Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya

Kisah Nabi Ibrahim & Keluarganya
Bermesraan Dengan Api


__ADS_3

Para bala tentara raja Namruz yang kuat-kuat dan tegap segera menangkap Ibrahim dalam keadaan hidup. Ibrahim mencoba melepaskan diri tapi ia tak mampu. Tenaga bala tentara Raja Namrudz sangat kuat. Ayahandanya, Azar hanya menyaksikan pemandangan itu dengan getir. Ibrahim memohon doa kepada Allah swt agar dirinya diselamatkan.


Allah swt mendengar permohonan Nabi Ibrahim. Kemudian Allah swt memberi karunia ketenangan pada utusannya Ibrahim. “Sesungguhnya Allah bersama aku. Allah Yang Maha Perkasa akan menolongku” gumam Ibrahim pasrah.


Orang-orang di sekitar menyaksikan pemandangan yang mengerikan bagi mereka. Inilah hukuman yang paling sadis dan telah dilakukan kepada para penjahat besar sebelumnya. Dan sekarang ini bagian Ibrahim yang menurut mereka adalah penjahat. Namun di sisi Allah swt, Nabi Ibrahim adalah pahlawan dan pejuang kebenaran.


Tumpukan kayu segera dibakar api. Para bala tentara Raja Namrud mengumpulkan dan menumpuk kaya dalam ukuran besar. Kemudian diberi bara api. Api melambung tinggi siap memakan siapa yang memasukinya. Semua orang yang menyaksikan ini merasakan kengerian melihat hukuman ini terjadi. Bagaimana Ibrahim dapat menyelamatkan diri dari api yang berkobar laksana gunung ini. Ibrahim pun diikat pada sebuah kayu besar dan kemudian dilemparkan pada api yang membumbung tinggi.


Azar berkaca-kaca menyaksikan kejadian ini.

__ADS_1


Raja Namrud berdiri di aras kuda kemewahan sambil teriak kegirangan.“Mati kau Ibrahim”. Api teruus membumbung tinggi. Ibrahim berada dalam kobaran api yang menyala-nyala. Beberapa saat lamanya, dirasa Ibrahim sudah mati dimakan api lalu Raja Namruz meninggalkan lokasi pembakaran Ibrahim. Yang diikuti oleh rakyat Babilonia.


Ibrahim ditinggalkan sendiri di tempat itu. Burung-burung beterbangan ke arah timur dan barat. Lalu tampak semut berbondong-bondong di kayu yang terbakar. Entah apa yang diucapkan oleh sesama semut. Namun tampak beberapa semut berlarian berusaha memadamkan api menggunakan bulir air yang dibawanya.


Pada bagian kayu lain yang terbakar tampak binatang cicak yang merayap. Namun yang ia lakukan sebaliknya dari semut. Ia meniup-niupkan api sehingga kobaran api semakin bertambah besar membesar dan membuat Ibrahim dapat dimusnah dalam waktu singkat.


“Aku sedang berusaha memadamkan api yang menyelimuti nabi Ibrahim”


“Percuma saja..api itu sudah terlalu besar. Dengan air satu buti tak akan memadamkan api.” ujar burung.

__ADS_1


“Wahai burung. Walaupun api tidak padam. Tapi aku sudah ada ikhtiar untuk memadamkannya. Biar orang tahu bahwa aku di pihak Ibrahim yang benar” jawab semut.


“Terserah kamu” burung pergi meninggalkan semut yang terus tanpa lelah bergerak untuk berusaha memadamkan api yang membakar Ibrahim.


Kun fayakun. Dinginlah api. Tiba-tiba api yang membakar Ibrahim menjadi dingin. Ibrahim merasa heran dengan api yang sifatnya berubah menjadi dingin. Baju dan kulitnya tidak merasa panas atau terkelupas. Ibrahim pun bercanda gurau dengan api.


Tak ada seorang pun yang mengetahui kalau api itu dingin. Allah swt telah menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan kuasaNya. Hanya Cicak dan semut yang merasakan keheranan dengan api yang membakar nabi Ibrahim. Namun tak membuatnya terbakar. Barulah mereka tersadar bahwa Ibrahim diberikan keajaiban oleh Allah swt. Semut-semut bergembira menyaksikan Ibrahim selamat. Sedangkan cicak merasa aneh dan tanda tanya dengan api.


Nabi Ibrahim bersyukur pada Allah swt atas keajaiban yang diterimanya. Ia pun berdoa agar umatnya diberikan keselamatan dan petunjuk hidayah pada jalan yang benar. Beliau pun memaklumi tindakan biadab yang dilakukan oleh Raja Namrudz dan berniat untuk meninggalkan negerinya untuk selamanya.

__ADS_1


__ADS_2