
" Pasien bernama Melaini Pricilia, iya tak tertolong karena over dosis dan ia tidak memiliki keluarga sehingga pihak rumah sakit segera mengkremasinya, dan untuk Meilani Putri Peter, ia tertolong dan saat ini ada dikamar rawat ruang mawar no. 56A lantai 3...
"Baik terima kasih informasinya...
"Sama- sama Pak...Tapi Pak... ( Ucap Putri terputus karena ingin memberi tahukan bahwa yang disana masih anak- anak). Ya sudahlah mungkin ia mau mengeceknya sendiri 'ucapnya dalam hati dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
Daddy Lee langsung menuju kamar yang di maksud, ia berjalan dengan cepat agar bisa segera menemukan Mei. Setibanya disana ia langsung membuka pintu dengan semangat yang menggebuh-gebuh, tapi yang ia lihat membuatnya menjadi bingung. Iya dia bingung karena Mei yang ia maksud dan Mei yang di dalam kamar berbeda. Bahkan sangat berbeda, Mei yang ini masih usia 10 tahun dan itu sudah pasti bukanlah orang yang ia cari. Ia lalu berjalan kembali ke tempat receptionis tersebut dan langsung menanyakan ulang, apakah benar orang yang ia temui tadi adalah seorang gadis kecil berusia 10 tahun. " Sus apakah yang bener nama Mei yang suster bilang di kamar rawat ruang mawar no. 56A lantai 3 adalah seorang gadis berusia 10 tahun?... ( tanyanya dengan tatapan tajam, ia Daddy Lee merasa sangat kesel, ia merasa di permainkan oleh si suster).
"Benar Pak.... Apa itu yang Bapak cari?... ( tanya suster dengan sopan)
"Kau gila ahk... Atau kau mau di pecat dan tidak mau hidup lagi... Beraninya kau permainankan saya... Kau tidak tau siapa saya ahkkk.... ( Ucap Daddy Lee dengan penuh emosi dan memukul meja di depannya)
"Maaf Pak, sebelumnya saya mau mengatakannya, kalau yang ada di ruangan itu anak kecil, tapi belum sempat saya menyelesaikan ucapan saya Bapak langsung memotong ucapan saya dan pergi. Saya kira memang Bapak menjodohkan anak Bapak dengan dia, dan saya pikir anak Bapak Seusia dengan gadis kecil itu... ( Ucap panjang lebar suster tersebut)
"Kenapa kau tidak mengatakan saja langsung ahkk..
__ADS_1
"Aduh Bapak saya kan tadi sudah menjelaskannya panjang lebar emangnya Bapak belum mengerti penjelasan saya tadi?... (Tanya suster yang masih slow dan santai)
"Ahhh sudah cukup basa- basi mu sekarang ysng satunya lagi dimana? ( Tanya Daddy dengan nada yang masih tinggi)
"Kan tadi saya sudah bilang pak, yang satunya tidak tertolong, karena over dosis, dan kami sudah mengkremasinya karena sudah 3 minggu tidak ada yang mengambil dan mencarinya...(Ucap si suster dengan mode sangat slow)
"Jadi ia sudah meninggal?...( Ucap Daddy dengan nada melemas dan ia pun tidak tau harus mengatakan apa pada Lee karena kekasihnya tidak bisa di selamatkan lagi).
"Iya Pak... Sudah meninggal 3 minggu yang lalu dan kami telah mengkremasinya 2 hari yang lalu... ( Ucap santai si suster)
"Kebetulan kami tidak tau siapa keluarganya jadi abunya kami letakan di rumah abu di rumah sakit ini dan tempat semayamnya juga di rumah abu di rumah sakit ini... (Ucap pelan Suster).
"Baik terima kasih... Permisi...
"Sama-sama Pak...
__ADS_1
Daddy Lee tidak sanggup untuk datang ke rumah abu tersebut, ia memilih untuk pulang dan ia telah mengambil kesimpulan bahwa yang meninggal sudah pasti Mei kekasih Lee. Ia hanya bingung harus menyampaikan berita ini kepada Lee, yang saat ini kondisinya masih buruk.
#Flashback off#
...****************...
Hay kakak- kakak maaf ya updatenya sedikit lama hehehehee.
Masih belum mendapatkan jawaban dari traktiran Axel yang diminta oleh Mei kan, ayuk buruan kasih saran dan dukungannya dan ikutin terus ya ceritanya.
Ditunggu komen, dukungan dan votenya lagi ya.
Salam sehat
Tetap patuhi protokol kesehatan ya kakak-kakak terima kasih
__ADS_1