Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya

Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya
Pergolakan Negara


__ADS_3

Langit gelap gulita. Angin malam mendesir tajam menusuk ke tulang sumsum membuat penghuni gua menggigil kedinginan. Tampak sebuah gua yang tersembunyi dan jauh dari perkampungan penduduk. Mereka bersembunyi dalam gua. Ada lima orang lelaki yang paruh baya beserta seekor kucing. Mereka membakar api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka.


"Appa yang akan kita lakukan untuk melawan kejahatan Raja Namruz?"


"Tak ada yang bisa kita lakukan saat ini.. kekuatan kita masih sangat lemah. Kita harus menyusun kekuatan dari kalangan penduduk"


Para penghuni gua dikagetkan dengan suara keras yang berasal dari langit. Kemudian tampak sebuah cahaya di langit bersinar melintasi bumi.


“Kak lihat...itu apa?” seorang pria diantara mereka menjerit-jerit. Semua orang yang berada dalam gua segera menengok keluar dan menyaksikan benda bersinar jatuh ke bumi.


“Ada apa gerangan?”

__ADS_1


Salah seorang pria yang paling tua diantara mereka berkata “Itu merupakan pertanda bahwa akan ada kejadian yang akan mengubah peradaban manusia di muka bumi”


**


Sebuah rumahtangga harmonis berada di tengah perumahan penduduk. Pria yang berada di dalam rumah tersebut bernama Azar. Dan isterinya sangat mencintainya. Keduanya bercanda ria sampai akhirnya mereka memadu kasih.


Tanda-tanda kehamilan muncul yang membuat Azar gembira. Istrinya diperlakukan dengan manja. Di waktu luangnya membuat patung, Azar berusaha menggembirakan hati istri tercinta. Sampai akhirnya, istrinya dipastikan hamil berdasarkan ahli penerawangan.


“Pria”


“Bagaimana nasibnya? Hidupnya dan rezekinya?”

__ADS_1


Di sebuah perkampungan dengan padang pasir yang panas, beberapa bulan kemudian, perut isteri Azar semakin besar. Azar sangat ketakutan jika istrinya melahirkan. Sebab negeri Babilonia yang ditempatinya dikuasai oleh seorang Raja Namrudz yang aniaya. Ia memutuskan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang baru lahir. Ia masih teringat, tetangganya yang baru melahirkan anak laki-laki langsung dibunuh anak baru lahir itu di depan orangtuanya. Sedangkan anak jenis kelamin perempuan baru lahir dibiarkan hidup.


Istri Azar meraung-raung. Ia sedang menapaki proses melahirkan. Dengan berada di hadapannya, ia menyaksikan istri tercinta melahirkan anak laki-laki. Hal tersebut membuat ia kaget. Ia sangat takut ada bala tentara atau prajurit Raja Namrudz yang melihat anaknya lahir. Secepat kilat ia berpikir. Hingga ia mempunyai ide untuk menyembunyikan anaknya di tempat aman.


Malam gelap gulita. Azar memberikan nama pada anaknya, Ibrahim. Kemudian sambil menangis, ia membawa anaknya di tengah kegelapan malam. Hening. Sunyi. Ia berjalan pelan. Ketika tiba di gua maka ia letakkan Ibrahim di sudut gua. Bolamatanya berkaca-kaca hingga meneteskan air mata. “Maafkan nak. Ayah meninggalkanmu. Aku yakin tuhan patung akan menjagamu di sini”


Bayi yang baru lahir itu menggeliat. Dan menangis-nangis keras. Suara kembali sunyi. Ibrahim menghisap ibu jarinya karena lapar. Dari ibu jarinya keluar air susu. Sesudah kenyang minum susu, Ibrahim tidur pulas.


'


Matahari bersinar terang. Daun-daun berjatuhan tertiup angin. Azar berjalan menuju gua. Dan ia melihat anaknya masih hidup. Ia bersyukur. Pada umur lima tahun, Ibrahim sudah besar. Ia biaza bermain bersama anak lainnya.

__ADS_1


Peraturan untuk membunuh anak baru lahir pria terus bergulir. Ibrahim dapat lepas dari peraturan itu. Raja Namrudz dan bala tentataranya terus membunuh bayi laki-laki sampai jalanan dipenuhi darah.


__ADS_2