
Nabi Ibrahim tidak pernah putus asa. Sebab bagi dirinya orang yang berputus asa dari rahmat Allah swt hanya orang kafir. Ia tidak ingin mrninggalkan kaumnya untuk pindah tempat tinggal ke daerah lain. Apalagi Allah swt belum memerintahkannya.
Ia masih teringat dengan salah seorang temannya yang belum pernah diajaknya untuk memasuki agama Tauhid. Ia mengetahui bahwa temannya ini sangat membenci tingkah laku orang-orang yang menyembah patung berhala. Namun kebingungan dengan jalan hidup yang harus di tempuh.
"Mungkin ia bisa memeluk agamaku ini"pikir Nabi Ibrahim.
Gumpalan pasir terus meninggi suhu panas. Matahari bersinar terang di atas kepala Nabi Ibrahim. Beliau menemui salah satu temannya itu. Temannya itu berasal dari kalangan pedagang yang sukses. Tampak rumah yang bangunannya sangat luas. Berpuluh kandang kuda, sapi, kambing dan onta berjajar rapi. Orang-orang di sekitar bangunan tersebut menanyakan maksud kedatangan Ibrahim.
Kemudian depan rumah temannya yang mewah dan megah itu tampak seorang perempuan muda yang sangat cantik jelita. Perempuan itu tersenyum lalu masuk ke dalam rumah di sampingnya.
Tiba-tiba sesosok pria paruh baya keluar dari pintu rumah dan memanggil nabi Ibrahim.
“Hai teman...apa kabarmu?”
“Baik.”
“Ayo masuk ke rumahku yang sederhana.” pria itu merangkul tangan Ibrahim secara erat.
Nabi Ibrahim memasuki rumah secara perlahan yang membuat Nabi Ibrahim terkagum. Segala interior mewah dan berkelas. Bangunannya terbuat dari batu terpilih dengan lantai marmer yang khusus didatangkan dari Yunani. Kemudian seorang pria yang dikira budak menyajikan hidangan makanan dan minuman beserta sendok dan garpu mahal.
“Ada Keperluan apa?” pria itu duduk.
Nabi Ibrahim membuka percakapan.
Nabi Ibrahim menceritakan kejadian seputar kebiasaan kaumnya yang suka sembah berhala.
__ADS_1
“Langsung saja ke inti dan maksud kedatangan”
“Ini saya mau minta pendapatmu mengenai tindakan penduduk Babilonia yang suka menyembah patung. Dulu kan kau sangat membencinya”
“Iya saya juga heran. Dan tetap membencinya sampai saat ini.Mengapa mereka melakukan tindakan bodoh seperti itu. Patung kan tidak bisa bicara dan bukan Tuhan. Masak mereka menciptakan tuhan sendiri"
“Teman. Aku mempunyai kabar gembira bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt Tuhan semesta alam. Aku disuruh menyampaikan kebenaran ini pada manusia. Aku telah diangkat menjadi Nabi bagi kaum babilonia. Agar penduduk Babilonia meninggalkan perbuatan menyembah patung berhala. Dan meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah”
“Ada bukti wahyu yang kau dapatkan dari Tuhanmu?
“Ada. Ini” Nabi Ibrahim memperlihatkan lembaran wahyu. Temannya itu langsung menyatakan mengikuti agama Ibrahim.
“Tadi ada seorang perempuan di samping rumah ini. Siapa dia?"
“Oh dia anakku”
“Apakah kau suka?”
Pria itu menyadarkan Nabi Ibrahim.
“Iya.”
“Kalau suka kau bisa meminangnya. Akan aku berikan padamu teman”
“Serius?Apakah aku pantas mendapatkannya?”
__ADS_1
“Kamu pantas. Apalagi kau seorang nabi”
Nabi Ibrahim riang gembira.
“Siti Sarah!”
Seorang gadis langsung datang menghampiri teman Ibrahim. Ia menundukkan kepala.
“Bagaimana tanggapanmu kalau Ibrahim melamarmu?”
Gadis itu diam seribu kata. Teman Ibrahim mengetahui dengan sikap anaknya itu yang berarti menyetujuinya. Kemudian teman Ibrahim itu mengajak putrinya untuk bercakap berdua. Lalu temannya itu kembali lagi menghampiri nabi Ibrahim.
“Ia setuju dan siap menikah denganmu”
##
Gambaran di atas hanyalah menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Sarah. Mengenai bagaimana proses perjumpaan dan perkenalan sampai menikah tidak dijelaskan secara gamblang oleh Al Quran dan Hadis. Bisa saja Nabi Ibrahim sudab dijodohkan sebelumnya dengan Siti Sarah. Atau ada yang mempertemukan mereka berdua. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
##
Pada hari yang diberkahi oleh Allah swt terjadilah pernikahan antara Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah yang berasal dari keluarga kaya. Temannya itu menjadi wali bagi Siti Sarah.
“Ya Allah berkahilah pernikahan Nabi Ibrahim dan Siti Sarah” ujar teman Ibrahim itu menutup pesta pernikahan.
Rumah tangga Nabi Ibrahim dan Siti Sarah berlangsung harmonis. Nabi Ibrahim sangat mencintai Siti Sarah. Begitu pula Siti Sarah mencintai Nabi Ibrahim. Kecantikan wajah Siti Sarah tak ada bandingannya. Kecantikan wajah secara fisik dan batin sangat memukau. Yang membuat banyak orang berdecak kagum. Beruntung Nabi Ibrahim yang mendapatkan Siti Sarah yang cantik jelita dan patuh padanya. Kalau diumpamakan kecantikan Siti Sarah berada diurutan kedua setelah Siti Hawa, istri Nabi Adam yang tercantik di dunia.
__ADS_1
Siti Sarah sangat mendukung kegiatan Nabi Ibrahim dalam berdakwah agama tauhid kepada seluruh penduduk Babilonia. Karena ia pun sangat mengecam perbuatan menyembah berhala itu yang disebutnya tindakan bodoh dan kafir. Siti Sarah pun mengakui kenabian Ibrahim dan mengikuti agama yang dibawa oleh Ibrahim yang lurus.
Waktu terus berjalan, sudah bertahun-tahun Nabi Ibrahim dan Siti Sarah menikah. Namun tanda-tanda kehamilan belum tampak. Allah swt menguji kesabaran Nabi Ibrahim dan Siti Sarah dimana hingga saat ini mereka berdua belum diberikan anak. Hal ini membuat Nabi Ibrahim lebih sering berdoa kepada Allah swt di waktu pagi dan petang untuk dikarunia seorang anak.