KISAH CINTA ANDREA

KISAH CINTA ANDREA
BAB 24


__ADS_3

Keesokan Harinya pkl 8 pagi terlihat kamar tamu belum juga terbuka , Al menunggu Andrea di meja makan , tetapi Andrea tidak terlihat menampakan diri sama sekali .


Al menghela nafasnya berat


" Andrea pasti menghindar " ucapnya


Ia pun bergegas berangkat menyelesaikan masalahnya dengan cepat .


Seperti di perintahkan bosnya Kevin hari ini membawa Dhea memeriksakan diri ,


Kevin memarkirkan mobilnya di depan KOS dhea .


Terlihat mata Dhea begitu bengkak , muka yang begitu sembab.


Kevin membuka kan pintu mobil untuk Dhea dan mempersilahkan masuk .


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .


" apa kamu percaya Bos melakukan itu terhadap kamu " tanya kevin memulai pembicaraan antar mereka berdua


Dhea menghela nafasnya berat


" aku tidak percaya melihat betapa besarnya cinta pak Al untuk istrinya , dan hati saya terluka membayangkan Bu Andrea saat ini , saya tidak ada niat sedikit pun merusak rumah tangga mereka .. hiks " ucap Dhea dengan tanggisnya


" aku tau kamu bukan wanita seperti itu " ucap Kevin ia pun menghela nafasnya


Mengingat malam tadi ia menjemput Dhea


Flashback ketika Kevin menjemput Dhea dini hari tadi di kamar Hotel


Kevin menekan Bel , tak lama pintu terbuka


" Pak Kevin " ucap Dhea terkejut melihat kedatangan kevin


" aku kemari diperintahkan Bos menjemput kamu , bersiaplah " ucap Kevin


Ia melihat sekeliling ada bercak darah di Sprei Kasur tersebut , ia menghela nafas rencana yang mereka lakukan begitu terencana pikirnya .


" saya sudah siap pak " ucap dhea


" panggil kevin saja , kamu masih kuat berjalan " tanya Kevin


" masih , saya masih bisa berjalan tidak ada yang sakit " ucap Dhea


Kevin memikirkan sesuatu bukankah jika melakukan untuk pertama kali akan terasa sakit pikirnya .


Kevin dan Dhea pun meninggalkan Hotel


Falshback Off


Di lain tempat Andrea kini berada di dapur memasak makan siang di bantu Bi Idah .


Ia tengah memotong sayuran


" Bi teruskan ya saya ingin istirahat di ruang Tv sebentar " ucap Andrea ke Bi Idah


" Baik Non "

__ADS_1


" satu lagi Bi masalah yang ada di rumah jangan sampai mama papa , mami atau papi tau "


" Baik Non "


" Sepertinya tuan dan Nyonya sedang ada masalah batin Bi Idah


Di kantor Al sedang tidak fokus mengerjakan segala sesuatu , ia memutuskan untuk kembali ke rumah .


Beberapa saat kemudian Al tiba di rumah mewahnya , ia melihat Andrea berada di ruang Tv merebahkan dirinya di Sofa .


Al berjalan ke arah ruang Tv untuk menemui Andrea


" Andrea " ucap Al memegang tangan Andrea


" Lepas aku tidak sudi di pegang oleh tangan yang sudah memegang wanita lain " ucap Andrea beranjak dari Sofa bergegas pergi memasuki kamarnya


" aku mohon Andrea percaya dengan aku " ucap Al mengenggam erat tangan Andrea


" sudah aku bilang aku butuh bukti jika kamu dan sekretaris murahan kamu itu tidak melakukan apapun" ucap Andrea


" cukup Andrea .. Dhea bukan Wanita seperti itu"


" oh jadi kamu membela sekretaris tersayang kamu itu sekarang , oke Baiklah kalian memang sangat cocok, aku tidak akan jadi penghalang untuk kalian berdua bersama , " ucap Andrea pergi meninggalkan Al ia mengambil kunci mobilnya


" Andrea , Andrea , jangan pernah kamu berkata seperti itu, kamu mau kemana , ingat kamu sedang hamil sekarang , aku mohon , aku minta maaf " ucap Al memeluk Andrea dari belakang


Andrea mengalah ia kini tidak melawan lagi tenaga nya sudah habis , ia hanya menanggis di pelukan Al .


Andrea terjatuh dari pelukan Al tak sadarkan diri .


" Andrea sayang " ucap Al menepuk pipi Andrea dengan pelan


Pa Adam yang duduk di luar berdiri membantu majikannya membuka pintu mobil


" pa adam cepat , kita ke Rumah sakit sekarang " ucap Al


" Baik pak "


Mobil melaju dengan cepat menuju Rumah Sakit terdekat .


Sesampainya di Rumah Sakit Andrea dengan cepat di tangani oleh dokter.


Dokter keluar dari ruang UGD


" Bagaimana istri saya Dok " tanya Al


" istri bapak sudah sadar , ia sedang tidur sekarang , istri bapak kekurangan nutrisi sehingga tubuhnya menjadi lemah , dan untung saja janin di kandungan istri bapak baik2 saja , sebentar lagi perawat akan memindahkan nya ke ruang rawat inap " ucap dokter meninggalkan Al


Tak lama perawat mengantarkan Andrea ke ruang rawat .


Al menemani Andrea di ruangan tersebut


Di Rumah Sakit lain Kevin dan Dhea sudah menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh.


" mau makan siang dulu sebelum kita mengambil hasilnya " tanya Kevin


Dhea mengelengkan kepalanya

__ADS_1


" aku hanya ingin disini , aku ingin menyelesaikan masalahnya dengan cepat dan menjelaskan ke Bu Andrea jika di antara saya dan Pak Al tidak melakukan apapun " ucap Dhea lirih


" hmmmm Baiklah " ucap Kevin


Di kantor Pusat Sanjaya group Rasya kini tengah meluapkan emosi kepada anak buah nya


Anak buah nya berdiri rapi di depan meja Rasya


" Kenapa kalian tidak berhasil membuat kerjasama dengan dokter tempat mereka melakukan pemeriksaan " Ucap Rasya dengan emosinya


Bughhh


Bughh Rasya memukul satu persatu anak buahnya


" lalu apa rencana selanjutnya Bos "


" kita biarkan saja begini terlebih dahulu , kita perlu rencana yang lebih matang " ucap Rasya tersenyum licik


Di Rumah sakit tempat Andrea di Rawat kini Kevin dan Dhea sudah berada di ruangan Andrea .


Terdengar suara ketokan pintu dari luar


" masuk " ucap Al


Kevin dan Dhea masuk ke ruangan,


" Bagaimana " Tanya Al


" seperti dugaan bos ini hanya jebakan , hasil nya sudah ada di Amplop ini, " ucap Kevin menyerahkan Amplop tersebut ke Al


Al membuka Amplop tersebut kemudian membaca nya


" Sudah kuduga sepertinya rencana mereka tidak terlalu terencana " ucap Al menutup kertas tersebut


Tak Lama Andrea terbangun dari tidurnya karena samar2 mendengar suara di ruangan tersebut .


" Kalian " ucap Andrea ia masih dengan emosinya melihat ke arah Al dan Dhea secara begantian


" Sayang " ucap Al menghampiri Andrea


" Bagian mana yang sakit " tanya Al memegang bahu Andrea


" Pergi jangan sentuh aku sedikit pun " ucap Andrea


" Andrea jika kamu masih marah perihal malam tadi , aku sudah ada bukti jika aku memang di jebak , di Amplop ini semua buktinya " ucap Al menyerahkan Amplop coklat tersebut


Andrea membuka Amplop tersebut , ia meneteskan Air matanya


" apakah ini benar , atau ada sabotase dari kalian semua " tanya Andrea


" Demi Allah bu Andrea hasil dari Rumah sakit tidak ada Rekayasa sama sekali , saya sendiri yang merasakan jika memang tidak ada yang terjadi dengan tubuh saya dan saya tidak ada niat sedikit pun merusak rumah tangga Pak Al dan Bu Andrea " Ucap Dhea Kali ini Dhea yang menjawab ia tak kuasa menahan tanggisnya hati nya teriris melihat tanggis Istri dari bosnya tersebut , sesama wanita tentu ia mengerti perasaan satu sama lain


" Benar Bu Andrea saya sendiri yang mengantarkan Dhea untuk memeriksakan dirinya " Ucap Kevin


Andrea luluh mendengarkan penjelasan dari Dhea , ia masih menanggis


Kini Al memeluk Andrea dari samping tempat tidur

__ADS_1


" Jadi maafkan aku sayang , aku tidak akan pernah mengkhianati cinta kita , terlebih di sini ada buah hati kita , maafkan aku " ucap Al mengelus perut Andrea


" Aku juga minta maaf " ucap Andrea


__ADS_2