Kisah Tuan Muda Yuan

Kisah Tuan Muda Yuan
BAB 9


__ADS_3

Kami duduk di kebun yang penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah. “Setiap hari kusiram semua, mawar melati, semuanya indah.” kata Xiu Huan sambil menyirami tanaman yang ada.


Kami menikmati sajian teh yang ada di meja. Sambil menikmati kebun yang memang indah, namun pemandangan Huangshan di kejauhan juga sangat indah. Kami menikmati pemandangan ganda.


“Menikmati teh di sore hari, sangat bagus untuk menghindari stress. Teh juga bagus untuk menggelontor lemak, memelihara jantung, dan mencegah stroke.”


“Hahaha. Xiu Huan memang sangat suka membaca buku. Di sini, perpustakaan Xiu Huan, memiliki 2000 lebih buku.” jelas Yuan Di.


“Ayo dinikmati tehnya. Oh ya, habis ini kalian bisa memakai kantor peternakan untuk menyiapkan dokumen dan lamaran kerja untuk besok. Apakah kalian sudah memilih akan melamar bagian apa?”


“Aku akan mencoba peruntunganku dengan melamar menjadi chef.” jawabku.


“Kalau aku, aku melamar bagian pelayan saja.”


“Posisiku di sini adalah Manajer Umum Peternakan. Aku tidak menghandle divisi Wisata. Kalian besok harus menemui divisi Wisata, dengan Manajer Wisata, Mr. John Lie kalau kau ingin menjadi pelayan di area wisata, atau manajer Restoran Ms. Jun Zhao kalau kalian ingin melamar menjadi juru masak dan pelayan restoran. Akan ada dua tahap, yang pertama interview, kalau lulus maka masuk ke tahap yang kedua, ujian praktek. Setelah itu hasilnya akan direview oleh kami para manajer, yaitu Manajer Wisata, Manajer Resto, dan aku selaku Manajer Umum. Akan ada tiga hasil setelah kalian ujian praktek, yaitu gagal, diterima sesuai dengan tempat yang diharapkan, atau diterima namun di tempat yang berbeda. Aku hanya akan memberikan rekomendasi setelah melihat hasil tes kalian, jadi berusahalah! OK? Kalian Siap?” tanya Xiu Huan keras.


“Siap Kak!” jawabku dan Lisa.


“Kurang Keras! Kalian siap?” tanya Xiu Huan lebih keras lagi.


“Siap Kak!” jawab kami lebih keras lagi.


“Bagus, aku percaya semangat kalian dan kemampuan kalian. Jangan kecewakan aku dan kak Yuan Di. Sekarang, kalian bisa memakai komputer di kantor, aku akan ke perpustakaan. Nanti malam kita makan malam bersama.”


“Baik kak Xiu Huan, kami pasti berusaha!” jawab Lisa penuh semangat.


Yuan Di mengantarkan kami ke kantor peternakan.


“Kau duduk di sini saja, pakailah komputer ini.” kata Yuan Di.


Aku segera duduk dan menyalakan komputer, kemudian menancapkan flashdisk. Kubuka file CV dan lamaran kerja, sedikit merevisinya. Lalu aku cetak.


Aku tidak menyadari betapa Yuan Di menatapku dalam-dalam.

__ADS_1


Lisa menunggu gilirannya, setelah aku selesai, Lisa gantian duduk dengan percaya diri dan melakukan beberapa revisi atas nama dan biodatanya sendiri kemudian mencetaknya.


Setengah jam kemudian, kami sudah menyiapkan CV, dokumen ijazah, dan lamaran kerja.


Sambil menyiapkan semua ini, aku jadi tahu kalau Yuan Di ternyata juga bekerja serabutan. Ia bisa berada dimana saja asal ada pekerjaan. Ternyata, nasibnya juga tidak terlalu baik. Untungnya ia memiliki teman seperti Xiu Huan. Xiu Huan benar-benar teman yang baik. Tapi, Kak Yuan Di memiliki kesan yang sangat dalam di hatiku. Meski peranan dan kemampuan kak Xiu Huan dalam menolong kami jauh lebih baik daripada kak Yuan Di, tapi entahlah, aku merasa bahwa justru kak Yuan Di adalah tempat dimana aku memperoleh tempat untuk bersandar, dialah yang menemaniku, membasuh lelahku.


“Kalian sudah selesai, ayo makan malam. Setelah itu istirahatlah, kalian harus bersiap besok pagi.”


Makan malam hari ini, merupakan menu dari restoran MOOW DAIRY. Kak Xiu Huan sengaja memesannya dan menunjukkan citarasa masakan restoran kepadaku, supaya aku bisa mempunyai gambaran untuk interview dan ujian praktik.


Kak Yuan Di juga mengajarkan dan mengingatkan beberapa trik dan resep masakan barat kepadaku, karena sekalipun aku sehari-hari memasak di restoran, tetapi aku hampir jarang memasak masakan western.


“Salah satu hidangan western yang disukai adalah Barbeque. Kau bisa memilihnya menjadi topik ujian. Pastinya tidak menggunakan bumbu jadi, meski pada prakteknya saat kau bekerja, pasti ada bumbu jadinya. Tapi untuk ujian, kau harus membuat bumbu sendiri.”


“Rasa klasik dari BBQ adalah pedas manis. Untuk memperoleh rasa ini kamu bisa menggunakan ½ cup gula pasir, ½ cup garam, ½ cup paprika, ¼ cup bubuk bawang putih, ¼ cup lada hitam, 1-2 sdt bubuk cabai. Jika rasa BBQ klasik masih kurang, kamu bisa mengubahnya dengan menambahkan beberapa rempah. Seperti rosemary kering dan oregano untuk rasa Mediterania. Bisa juga menambahkan merica putih dan minyak wijen sehingga rasanya sedikit oriental.”


“Lakukan marinasi, paha ayam membutuhkan waktu 20-30 menit, dan Rusuk sapi membutuhkan waktu lebih lama yaitu 2 jam. Daging sapi sirloin atau tenderloin membutuhkan waktu sekitar empat jam bahkan semalaman. Pilihlah daging yang sesuai dengan waktu yang diberikan.”


“Tak perlu menyalakan seluruh arang di dalam wadah perapian. Nyalakan arang hanya pada bagian tengah saja, kemudian bentuk arang yang belum terkena api mengelilingi api. Bentuk bingkai seperti tapal kuda. Kemudian bubuhkan serbuk kayu di atasnya. Arang yang menimbulkan api yang lebih awet dan stabil tingkat panasnya. Jika kamu menggunakan cara ini, api dapat menyala hingga 18 jam. Pembakaran yang terjadi pada daging pun terjadi lebih perlahan.”


“Wah kau hebat sekali kak Yuan. Tak kukira pengetahuan memasakmu juga sangat luar biasa. Kenapa kau tidak melamar bekerja menjadi chef saja di sini?” tanya Lisa.


“Uhuk. “ tiba-tiba Kak Xiu Huan tersedak.


“Eh, aku tadi membaca dari website kulineria, hehehe.” jawab kak Yuan Di.


“Kau tidak apa kak Xiu Huan?” Lisa mengambilkan minum untuk kak Xiu Huan.


“Uhuk. Aku tidak apa-apa. Terimakasih minumnya, Lisa.” Kak Xiu Huan mengambil minuman dari Lisa.


“Petunjukmu akan aku ingat, Kak Yuan Di. Hanya saja, kau yakin kalau ujiannya adalah membuat barbeque?”


“Uhuk. “ Kak Xiu Huan tersedak lagi.

__ADS_1


“Makannya pelan-pelan Kak.” kata Lisa sambil mengelus punggung Xiu Huan. Xiu Huan kemudian memandangi Lisa. Lisa kelihatannya sadar ia sudah mengelus punggung Xiu Huan, segera menarik tangannya.


Tapi Xiu Huan kemudian berterimakasih kepada Lisa.


“Bagaimana rasa masakan malam ini?” tanya Kak Yaun Di.


“Hmm... Daging Sirloin istimewa. Memang tidak mengecewakan dari sisi bumbu dan sausnya. Namun Sirloin ini, dari tingkat kematangannya, seharusnya ini dimasak medium well atau rare, bukannya welldone, agar lebih juicy.”


“Kau benar. Ini sedikit terlalu matang sehingga sedikit keras.”


“Kak Yuan, terimakasih ya, bukan hanya menolong kami, tapi juga sudah memberikan kesempatan kepada kami. Kak Xiu Huan, terimakasih banyak...” kataku.


“Iya benar, budi kalian, selamanya tidak dapat kami balas. Kalau ada kehidupan selanjutnya, aku rela menjadi peliharaan kakak berdua!” kata Lisa sungguh-sungguh.


“Adik Peng, Lisa, aku tahu apa yang kalian hadapi selama ini. Kalian sangat tegar, aku bahkan tidak melihat kalian menangis. Karena itu kalian harus percaya, bahwa hari esok masih ada.”


“Siap kak Yuan Di.”


Chàng chū nǐ de rè qíng Nyanyikanlah Semangatmu


Shēn chū nǐ shuāng shǒu  Ulurkanlah sepasang tanganmu


ràng wǒ yōng bào zhe nǐ de mèng  Biarkanku merangkul mimpimu


ràng wǒ yōng yǒu nǐ zhēn xīn de miàn kǒng  Biarkanku memiliki wajah sejatimu


ràng wǒ men de xiào róng  Agar kita tertawa


chōng mǎn zhe qīng chūn de jiāo ào  Penuh kebanggaan di masa muda


wéi míng tiān xiàn chū qián chéng de qí dǎo  Demi hari esok berdoa kepada Tuhan...


Tiba tiba saja Lisa menyanyikan satu lagu klasik yang pernuh permohonan dan harapan. Ming Tian Hui Geng Hao. Besok akan menjadi lebih baik.

__ADS_1


Kami menutup kegiatan malam ini, bersiap istirahat untuk menghadapi hari esok dengan penuh keyakinan!


__ADS_2