
Nabi Ibrahim adalah pemuda yang sangat pemberani dan cerdas. Yang dibuktikan dari sepak terjangnya yang berani melawan kezaliman Raja Namrudz. Setelah strategi dakwah kepada penduduk Babilonia dan Raja Namrud secara terang-terangan mengalami kegagalan. Kemudian beliau pun merubah strategi dalam berdakwah. Ia melakukan strategi dakwah secara sembunyi. Pada sanak kerabat, sahabat, teman, kenalan dekat yang ia temui Nabi Ibrahim mengajaknya untuk mengikuti agamanya. Yakni agama tauhid. Tidak ada tuhan selain Allah swt.
Menolak untuk menyembah patung berhala. Dan mengakui Tuhan itu adalah Allah swt.
Di waktu malam hari. Kesunyian melanda negeri babilonia. Suara jangkrik menderik. Hanya suara jam terdengar berdetak-detak.
Dua orang insan duduk di atas kursi saling bercakap-cakap.
“Maksud saya mengajak paman ke sini untuk mengajak paman mengikuti agama Allah”
“Agama yang bagaimana ? dan agama apa itu?”
“Agama yang mentauhidkan Allah swt. Bahwa patung-patung, bintang dan Raja itu bukanlah Tuhan. Mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan. Dan Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt yang menciptakan langit dan bumi.”
Paman Nabi Ibrahim mulai mengangguk-angguk.
__ADS_1
Tapi dalam hatinya ia menolak kerasa apa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim as.
“Coba paman lihat. Apakah patung bisa bicara. Bisa memberikan manfaat atau mudarat? Tidak kan? Bahkan patung itu jika dibakar atau dirusak tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Patung itu bukan Tuhan. Tuhan adalah Yang mempunyai kekuatan luar biasa”
Hening beberapa saat lamanya sampai terpecahkan kembali oleh sebuah pernyataan.
“Jadi maksud kamu mengajak aku ke sini untuk itu?”
“Iya. Paman. Ini adalah kebenaran yang Allah wahyukan kepada saya sebagai utusanNya.”
“Maaf. Saya tak bisa melakukannya karena bagi saya menyembah berhala sudah menjadi tradisi bagi nenek moyang kami, Saya pun takut keluarga saya mengucilkan saya karena tak menyembah berhala. Sekali lagi maafkan saya.” Ujarnya sambil meninggalkan nabi Ibrahim.
Tak terasa sudah puluhan tahun, beliau melakukan dakwah. Terasa sangat lama. Nabi Ibrahim sudah memenuhi lerintah Alalh swt dalam menyeru manusia kepada kebajikan. Namun hanya penolakan dan penentangan yang di dapatkan dari kaumnya.
Di tempat umum sebagai pusat keramaian orang seperti pasar, lapangan dan alun-alun taman kota, Nabi Ibrahim selalu mengajak penduduk Babilonia untuk berpikir logis dan jernih. Hendaknya mereka meninggalkan menyembah patung berhala. Yang tiada manfaat dan guna. Mereka hendaknya menyembah Allah swt yang menjadikan mereka serta langit dan bumi.
__ADS_1
Tindakan Nabi Ibrahim as tersebut mendapatkan penolakan keras dari penduduk Babilonia. Para penduduk sudah bosan dengan upaya Ibrahim mengajak penduduk Babilonia meninggalkan budaya mereka dalam menyembah patung berhala. Berbagai tindakan untuk membunuh Nabi Ibrahim terus dilakukan oleh penduduk Babilonia secara diam-diam dan terang-terangan. Namun Allah swt selalu menyelamatkan Nabi Ibrahim as
Tindakan Nabi Ibrahim yang masih suka berdakwah dan mengajak meninggalkan menyembah patung kepada penduduk Babilonia dilaporkan oleh beberapa pemimpin Babilonia kepada Raja Namrudz. Yang membuat Raja Namrudz marah dan memerintahkan untuk menangkap Ibrahim kembali dalam keadaan hidup atau mati.
Namun Ibrahim hanya berserah diri kepada Allah swt. Hasbunallah wani'mal wakil. Itu adalah salah satu contoh doa yang sering diucapkan oleh Nabi Ibrahim. Cukuplah Allah swt sebagai penolongku.
Tak kenal lelah dan putus asa maka Nabi Ibrahim pun terus mengajak penduduk Babilonia memeluk agama tauhid dan meninggalkan menyembah patung berhala yang sesat. Dan tak lupa Nabi Ibrahim pun mengajak ayahanda tercinta untuk meninggalkan sesembahan patungnya sebagaimana ajakannya lada setiap orang.
Ibrahim berjalan menuju kediaman Azar. Ketukan pintu tak disambut baik oleh ayahanda tercinta. Pada ketukan yang ketiga kali barulah pintu terbuka.
“Ada apa wahai Ibrahim. Apa kamu mau menceramahiku lagi dengan agama barumu itu?”
“Wahai ayah. Aku sangat menyayangi ayah. Aku ingin menyelamatkan ayah. Masuklah pada agama yang lurus yang hanya mentauhidkan Allah. Ayah tercinta yang engkau lakukan selama ini kurang benar. Patung itu tak memberi manfaat ataupun mudarat sedikitpun”
“Ibrahim hentikan ucapanmu. Pergi sekarang juga. Aku tak mau kau datang lagi ke sini hanya untuk mendengar ocehanmu itu"
__ADS_1
Ibrahim pun meninggalkan tempat tinggal ayahanda tercinta untuk selamanya. Karena dirasa ayahanda tercinta sudah menutup diri bertemu dengannya hanya karena agama tauhid. Beliau mengetahui tidak ada harapan lagi baginya untuk menyadarkan ayahanda tercinta. Lintu sudah tertutup rapat.Begitu pula menyaksikan pengingkaran dan penolakan penduduk Babilonia terhadapnya.
Nabi Ibrahim berniat untuk memutuskan diri untuk pergi dan menetap di satu tempat jauh dari negeri Babilonia. Untuk melaksanakan dan menyebarkan agama Tauhid di tempat baru. Karena selama ini, beliau menjalankan agama tauhid wahyu dari Allah swt selalu mendapatkan gangguan dan penindasan dari kaumnya serta bala tentara Raja Namrudz yang kejam.