
Melihat kedatangan Nabi Ibrahim dan Siti Sarah ke istana maka salah satu intel kerajaan langsung mendatangi Raja. Ia menyampaikan informasi tentang keberadaan Nabi Ibrahim di istana beserta seorang wanita cantik yang hendak menghadap Raja. Ia juga menambahkan kecantikannya sangat mempesona dan layak dijadikan istri oleh Raja. Raja sangat senang mendengar informasi ini.
Seorang prajurit menghadap Raja. Ia mengabarkan bahwa Nabi Ibrahim dan Siti Sarah sudah berada di depan pintu istana dalam. Ia meminta ijin sang Raja apakah diperbolehkan masuk atau tidak. Sang Raja memberikan aba-aba agar Nabi Ibrahim dan wanita cantik itu segera menghadapnya.
Detak-detak derap langkah terdengar. Terlihat sosok nabi Ibrahim yang gagah perkasa dan seorang wanita cantik. Nabi Ibrahim dan Siti Sarah memberikan hormat pada Sang Raja. Sunyi sepi beberapa detik lamanya.
Nabi Ibrahim dan Siti Sarah berhadapan dengan seorang raja yang zalim dan gila perempuan.
Sudah sebelumnya, Nabi Ibrahim mempersiapkan apa yang mesti dilakukan saat bertemu dengan raja yang demikian. Beliau menduga sang raja akan menyukai istrinya yang cantik jelita.
Nabi Ibrahim sebetulnya sangat percaya terhadap Siti Sarah dalam menghadapi raja yang zalim dan gila cewek cantik ini. Siti Sarah akan dapat menjaga diri dan kehormatannya secara baik. Apalagi ia diberi karunia kecerdasan pikiran dan mustajab doa.
__ADS_1
“Saya mengundang kalian ke sini itu untuk menanyakan asal dan tujuan kalian. Kalian berasal dari Negeri mana?”
tanya sang Raja.
“Kami asalnya dari negeri Babilonia”
“Apakah maksudnya kalian berada di negeri kami?”
“Asalnya tujuan kami adalah negeri Syam. Setelah diketahui negeri Syam dilanda kekeringan. Lalu kami menuju Mesir”
“Lalu siapa wanita yang berada di dekatmu itu wahai Ibrahim?”
__ADS_1
“Dia saudariku”
Raja mangut-mangut. Hal yang diharapkannya dengan mengundang Nabi Ibrahim ke istananya adalah untuk mendapatkan Siti Sarah, wanita cantik yang disebut saudarinya. Jawaban yang tidak betul yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim merupakan sarana untuk membela diri dan istrinya mempertahankan hidup. Karena ia sedang berada di depan Raja yang zolim.
Sang Raja menyuruh kepada para prajuritnya untuk menangkap Siti Sarah. Nabi Ibrahim berpesan kepada Siti Sarah supaya tidak membongkar kebohongan Nabi Ibrahim. Karena Siti Sarah adalah istrinya. Nabi Ibrahim bukanlah bohong sebab dalam ajaran Islam, pengertian saudara perempuan adalah luas yakni wanita yang beragama Islam.
Seorang prajurit lain menangkap Nabi Ibrahim. Kemudian Nabi Ibrahim disuruh keluar dari istana. Nabi ibrahim dibiarkan bebas. Melihat hal itu, Nabi Ibrahim sedikit khawatir atas keselamatan istrinya.
Di istana, Sang Raja meminta kepada para pembantunya dari kalangan perempuan untuk mendandani Siti Sarah secantik mungkin. “Setelah ia didandani maka hadapkanlah ke aku,” ujar Sang Raja angkuh.
Di dalam sebuah kamar di istana Raja, Siti Sarah diberikan satu set pakaian yang baru dan sangat indah yang dipenuhi dengan intan dan berlian. Siti Sarah merasakan ketakutan yang teramat sangat. Ia sangat takut dihadapkan pada Raja dan menjadi pelayan nafsu bejatnya. Ia berdoa berkali-kali kepada Allah meminta keselamatan dan pertolonganNya.
__ADS_1
Pelayan mempersilahkan Siti Sarah untuk menemui Raja. Namun beliau meminta ijin untuk solat dan sujud kepada Allah. Setelah melaksanakan solat itu, Siti Sarah menghadap kepada Raja. Melihat kecantikan Siti Sarah yang memikat dan mempesona membuat Raja tertarik utuk mendekati Siti Sarah.
Siti Sarah berdoa agar Allah melindungi dirinya dari kejahatan Raja. Pada saat Raja mau menyentuh kulit tubuh Siti Sarah tiba-tiba tangan sang raja mengalami kelumpuhan. Ia tak bisa menggerakkan tangannya sama sekali.