Kisah Tuan Muda Yuan

Kisah Tuan Muda Yuan
BAB 5


__ADS_3

“Siapa dia?” tanya teman-temannya. “Orang tua itu, adalah rekanan bisnis keluarga kami. Juga dengan keluarga Hua. Apa kau tidak mengenalnya, Xiu Huan?”


“Aku jarang sekali mengikuti bisnis ayahku, aku tidak mengenalnya.”


“Hahaha. Aku justru pernah bertemu dengannya saat aku mengikuti ayahku, dua kali. Tapi mungkin dia melupakan aku. Tuan Stephen Kong ini, adalah perwakilan dari Grup DIAMOND milik keluarga Yuan. Kekayaan grup DIAMOND saja bisa mencapai 100 triliun! Kelaurga Yuan kekayaannya tidak tertandingi di seluruh China! Masih ada Grup EMERALD, RUBY, AMETHYST, JADE, PEARL, SAPHIRE dan lainnya, kalau masing-masing memiliki kekayaan minimal 100 triliun, ke tujuh grup milik keluarga Yuan itu saja sudah memiliki kekayaan minimal hingga 700 triliun lebih! Itu juga yang diketahu publik, sedangkan harta tersembunyi mereka, mungkin bisa mencapai beberapa kuadraliun.”


“Oh. Dia adalah orang yang tak tersentuh, dan sedang makan di sini. Kita tidak bisa mengacau di sini, akan tidak baik untuk kita.”


“Betul, untung saja, kita belum sempat terlihat olehnya membuat ribut di sini, sebaiknya kita makan dengan baik dan berusaha menemui tuan-tuan di dalam ruangan VIP itu, pasti mereka pengusaha-pengusaha top. Aku akan mengajak ayahku kemari. Kami selama ini hanya mendapatkana proyek kecil bernilai ratusan miliar dari grup DIAMOND, itupun ayahku hanya pernah bertemu dua kali, saat peresmian hotel DIAMOND dan saat pesta pernikahan salah satu pejabat di distrik ini. Kami hanya bertemu sekilas. Urusan bisnis dan kerjasama, tidak pernah ditangani langsung oleh Tuan Stephen Kong, jadi kami paling tinggi hanya bertemu direktur operasional saja. Pasti ayah akan senang bila bisa menjalin hubungan secara langsung dengannya!”


Dao Ming mencoba menghubungi ayahnya. “Ayah, aku sedang di retoran TAMAN MASAKAN, apakah ayah bisa kemari? Aku melihat Tuan Stephen Kong di sini! Siapa tahu ayah mau bertemu dengan mereka?”


“Aduh, ayah, kenapa bisa kebetulan sekali? Ada apa ayah pergi ke Xian dengan Tuan Jerry Peng?”


“Dao Xing sialan. Adikku itu memang mengacau!” Dao Ming menutup teleponnya. Teman-temannya segera ingin mengetahui. “Ayahku sedang dii Xian bersama pemilik restoran ini. Sialan. Adikku itu, sangat tertarik dengan Joey. Mereka mengajak jalan-jalan ke Xian. Huh. Tampaknya aku harus mencoba menemui Tuan Stephen sendiri.”


“Sialan, kalau tadi kita ridak mengajak ribut pelayan restoran ini, kita bisa meminta tolong mereka untuk membiarkan kita masuk ke ruangan VIP.”


“Hmmm.. aku akan membayarkan makanan tamu-tamu Tuan Stephen Kong. Pasti dia akan tertarik dan menemui aku.”


Teman-temannya pada mengangguk.


“Pelayan!” panggil Dao Ming dengan lebih sopan. Dengan wajah malas, Yuan Di mendatangi mereka.


Dao Ming dengan sok akrab menarik Yuan Di, “Kawan, maafkan aku. Eh, bantu aku ya, aku yang akan membayar sajian para tamu di VIP. Aku juga akan memberimu tips besar. Syaratnya, kau harus membiarkan Tuan-tuan di dalam, bahwa sajian hari ini aku yang mentraktirnya, dan kau harus mencarikan jalan untukku bertemu dengan orang tua yang barusan masuk! Kau akan kuberikan tips 1 juta!”


Yuan Di sedikit tergelak di dalam hati. Tapi ia mengiyakan saja. “1jutaku, di depan! Aku jamin kau akan bertemu dengannya!”


“Bertemu untuk bicara! Bukan sekedar bertemu! Kau jangan mempermainkanku.”


“Tenang saja.”

__ADS_1


“Ini kartu kreditku. Gesekkan dulu 1 jutanya untuk dirimu. Tenang saja, limitnya mencapai 1 miliar. Cukupkan?”


“Cukup, Tuan. Tapi... 1 jutanya untukku harus tunai, Tuan. Tidak bisa memakai kartu ini.”


“Huh kau. Dang Fei, kau ke conter ATM, ambilkan dulu 1 juta.”


“Tidak perlu, kau tuliskan saja surat utang untukku.”


“Huh. Baiklah.”


Jadilah dibuat surat utang kepada Yuan Di, senilai 1 juta, ditandatangani oleh Dao Ming. Yuan Di mengantongi surat itu dan kemudian mengambil kartu kredit Dao Ming.


Yuan Di masuk ke dapur menemuiku. Aku sedang menyiapkan beberapa menu untuk ruang VIP dan juga untuk tamu lain yang datang. Kami harus membagi petugas antara ruangan VIP dengan ruang utama.


“Apa yang dia inginkan?” tanyaku.


“Oh, dia ingin membayar semua pengeluaran dari ruang VIP.”


“Di dalam ada bos besar yang kaya, dan dia ingin bertemu dengannya. Dia ingin menunjukkan sisi baiknya.”


“Oh pantas saja.”


Acara di ruang VIP berlangsung sampai jam 2 siang.


Salah seorang tamu peremuan dari ruang VIP mendatangi kasir untuk membayar. Elly menjelaskan kalau semua sudah dibayar oleh Tuan di meja 6. Lalu perempuan itu masuk kembali ke ruangan VIP.


Dao Ming mengikuti hal-hal ini dari mejanya, ia yakin sebentar lagi Stephen Kong akan menemuinya.


Dua puluh menit kemudian, rombongan tamu keluar dari ruang VIP. Termasuk Stephen Kong dan keempat pengawalnya dan satu sekretarisnya.


Sekretarisnya segera mendatangi meja Dao Ming dan kawan-kawan.

__ADS_1


“Selamat siang, aku Anna Lie, sekretaris dari Tuan Stephen Kong. Ini adalah cek senilai pengeluaran makan siang hari ini, Tuan kami tidak mau berhutang kepada siapapun, apalagi kepada orang yang tidak dikenalnya.”


Anna Lie meletakkan selembar amplop berisi cek.


Dao Ming dan teman-temannya hanya bisa melongo. “Tapi... tapi... aku tulus...”


“Tuanku juga tulus. Tenang saja, Tuan.”


“Aku... hanya ingin menjalin hubungan baik dengan Tuan Stephen...”


Tapi rombongan Stephen Kong meninggalkan mereka.


Dao Ming menggerutu pelan, sampai rombongan VIP benar-benar meninggalkan  restoran.


“Pelayan! Pelayan!” Dao Ming berteriak-teriak.


Aku merasa sangat terganggu. Tapi Yuan Di memberi siyarat kalau dia yang akan menemui mereka. Dan memintaku untuk menyiapkan serah terima kepada shift selanjutnya.


“Tuan, apa lagi yang bisa aku bantu?”


“Kau! Kembalikan surat utang itu! Juga kembalikan kartu kreditku! Kau sudah gagal memenuhi tugas dariku!”


“Tuan, tolonglah, Tuan adalah orang yang sangat kaya. Tuan tidak akan ambil perhitungan denganku, bukan? Aku sudah mencoba yang terbaik. Tapi siapa sangka si Stephen Kong itu, itu begitu sombong lagaknya, bagaimana bisa dia tidak melihat Tuan? Sudah dibayari, masih tidak berterimakasih, malah mengembalikannya. Itu adalah penghinaan untuk Tuan. Tapi, tenang saja Tuan, aku akan membalaskannya untuk Tuan kalau dia datang lagi kemari, akan kuberikan kopi yang sangat pahit untuknya!”


Dao Ming terkejut melihat Yuan Di. Berani benar seorang pelayan mengolok-olok seorang Tuan Stephen Kong! Tapi ini bersesuaian dengan hatinya, jadi ia memberikan nilai positif untuk pelayan ini!


Yuan Di mengembalikan kartu kredit Dao Ming, dan mengucapkan terimakasih. “Tuan, tuan benar-benar kaya, kartu kredit dengan limit 1 miliar, mentraktir 30 orang turis, benar-benar tidak ada taranya! Baru sekali ini aku melihat Tuan yang kaya dan royal seperti Anda!”


Dao Ming makin besar kepala. “Hahaha. Kau baru tahu siapa aku ya. Sudahlah, aku tidak akan memperhitungkan kegagalanmu hari ini. Memang kau benar, orang itu sangat aneh. Tapi tidak usah kau membalas dengan membuatkan kopi pahit untuknya, cukup kau beritahu aku segera kalau dia akan datang lagi kemari! 1 jutamu itu... simpanlah saja surat utang itu dulu, besok akan aku kirim uangnya.”


“Tuan benar-benar dermawan!”

__ADS_1


Akhirnya Dao Ming dan kawan-kawan keluar dari restoran dengan tertawa-tawa.


__ADS_2