
Andrea, mama dan papa terlihat sedang berkumpul di Ruang TV sedangkan Adiknya Alex kembali ke kamar
" andrea kamu jadi kan bantu2 papa di kantor atau kamu punya rencana lain" tanya papa ke Andrea
" entahlah pa Andrea punya rencana ingin membuka butik sendiri kan andrea kuliah jurusan desainer pa kalo masalah kantor alex ajalah pa " jelas nya ke papa
" mama setuju biarkan Andrea menjalani apa yg ia mau " jelas mama ke papa dan andrea
" baiklah terserah putri kesayangan papa saja " ucap papa ke Andrea dengan wajah tersenyum
Andrea langsung memeluk papa dan mama nya ia bahagia mempunyai orang tua yg selalu sayang terhadap dirinya sekarang hanya keluarga nya lah sumber kekuatan dan semangatnya
" terimakasih ma pa selalu ada untuk aku " ucap Andrea ke kedua orang tuanya
"
" iya sayang " jawab mama
" oh iya kamu gimana dengan Rasya nak 1 tahun setelah kepergian mu ia masih datang ke rumah menanyakan keberadaanmu tetapi 4 tahun terakhir ini iya sudah tidak pernah datang lagi" tanya mama ke Andrea
" Andrea sudah tidak pernah berkomunikasi lagi selama 5 tahun terakhir mungkin sekarang dia sudah berkeluarga Andrea sudah tidak memikirkan masalah itu lagi ma begini saja bersama dengan kalian Andrea sudah bahagia " jelasnya ke mama dengan wajah tetap tersenyum tetapi di dalam hatinya tidak ada yang tau
Mama langsung memeluk Andrea
" jangan berpikir seperti itu sayang yang lalu di jadikan pelajaran buka lah hati mu untuk orang lain kamu juga pantas untuk bahagia cukup kamu menghukum diri kamu selama 5 tahun ini " ucap mama ke Andrea
Engga ma Andrea memang pantas seperti ini Andrea berkhianat gumam nya di dalam hati
" iya ma " ucap Andrea kepada mama
Andrea memasuki kamar tidak lama ia pun terlelap
Matahari bersinar tanda pagi tiba
Andrea terbangun iya segera melihat jam
" hooooooammm semangat gumam andrea
Ia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengosok giginya
Andrea menuruni tangga menyapa keluarga yang terlihat sudah di meja makan papa membaca koran sambil meminum kopi , Alex memainkan game sedangkan mama sibuk mengolesi selai di roti
" ma pa Andrea keluar makan di warung bu siti di depan komplek ya " ucap andrea ke kedua orang tua nya
" iya sayang " jawab mama
__ADS_1
" ka titip ya nasi uduk 1 " pesan alex kepada Andrea
" siippp " ucap Andrea sambil mengacungkan jempol nya
Andrea keluar hanya mengunakan hoodie celana pendek dan sandal rumahan tidak lupa ia memakai masker menutupi wajahnya ia memutuskan menggunakan motor matic di rumahnya
Tak selang berapa lama ia pun sampai
Ia masih memandangi warung makan bu siti tersebut
" inikan tempat gue dan rasya sering datangi dulu jaman SMA gumam Andrea lirih
" huuufff semoga ga ketemu batin Andrea
Ia pun bergegas memasuki warung tersebut dan mencari tempat duduk ia pun segera memesan
" bu nasi uduk dan ayam goreng nya 2 ya yg satu di bungkus yang satu makan disini aja minum nya es jeruk 1 " jelas nya kepada pemilik warung tersebut
" iya neng " jawab pemilik warung
Tak selang berapa lama pesanan nya pun datang
" wooah seperti biasa rasa nya tidak berubah tetap enak " ucap Andrea tersenyum sambil mengunyah makanannya
Andrea terpaku tidak percaya menatap orang yang ada di depan sekarang
RASYA gumam Andrea lirih
Lelaki yang ada di depan nya itu adalah Rasya
" Andrea lo apa kabar " tanya rasya ke andrea
" mmmm B-aik kok " jawab andrea sedikit terbata terlihat raut wajah nya yang sedikit gugup kesalahan yg ia lakukan seolah berputar kembali di pikirannya ketika melihat Rasya
" kamu kemana 5 tahun terakhir kamu menghindar dari masalah " tanya nya ke Andrea
" ga kok aku itu ini kuliah dan kebetulan jurusan yg aku mau ada di luar negeri di kota b belum ada " jawab Andrea sekenanya
Apa dia masih ingat pengkhianatan yg gue lakuin batin Andrea
Lo masih belum menjelaskan apapun tentang 5 tahun yg lalu Andrea padahal gue masih menunggu hingga sekarang batin Rasya
" udah ga usah sedih gue udah lupa kok " ucap Rasya yang mengerti ketika melihat raut wajah Andrea yang berubah
" ini buktinya gue mau kasih lo ini undangan Nikahan gue " ucap Rasya ke Andrea
__ADS_1
Degg jantung Andrea berdegup kencang ia terlihat ragu meraih undangan yang ada di depannya
" ini lo mau nikah " tanya Andrea ke rasya
" cantiknya " ucap Andrea sambil membuka undangan tersebut
" cantikan lo lah " jawab rasya santai
" ga boleh gitu ya ini calon istri lo sendiri " jawab Andrea
" gue di jodohin " jawab rasya
" hah " ucap andrea tidak percaya jaman sekarang masih ada jodoh jodohan batin nya berpikir
" lo gimana dengan selingkuhan lo masih berhubungan sekarang ? lo pergi ga ngasih gue kabar pergi dengan dia kan lo milih dia di banding gue " tanya Rasya ke Andrea
Andrea tercekat mendengar pertanyaan Rasya ia tidak habis pikir begitu kah pemikiran rasya tentang dirinya selama 5 tahun ini ia tidak menyalahkan rasya ia justru menyalahkan dirinya karena ia salah telah berkhianat
" itu bukan urusan lo " jawab Andrea tanpa memandangi wajah Rasya
" andrea gue bisa batalin perjodohan ini asalkan lo bilang sekarang lo merindukan gue lo pilih gue dari pada selingkuhan lo itu gue tau lo selingkuh dari hubungan kita dulu karena gue terlalu posesif sama lo gue udah berubah sekarang ndre " ucap Rasya ke Andrea sambil memegangi tangan Andrea
" lo jangan asal ngomong gue udah ga ada perasaan apa2 sama lo dan ingat lo udah punya calon istri undangan udah ada ini " ucap Andrea ke Rasya sambil menunjukan undangan tersebut ke wajah lelaki tersebut
Andrea bergegas meninggalkan Rasya terlihat rasya mengikuti Andrea
" Andrea sebentar lo pake ini " ucap rasya ke Andrea terlihat ia melepaskan jaket dan melingkarkan ke pinggang andrea
" lain kali keluar rumah jangan pakai celana begini lagi , aku pergi " ucapnya ke Andrea
Rasya pun pergi memasuki mobil dan melajukan mobil tersebut meninggalkan andrea yang masih berdiri di dekat motornya
Tak terasa bulir bening mengalir di pipi Andrea sesak di dadanya mengingat Rasya masih sama seperti Rasya yang dulu
" gue harus gimana gue masih sayang lo rasya " akhirnya ucapan itupun keluar dari mulut Andrea
Andrea pulang dengan mengendarai motornya sesampainya di rumah ia langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya orang tua dan adiknya yg ada di ruang keluarga yg tengah berkumpul karena hari libur pun ia lewati begitu saja
Andrea mengunci kamarnya ia menanggis sejadi jadinya di dalam kamar nya
" Seandainya waktu bisa gue ulang seandainya gue " ucap andrea di tengah isakan tanggisnya
Like...
Vote....
__ADS_1