
Cerita ini saya ambil dari kisah hidup saya sendiri.
Nama saya nurul risalah lahir di kota probolinggo tahun 2000 dan terdiri dari 2 bersaudara saya terlahir dari kelurga yang cukup sederhana.
Di usia 7 tahun saya sudah pernah merasakan bagaimana kerasnya cara mencari uang di karenakan saya memang bukan termasuk kalangan orang berada.
Awal mula saya tau susahnya mencari uang ketika saya membantu orang tua saya untuk bertani. Karna orang tua saya memang petani dan mayoritas orang probolinggo adalah petani/palawija.
suatu hari dimana saya ikut membantu orang tua dan ingin tau rasanya mendapatkan uang. Saya pergi kesawah dengan ayah dan ibu untuk merawat atau melihat perkembangan pertanian ayah. Disini untuk pertanian nya yaitu petani bawang merah ayah ju sudah 10 tahun berkecimpung di dunia pertanian bawang merah bisa dikatakan cukup mahir untuk pengalaman 10 tahun.
Di tahun 2007 ayahku dan aku mulai menanam bawang merah dan aktifitas setiap hari dari jam 02.00 dini hari sampai marahari terbit itu mulai menyiram bawang di beri obat dan perawatan lainnya. Dan itu di lakukan setiap hari sampai perkiraan 50 hari baru panen. Awal mula dari pertama menanam bawang tersebut kluargaku baik baik saja. Ini awal cerita dimana suka duka kehidupan baru di mulai.
Sewaktu hari itu panen ayahku berkata" nak ayok kita waktunya panen "
"Alhamdulilah yang di tunggu- sebentar ya ayah aku mandi dulu"
Di hari itu aku sangat senang sekali keinginan yang aku cari tahu selama 50hari sebentar lagi sudah terwujud.
__ADS_1
Sesudah panen itu ayahku menelfon pedagang bawang " halo saya suhan mau jual bawang merah ini " "oh iya pak sebentar lagi saya kesana ya "
Setelah pedagang itu datang kesawah dan dari hasil tawar menawar dan jadi dia beli seharga 50.000 Rp per Kg
Dan hasil dari panen sawah ayahku tersebut mencapai 4 ton disitu ayah ku menerima hasil panen tersebut sekitar 200juta wah.... ini yang aku maksud guys
Rasa penasaranku sudah mulai aku dapatkan bahagia rasanya hasil kerja keras selama 50 hari sudah terbayarkan.
Disini awalmula kejayaan keluarga ini.
Disaat ayah menghitung uang tersebut
Di saat ekonomi keluarga ini sudah lumayan cukuplah menurutku di situ ayah mulai ambisi untuk menanam bawang kembali agar bisa mendapatkan hasil yang besar seperti kemarin.
Di bulan januari ayah mulai membajak sawah dan mempersiapkan untuk proses penanaman bawang tersebut awal nya sudah lancar dan berjalan baik di setiap hari perkembangan bawang merah stabil seperti biasanya. Sampai panen ke 2 ini ayah masih bisa mendapatkan hasil seperti hasil kemarin . Dan ayah mulai menambah aset menyewa lahan seluas satu hektar pada saat itu. Ketika aku sudah menginjak di usia 18 tahun ayahku sudah memperkejakan aku sebagai karyawan atau memberi pelajaran untuk menanam bawang dari proses dan cara perawatan sampai panen.
Pada suatu ketika aku sudah paham dan yaa masih seperti yang dulu brangkat jam 02.00 dini hari sampai terbitnya matahari. Ketika selesai aku duduk sambil melihat perkembangan tanaman tersebut aku mulai merasakan bangga akan proses yang aku jalani aku berfikir aku akan menjadi orang yang sukses seperti ayah. Ketika tanaman bawang ini sudah panen aku bilang ke ayahku " ayah aku ingin mempunyai mobil " lantas ayahku berkata " iya sudah setelah bawang ini selesai panen hasilnya kamu belikan apa yang kamu mau sudah".
__ADS_1
Ketika sudah pada waktunya penjualan. Di situ bawang merah ini laku di harga 15.000. Rp per kg pada saat itu harga bawang merah mulai turun ketika sudah laku terjual itu total yang di dapatkan sekita 2 ton dan mendapatkan uang 30 juta. Ketika sudah di hitung biaya dari awal tanam sampai panen itu tidak ada keuntungan atau bisa di katakan tidak ada keuntungan ujar ayah.
Lantas saya bertanya " gimana ayah aku mau beli mobil " ujar ayah " apa mau beli mobil kita sekarang tidak dapat keuntungan seperpun rugi tenaga ada nya. Di situ saya merasa kesal keinginan terbesar saya terhambat tapi saya pikir oke sekarang masih belum waktunya mungkin.
Lambat laun sudah aku dan ayah ku mulai tanam lagi proses seperti biasanya berjalan lancar tidak ada kendala sampai panen. Dan ketika di jual harga bawang turun draatis dan mencapai kerugian 40 juta. Disitu ayah ku mulai panas marah pada saat itu aku pun menganggap kegagalan yang ke 2 kalinya untuk membeli apa yang aku inginkan.
Pada suatu saat ayahku menanam lagi di pertengahan proses tanam bawang tersebut ayah mulai ambisa membelikan obat supaya bawang itu besar dan punya bobot berat jika sudah panen. Di usia 30 hari bawang itu di berikan obat ..... dari suatu perusahaan yang katanya bisa membuat bawang tersebut bagus / besar.
Ketika sudah berada di separuh perjalan bawang itu mau panen. Di situlah awal mula ke hancuran usaha dan kluargaku
Bawang merah itu di usia 32 hari setelah di kasik obat bawang dari perusahaan tersebut mengalami kendala setiap harinya samapai tercium bau menyengat seperti bau busuk dari bawang tersebut.
Di usia 39 hari bawang merah tersebut semakin terlihat jika keadaan baaang tersebut tidak baik baik saya. Terlihat sari daun yang biasanya hijau bagus sekarang menjadi coklat kering dan mati . Di usia 40 hari bawang tersebut semakin tidak asa kemajuan kemunduran yang yang sangat tidak diingin kan pun terjadi di usi 41 hari bawang tersebut gagal panen san ayah mendatangkan prof ahli bawang sari perusahaan obat yang tadi aku jelasin dan setelah di datangkan ke sawah ku bawang itu di diagnosi busuk batang dan tidak biaa panen lagi atau mati. Di situlah mulai kerugian lahan seluas 1 hektar dan mencapai kerugian 250 juta dan imbasnya ke mamaku.
Ketika aku pulang dan mamaku mendengar penjelasan dari ayah mama sontak kaget " kenapa kok bisa seperti itu apa tidak bisa di pertahankan agar balik modal saja sontak ayah menjawah "tidak bisa ma dikarnakan ini busuk batang ayah salah memberi dosis terhadap bawang tersebut" ujar ayah
Mama pun langsung shok langsung pusing dan sempat pingsan pada saat itu.
__ADS_1
Dan di bawak ke rumah sakit dan mamaku pun di diagnosis oleh dokter terkena kangker/tumor di balik mata
Sontak aku menangis keluar dari ruangan dokter sambil melihat mama yang terbaring menyesal aku merasakan terlalu busius untuk keinginanku sendiri yang memaksakan orang tuaku untuk menuruti kemauanku sampai akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan.