
Andrea mengerjapkan matanya ia terbangun waktu sudah menunjukkan pkl 15.30
" sudah sore gumam andrea
Ia pun ke kamar mandi membasuh muka nya setelah itu ia turun ke bawah tidak ada terlihat aktifitas di lantai 1 tersebut ia pun memutuskan untuk duduk di ruang keluarga tak lama kemudian terdengar suara langkah seseorang
" Assalamualaikum " ucap papa pada andrea
Andrea yang mendengar suara papa nya pun bergegas memeluk papanya
" walaikumsalam pa " jawab andrea
" andrea ingin seperti ini sebentar saja " ucapnya kepada papa
Papa yang mengerti pun hanya menganguk tersenyum ia mengerti keadaan putri nya karena istrinya tadi ke kantor mengantar makan siang sekaligus menceritakan keadaan putrinya
Mereka berdua pun duduk di ruang keluarga
" Andrea apa kamu yakin ingin ke luar negeri nak " tanya papa dengan lembut ke andrea
" andrea yakin pa " jawab andrea
" ya sudah papa akan urus segala dokumen yang kamu perlukan untuk berangkat " ucap papa ke andrea
" makasi pa " ucap andrea seraya memeluk sang papa
" apapun keputusan kamu papa dukung " ucapnya dengan lembut
" Andrea berangkat besok atau lusa bisa kan pa " tanya andrea ke papa
Papa andrea sedikit terkejut dengan permintaan anak nya ia pun menghela nafas nya berat tapi ia pikir berangkat lebih cepat lebih baik untuk anak nya
" ya sudah kalau itu mau kamu dokumen nya secepatnya papa urus dan soal pengumuman kelulusan kamu bisa papa mama wakilkan " jelas papa kepada andrea
" terimakasih pa andrea beruntung memiliki kalian " ucap andrea ke papa
Tak lama mama pun bergabung ke ruang keluarga dan papa pun pergi ke kamar untuk membersihkan diri setelah seharian bekerja
" sayang tadi ada teman kamu Al kesini nak , mama ingin membangunkan kamu mama tapi mama tidak tega " ucap mama ke andrea
Andrea pun terkejut mendengar penuturan mamanya
Al apa dia kesini untuk menumpahkan segala amarahnya wajar sih dari awal aku kurang jujur maafkan aku Al batin andrea
__ADS_1
" ma untuk sementara andrea ga mau menemui siapa pun andrea masih takut ma " ucapnya kepada mama
" sayang masalah tidak bisa di hindari Al tadi cuma ingin menyampaikan kalau hatinya tidak berubah " ucap mama kepada andrea
Al lo begitu baik lo pantas mendapatkan yang lebih dari gue, bukan seorang pembohong seperti gue sepertinya keputusan gue tepat menjauh dari kalian berdua supaya kalian bisa mendapat kebahagian dan itu bukan bersama gue batin Andrea
Makan malam pun tiba Andrea dan keluarga nya menikmati makan malam dengan hikmat
" kaka jadi kuliah di luar negeri " tanya alex ke andrea terlihat raut sedih di wajahnya ketika mengetahui ia akan berpisah dengan kaka yang ia sayangi
" ia lusa kaka berangkat kamu jaga mama papa ya kaka janji akan sering video call ade kaka yg tampan ini " jawab andrea ke alex
" kaka janji ya entar alex boleh kan datang ke tempat kaka kalau libur sekolah , boleh kan ma pa
" tanya alex kepada mama papa nya
" iya boleh sayang " jawab mama
" yesss " ucap alex
Andrea hanya tersenyum melihat adiknya
Selesai makan malam andrea ke kamar ia keluar balkon menatap pemandangan malam di luar rumahnya
" kok gue jadi berharap sih bagus kan andrea itu hukuman buat lo karena sudah berkhianat ucap andrea kepada dirinya sendiri
Besok pagi nya Andrea beraktifitas seperti biasa dan sekarang ia duduk di ruang keluarga untuk menonton TV ketika ia tengah asik menonton acara favorit nya terdengar suara bel rumah berbunyi
Andrea pun mengintip ke jendela siapa yang menekan bel rumah nya terlihat disana sahabat nya Reyna tak menunggu waktu lama Andrea pun membuka pintu untuk sahabat nya tersebut
" Andrea " ucap reyna seraya memeluk andrea
" lo ga pa2 kan lo ga di apa apain sama mereka " tanya reyna dengan penuh kekhawatiran
" bisa di lihat gue ga pa2 kok, ya udah kita kekamar gue aja ya " jawab andrea
Andrea dan reyna pun berada di kamar
" andrea udah jangan di pikirin itu juga bukan 100% kesalahan lo kok, nih ya kalo gue jadi lo udah dari dulu gue duain noh si rasya yang posesif minta ampun ke lo " ucap reyna yang masih menahan kesalnya
" iya tetap aja gue salah " ucap andrea iya sudah menguatkan hatinya untuk tidak menanggis
" ini nomor baru yg lo minta udah gue beli " ucap reyna
__ADS_1
" makasih rey lo emang sahabat terbaik gue " ucap andrea seraya memeluk reyna
" lo kalo ke luar negeri tetep hubungin gue ya , ingat sahabat selamanya " ucap reyna dengan raut wajah sedihnya
" iya gue janji " jawab Andrea
" lo ga ada pesan atau apapun ke rasya atau Al ndre " tanya reyna
" ga ada tapi gue minta tolong ke lo rey misalkan ada yg nanya nomor atau sek
gue kuliah dimana plisss bilang aja lo udh ga berkomunikasi ama gue " ucap andrea ke reyna
" iya kalo itu gue tau kok apa lagi si cecunguk rasya ga akan deh gue kasih tau sampai sekarang aja dia ga ada kan nyariin lo " tanya reyna ke andrea
Emang bener yang ada cuma Al kesini untuk kedua kalinya dan itu pun gue ga mau nemuin dia gumam andrea
" iya mungkin begini lebih baik " ucap andrea dengan tenang
Sisa percakapan mereka pun hanya di isi senda gurau sesama sahabat Reyna membantu Andrea menyiapkan barang2 yang dia bawa besok untuk menimba ilmu di negeri orang
" gue pulang ya udah malam soalnya lo berangkat besok hati2 ya maaf gue ga bisa anterin lo soalnya besok gue ke Rumah sakit nemenin mami " ucap Reyna
" ia ga pa2 ko makasih ya udah bantuin gue siapin barang " andrea pun memeluk reyna
" bye Andrea Assalamualaikum " ucap reyna
" walaikumsalam ... bye " jawab Andrea
Andrea kembali mengecek sisa barang yanh di perlukan memastikan tidak ada yang tertinggal
Andrea kiniberada di Balkon Kamarnya menatap Langit Malam
" Apa dengan gue menghindar ini akan lebih baik " Ucap Andrea
Hari semakin larut Andrea memutuskan untuk kembali ke kamarnya merebahkan diri di kasur King size nya , ia pun menatap Potret dirinya dan Rasya menggunakan Seragam Putih Abu2
" Maafkan aku memberikan kenangan yang begitu buruk di Masa SMA kamu, maafkan aku pergi begitu saja aku tidak punya keberanian menghadapi kamu, semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik, semoga dengan kepergian ku ini kamu bisa cepat melupakanku " ucap Andrea
Tak lama Andrea pun terlelap
Like...
Vote....
__ADS_1