Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya

Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya
Tewasnya Sang Raja


__ADS_3

Kecantikan secara fisik dan batin adalah dua hal yang paling diidamkan oleh setiap wanita. Begitupula yang didambakan oleh seorang pria yakni tampan secara fisik dan baik hati serta soleh secara batin. Dan bagi pria hal itu sudah terwujud dalam diri Nabi Yusuf.


Sedangkan bagi seorang perempuan hal itu sudah terwujud dalam diri Siti Sarah. Beliau merupakan wanita tercantik di dunia nomor dua setelah Siti Hawa. Dan beliau pun sangat taat dan taqwa kepada Allah swt.


Kesempurnaan Siti Sarah yang berhasil didapatkan oleh Nabi Ibrahim. Itulah merupakan salah satu anugerah besar yang didapatkan oleh nabi Ibrahim. Keindahan fisik dan akhlak. Yang jarang wanita mempunyai dua hal itu secara sekaligus. Di saat Nabi Ibrahim sudah menyeru kebaikan dan kebenaran kepada umatnya pagi dan petang tanpa banyak diikuti orang maka Siti Sarah yang menjadi penyejuk hati.


Siti Sarah mempunyai akhlak yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula setelah menikah dengan Nabi Ibrahim as. Beliau sangat patuh kepada suami tercinta. Dan beliau pun sangat tegar selama berumah tangga dengan nabi Ibrahim saat melewati berbagai ujian dan kemiskinan serta penderitaan.

__ADS_1


Kalau diibaratkan ketegaran Siti Sarah bagaikan Siti Khadijah Khuwailid. Ia mengerahkan segenap jiwa raga dan harta benda untuk mendukung dakwah suaminya. Sampai kekayaannya yang melimpah habis. Di saat banyak orang yang mengingkarinya maka Siti Sarah yang mempercayai Nabi Ibrahim. Ia memeluk agama Ibrahim dengan bimbingan suaminya langsung.


Hidup di tengah masyarakat yang sebagian besar menyembah patung berhala membuat Siti Sarah sedikit tertekan. Setiap Nabi Ibrahim selesai berdakwah secara sembunyi dan terang-terangan, Siti Sarah selalu menyambut suaminya dengan ceria. Segala keluhan Nabi Ibrahim dalam menyeru umat kepada kebajikan selalu ditanggapinya dengan sabar dan memberi jalan keluar kepada Nabi Ibrahim.


“Yang membuat seseorang masuk agama tauhid bukanlah engkau wahai suamiku. Tapi Allah swt. Engkau hanya ditugaskan oleh Allah swt untuk menyampaikan kebenaran. Tidak usah dipikirkan dengan penolakan penduduk Babilonia terhadap agama engkau.Besok kan merupakan hari pertemuan dengan raja Namrudz. Bersiaplah-siaplah suamiku”.


“Hai Ibrahim. Aku menantang kamu. Bahkan aku menantang Tuhanmu. Ayo siapakah yang lebih kuat antara aku dan kamu”

__ADS_1


“Sesungguhnya Allah Tuhanku Maha Agung. Wahai Raja Namruz berimanlah kepada Allah sebelum datang kepadamu bala tentara Allah yang akan membinasakanmu”


“Aku tak mau beriman. Bahkan aku menantang kamu dan Tuhanmu.Ibrahim pergilah dari negeri ini jika kamu masih berdakwah..kau telah merusak tatanan kehidupan di negeri ini”


“Tapi ingat wahai Raja Namrudz kalau kau tak beriman kepada Allah maka Allah akan membinasakanmu.” Ibrahim pun meninggalkan lapangan itu untuk menuju ke rumahnya.


Keesokan harinya, pada saat hendak tidur Raja Namrudz diganggu oleh sebuah lalat yang masuk ke dalam rongga hidungnya. Lalat itu terus bergerak di dalam hidungnya. Hingga Raja Namrudz merasa kesakitan. Ia berguling guling meminta pertolongan. Namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.

__ADS_1


Para tabib istana hanya bjsa menyaksikan penderitaan Raja Namrduz yang terus berlangsung. Pada akhirnya dari hidung Raja Namrudz keluar darah. Lalat itu telah masuk dan merusak jaringan organ dalamnya. Beberapa saat kemudian Raja Namrudz pun tewas oleh serangan lalat yang sangat kecil yang merupakan bala tentara Allah swt.


__ADS_2