Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya

Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya
Siapa Yang Merusak Patung Berhala?


__ADS_3

Ibrahim tidak mengerti dengan jalan pikiran ayahandanya, Azar. Mengapa beliau diusir oleh ayah tercintanya. Padahal tak ada keselahan yang ia lakukan. Ia hanya menyampaikan kebenaran. Dan beliau tak akan berhenti menyampaikan kebenaran wahyu yang merupakan perintah Tuhan. Kalau beliau meninggalkan perintah dakwah maka ini tak mungkin. Lebih baik meninggalkan rumah ketimbang meninggalkan perintah Allah.


Ibrahim segera meninggalkan rumah sesuai keinginan ayahnya. Di dalam perjalanan, Ibrahim bertemu dengan kaumnya. Beliau menyapanya ramah. Tak sulit untuk Ibrahim mendapatkan tempat berlindung baru. Beliau mempunyai banyak kawan dan sanak kerabat.


Namun diantara banyak pilihan, Ibrahim memilih untuk bertempat tinggal di sebuah gua yang telah ditempatinya sejak ia bayi. Pada sebuah gua inilah, beliau beristirahat lalu ibadah pada Allah swt sampai larut malam.


Pada keesokan hari, suara ayam berkokok. Ibrahim segera bangun tidur. Ia mempunyai rencana besar yang mesti dilakukan untuk memperingatkan Raja Namrudz dari kejahatannya. Mengajak sang raja mengikuti kebenaran akan wahyu tuhan yang telah diperintahkan pada Ibrahim. Namun tak mungkin ia menemui raja karena ia orang biasa.


Ibrahim menyusun rencana. Ia tampak riang. Lalu beliau berjalan perlahan-lahan. Beliau meminta ijin pada penjaga pintu istana untuk menemui raja Namrudz. Namun tak diijinkan oleh pihak prajurit istana. Bahkan prajurit menyuruh Ibrahim untuk pergi.


Beberapa saat kemudian, Raja Namrud memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk berangkat ke suatu tempat. Semua orang diajaknya. Pada saat rombongan besar berangkat itulah tercetus niat Ibrahim untuk merusak patung sesembahan Raja Namrud.


Ibrahim melihat rombongan Raja Namrud telah meninggalkan negerinya.


Ibrahim dengan perlahan dan waspada masuk ke suatu tempat penyembahan patung yang khusus untuk keluarga kerajaan. Ia merusak semua patung yang berada di dalamnya yang berjumlah 72 patung dengan kapak. Lalu Ibrahim memilih menyisakan satu patung berukuran besar. Dan menyimpan kapak di tangan patung besar itu.


Setelah selesai semua yang dikerjakannya. Ibrahim pergi meninggalkan tempat itu dan menuju goa. Beberapa saat kemudian rombongan keluarga kerajaan datang. Sebagaimana biasa Raja Namrud langsung masuk ke sebuah tempat untuk menyembah berhala. Namun ia sangat kaget karena semua patungnya mengalami kerusakan. Yang tersisa satu patung besar dalam kondisi bagus atau tak rusak.


“Perbuatan siapa ini?” marah Raja Namrudz.


Ia seakan tak percaya dengan kerusakan patung seluruhnya yang berantakan berpuing-puing.


“Prajurit” teriak Raja Namruz.


Salah seorang prajurit datang.


"Siapa yang melakukan semua ini" tanya Raja Namruz.

__ADS_1


“Ampun tuan Raja saya tidak tahu sama sekali siapa orang yang menghancurkan patung ini. Namun saya sebelumnya melihat Ibrahim melewati tempat ini”


“Apa Ibrahim..coba panggil dia. Mungkin ia bisa mengetahui siapa pembuat onar di sini” suruh Raja Namrud.


Prajurit pun bergegas menuju keluar kerajaan dan mendapatkan Ibrahim sedang berada di jalan. Kepada Ibrahim, sang prajurit mengajaknya menghadap Raja Namrud sesuai perintah Raja.


“Saya sudah membawa Ibrahim tuan?”


“Bawa dia ke sini”


Prajurit penjaga pintu istana kerajaan tersebut berlalu dan beberapa lama kemudian datang dengan membawa Ibrahim.


“Kamu bernama Ibrahim.?”


mata Raja Namrudz mendelik.


“Betul tuan”.


Melihat Raja Namrudz dengan baju kerajaan yang dipenuhi emas dan mahkota emas sedikit membuat Ibrahim takut. Namun Ibrahim memberanikan diri. Beliau sudah mengetahui kezaliman dan kebiadaban Raja Namrud. Pesan dari Tuhan harus ia sampaikan.


“Apakah kamu yang merusak tuhan tuhan kami. Patung patung ini?”


“Bukan tuan raja."


"Lalu siapa lagi kalau bukan kamu?"


" Yang menghancurkan semua patung mungkin patung besar itu. Apalagi ia memegang kapak”

__ADS_1


“Kamu mau mengolok-olok saya. Mana mungkin patung bisa menghancurkan patung disampingnya. Ia mati”


“Kalau sudah mati mengapa tuan raja yang menyembahnya. Yang patut disembah adalah Allah yang memiliki langit dan bumi. "


"Apa kau mencoba menasihatiku hai Ibrahim..aku adalah penguasa..raja di negeri ini"


"Raja. Saya adalah Ibrahim yang telah diiangkat menjadi utusan Tuhan untuk menyampaikan kebenaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Patung patung itu bukanlah Tuhan.”


Raja Namrud terkaget sekali dengan ucapan Ibrahim. Ia tak menyangka puteranya Azar berkata demikian. Bukankah Azar pembuat patung yang mengandalkan penghasilan dari membuat patung?


“Hei Ibrahim..apa yang kamu katakan itu benar dan sadar? Kamu membenci Tuhan kamu dan aku?”


“Iya ....Tuhanku dan tuhan kamu hanya Allah Yang Maha kuasa yang menciptakan langit dan bumi" ucap Ibrahim.


Raja Namrud melotot.


“Aku menyampaikan pesan Tuhan secara benar. Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan”


“Aku dapat menghidupkan dan mematikan “ucap Namrudz dengan sombong.


Raja Namrud memanggil seseorang dari rakyat jelata kemudian dibunuhnya sampai mati. Kemudian ia memanggil rakyat biasa juga dan membiarkan ia hidup.


“Bagaimana Ibrahim aku dapat mematikan dan menghidupkan seseorang.”


“Sesungguhnya Allah Tuhanku menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah dia dari barat”


Raja Namrudz terdiam dengan ucapan itu. Ia tak bisa melakukan hal demikian. Ia merasa tak bisa mengalahkan argumentasi dengan Ibrahim. Maka Raja Namrud memerintahkan para tentaranya untuk menangkap Ibrahim lalu membakar Ibrahim hidup-hidup. Karena ia telah melakukan kejahatan besar yakni menghancurkan Tuhan Tuhan.

__ADS_1


__ADS_2