masuk .
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
" apa kamu percaya Bos melakukan itu terhadap kamu " tanya kevin memulai pembicaraan antar mereka berdua
Dhea menghela nafasnya berat
" aku tidak percaya melihat betapa besarnya cinta pak Al untuk istrinya , dan hati saya terluka membayangkan Bu Andrea saat ini , saya tidak ada niat sedikit pun merusak rumah tangga mereka .. hiks " ucap Dhea dengan tanggisnya
" aku tau kamu bukan wanita seperti itu " ucap Kevin ia pun menghela nafasnya
Mengingat malam tadi ia menjemput Dhea
Flashback ketika Kevin menjemput Dhea dini hari tadi di kamar Hotel
Kevin menekan Bel , tak lama pintu terbuka
" Pak Kevin " ucap Dhea terkejut melihat kedatangan kevin
" aku kemari diperintahkan Bos menjemput kamu , bersiaplah " ucap Kevin
Ia melihat sekeliling ada bercak darah di Sprei Kasur tersebut , ia menghela nafas rencana yang mereka lakukan begitu terencana pikirnya .
" saya sudah siap pak " ucap dhea
" panggil kevin saja , kamu masih kuat berjalan " tanya Kevin
" masih , saya masih bisa berjalan tidak ada yang sakit " ucap Dhea
Kevin memikirkan sesuatu bukankah jika melakukan untuk pertama kali akan terasa sakit pikirnya .
Kevin dan Dhea pun meninggalkan Hotel
Falshback Off
Di lain tempat Andrea kini berada di dapur memasak makan siang di bantu Bi Idah .
Ia tengah memotong sayuran
" Bi teruskan ya saya ingin istirahat di ruang Tv sebentar " ucap Andrea ke Bi Idah
" Baik Non "
__ADS_1
" satu lagi Bi masalah yang ada di rumah jangan sampai mama papa , mami atau papi tau "
" Baik Non "
" Sepertinya tuan dan Nyonya sedang ada masalah batin Bi Idah
Di kantor Al sedang tidak fokus mengerjakan segala sesuatu , ia memutuskan untuk kembali ke rumah .
Beberapa saat kemudian Al tiba di rumah mewahnya , ia melihat Andrea berada di ruang Tv merebahkan dirinya di Sofa .
Al berjalan ke arah ruang Tv untuk menemui Andrea
" Andrea " ucap Al memegang tangan Andrea
" Lepas aku tidak sudi di pegang oleh tangan yang sudah memegang wanita lain " ucap Andrea beranjak dari Sofa bergegas pergi memasuki kamarnya
" aku mohon Andrea percaya dengan aku " ucap Al mengenggam erat tangan Andrea
" sudah aku bilang aku butuh bukti jika kamu dan sekretaris murahan kamu itu tidak melakukan apapun" ucap Andrea
" cukup Andrea .. Dhea bukan Wanita seperti itu"
" oh jadi kamu membela sekretaris tersayang kamu itu sekarang , oke Baiklah kalian memang sangat cocok, aku tidak akan jadi penghalang untuk kalian berdua bersama , " ucap Andrea pergi meninggalkan Al ia mengambil kunci mobilnya
" Andrea , Andrea , jangan pernah kamu berkata seperti itu, kamu mau kemana , ingat kamu sedang hamil sekarang , aku mohon , aku minta maaf " ucap Al memeluk Andrea dari belakang
Andrea mengalah ia kini tidak melawan lagi tenaga nya sudah habis , ia hanya menanggis di pelukan Al .
Andrea terjatuh dari pelukan Al tak sadarkan diri .
" Andrea sayang " ucap Al menepuk pipi Andrea dengan pelan
Pa Adam yang duduk di luar berdiri membantu majikannya membuka pintu mobil
" pa adam cepat , kita ke Rumah sakit sekarang " ucap Al
" Baik pak "
Mobil melaju dengan cepat menuju Rumah Sakit terdekat .
Sesampainya di Rumah Sakit Andrea dengan cepat di tangani oleh dokter.
Dokter keluar dari ruang UGD
" Bagaimana istri saya Dok " tanya Al
" istri bapak sudah sadar , ia sedang tidur sekarang , istri bapak kekurangan nutrisi sehingga tubuhnya menjadi lemah , dan untung saja janin di kandungan istri bapak baik2 saja , sebentar lagi perawat akan memindahkan nya ke ruang rawat inap " ucap dokter meninggalkan Al
Tak lama perawat mengantarkan Andrea ke ruang rawat .
Al menemani Andrea di ruangan tersebut
Di Rumah Sakit lain Kevin dan Dhea sudah menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh.
" mau makan siang dulu sebelum kita mengambil hasilnya " tanya Kevin
Dhea mengelengkan kepalanya
__ADS_1
" aku hanya ingin disini , aku ingin menyelesaikan masalahnya dengan cepat dan menjelaskan ke Bu Andrea jika di antara saya dan Pak Al tidak melakukan apapun " ucap Dhea lirih
" hmmmm Baiklah " ucap Kevin
Di kantor Pusat Sanjaya group Rasya kini tengah meluapkan emosi kepada anak buah nya
Anak buah nya berdiri rapi di depan meja Rasya
" Kenapa kalian tidak berhasil membuat kerjasama dengan dokter tempat mereka melakukan pemeriksaan " Ucap Rasya dengan emosinya
Bughhh
Bughh Rasya memukul satu persatu anak buahnya
" lalu apa rencana selanjutnya Bos "
" kita biarkan saja begini terlebih dahulu , kita perlu rencana yang lebih matang " ucap Rasya tersenyum licik
Di Rumah sakit tempat Andrea di Rawat kini Kevin dan Dhea sudah berada di ruangan Andrea .
Terdengar suara ketokan pintu dari luar
" masuk " ucap Al
Kevin dan Dhea masuk ke ruangan,
" Bagaimana " Tanya Al
" seperti dugaan bos ini hanya jebakan , hasil nya sudah ada di Amplop ini, " ucap Kevin menyerahkan Amplop tersebut ke Al
Al membuka Amplop tersebut kemudian membaca nya
" Sudah kuduga sepertinya rencana mereka tidak terlalu terencana " ucap Al menutup kertas tersebut
Tak Lama Andrea terbangun dari tidurnya karena samar2 mendengar suara di ruangan tersebut .
" Kalian " ucap Andrea ia masih dengan emosinya melihat ke arah Al dan Dhea secara begantian
" Sayang " ucap Al menghampiri Andrea
" Bagian mana yang sakit " tanya Al memegang bahu Andrea
" Pergi jangan sentuh aku sedikit pun " ucap Andrea
" Andrea jika kamu masih marah perihal malam tadi , aku sudah ada bukti jika aku memang di jebak , di Amplop ini semua buktinya " ucap Al menyerahkan Amplop coklat tersebut
Andrea membuka Amplop tersebut , ia meneteskan Air matanya
" apakah ini benar , atau ada sabotase dari kalian semua " tanya Andrea
" Demi Allah bu Andrea hasil dari Rumah sakit tidak ada Rekayasa sama sekali , saya sendiri yang merasakan jika memang tidak ada yang terjadi dengan tubuh saya dan saya tidak ada niat sedikit pun merusak rumah tangga Pak Al dan Bu Andrea " Ucap Dhea Kali ini Dhea yang menjawab ia tak kuasa menahan tanggisnya hati nya teriris melihat tanggis Istri dari bosnya tersebut , sesama wanita tentu ia mengerti perasaan satu sama lain
" Benar Bu Andrea saya sendiri yang mengantarkan Dhea untuk memeriksakan dirinya " Ucap Kevin
Andrea luluh mendengarkan penjelasan dari Dhea , ia masih menanggis
Kini Al memeluk Andrea dari samping tempat tidur
__ADS_1
" Jadi maafkan aku sayang , aku tidak akan pernah mengkhianati cinta kita , terlebih di sini ada buah hati kita , maafkan aku " ucap Al mengelus perut Andrea
" Aku juga minta maaf " ucap Andrea