
Sisca yang merasa sangat kesal dengan tingkah Martin pun segera berdiri dan keluar dari ruangan Martin sambil menhentakan kaki sangat kuat dan membanring pintu ruangannya. Martin yang tak menyadari itu adalah Sisca ia sangat marah karena ada yang berani membanting pintu dan menghentakan kaki begitu kuat di ruangannya. Ia pun segera menelpon seseorang diluar untuk menghampirinnya. " Ada yang bisa saya bantu pak?... ( Ucap sang sekretaris sambil berdiri sopan didepan meja Martin)
"Siapa yang barusan masuk ke dalam ruangan ku, lalu membanting pintu dan juga berbuat tidak sopan didalam ruangan ku?.... ( Tanya pada sang secretaris)
"..... ( Si secretaris tidak bisa menjawab ya, dia bingung kenapa Bosnya bertanya seperti itu karena yang ia tau sedari tadi hanya ada pacar dari sang Bos yang masuk dan tidak ada yang lain)
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?... Apa kau sudah tidak mau bekerja dengan disini lagi ahkkk... ( ucap Martin yang sudah tidak melihat pekerjaannya lagi dan sekarang menantap tajam si secretaris)
"Maa... Maa... Maaf Pak jangan pecat saya, nanti siapa yang akan membayar biaya sekolah anak dan adik saya dan siapa yang akan membiayai orang tua saya kalau saya tidak bekerja lagi.... ( Ucap sang secretaris sambil menundukan kepalanya karena takut)
"Ya kalau tidak mau di pecat jawab pertanyaan saya segera... tunggu apalagi... mau tunggu di pecat kamu...
"Maaf Pak... Dari tadi tidak ada yang masuk ke ruangan Bapak se.... ( Ucapnya terputus saat Martin sudah keburu emosi)
"Kamu buta atau tuli? Ada orang yang membanting pintu sekuat itu dan masuk ke ruangan ku tapi kamu bilang tidak ada yang masuk... ( Ucapnya lagi sambil nyerocossss)
"Benar Pak tidak ada selai.... ( Ya dipotong lagi sama Martin)
__ADS_1
"Kamu Saya Peca..... ( Sekarang giliran si secretaris yang motong)
"Pak jangan potong dulu ucapan saya kan saya belum selesai bicara... (Ucap si secretaris karena sudah panik ia memberanikan diri memotong ucapan Martin si atasan)
"Baiklah katakan... ( Ucap Martin sambil menatap Secretarisnya)
"Bapak jangan lihat saya begitu saya jadi takut nih Pak... ( Ucapnya lagi)
"Ehmz Baiklah katakanlah... ( Ucapnya sambil duduk tenang dan meminum air didepannya)
"Ehmz sedari tadi tidak ada yang masuk keruangan Bapak selain Ibu Sisca pacar Bapak.... ( Ucapnya )
"Pak kenapa? Pelan- pelan Pak minumnya saya tidak akan mintak dan kalau kurang nanti saya akan ambilin lagi dha pak... Tapi sayanya jangan di pecat... ( Ucap sang secretaris sambil mendekat dan memberikan tissu untuk Martin yang meja dan juga bajunya sudah basah semua oleh air mineral yang Martin Minum)
"Kamu serius yang datang tadi barusan itu Sisca?... (Tanyanya lagi tidak percaya)
" Iya Pak... Emangnya Bapak tidak melihat Ibu Sisca masuk kesini?.... ( Ucapnya polos)
__ADS_1
"Aduhhhh mati dha aku..... ( Sambil menutup wajahnya)
"Pak jangan mati dulu... Kalau Bapak mati saya bagaimana... ( Ucapnya polos si secretaris)
"Kamu mah bodok Amatttttt... Sekarang juga kamu telphone ke resepsionis tanya mereka sudah lihat Sisca turun belum dan juga satpam kalau masih dibawah suruh tahan dan satu lagi kamu pesankan bunga mawar merah dan minta mereka segera kirim kesini masukan segera ke dalam ruangan ku dalam 5 menit mengerti.... ( Ucapnya panjang lebar kepada sang secretaris)
"Baik Pak laksanakan.....( ucapnya sambil berlalu dan melakukan semua perintah atasannya)
Martin pun segera berjalan keluar ruangan menuju lantai dasar dan dengan membawa rasa was-was.
...****************...
Hay kakak terima kasih dukungan dan vote. Ditunggu komen, dukungan dan votenya lagi ya
Oh iya maaf ya kalau double- double karena aku sudah update entah kenapa di tampilan masih tercantum dan membutuhkan untuk diupdate jadi aku update dan ternyata terjadi double dha. Maaf ya kalian bisa lewatin saja ya.
Salam sehat
__ADS_1
Tetap patuhi protokol kesehatan ya kakak-kakak terima kasih