Kisahku (Patah Hati)

Kisahku (Patah Hati)
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

 Halwatuzahra adzni adalah perempuan yang bawel, ramah, baik dan pintar. Zahra adalah anak ke- 4 dari 6 bersaudara. Zahra memiliki 3orang kakak perempuan, 1 adik perempuan dan 1 adik laki-laki. Ketiga kakak semuanya sudah berumah tangga.


Semenjak ayahnya meninggal Zahra menjadi tulang punggung keluarga. Ia merantau di kota besar sendirian dan mengontrak sebuah kamar untuk ditinggalinya.


Zahra bekerja di sebuah PT garment di kota Jakarta.


Hidup Zahra sehari-harinya biasa saja.


Namun seteleh kejadian sore hari ini hidup Zahra berubah.



Sore hari yang mendung disertai gerimis. Zahra pulang kerja dengan berjalan kaki. Kondisi jalan yang sering macet itulah yang membuat Zahra harus berjalan kaki. Sekitar 15 menit Zahra berjalan barulah sampai dikontrakannya.


Zahra bergegas mandi dan bersiap - siap karena sore ini dia akan pulang kampung.


Setelah selesai membereskan semua yang perlu dibawa Pulkam, Zahra langsung memesan ojek online untuk mengantarnya keterminal. Jarak kontrakan Zahra ke terminal lumayan jauh karena harus memakan waktu setengah jam belum lagi kalau macet.


Lima menit kemudian Zahra mendapatkan pesan dari abang ojol yang ternyata sudah sampai di depan kontrakannya. "selamat sore. mbak Zahra, saya sudah di depan." begitulah pesan dari abang ojol.


"iya bang, tunggu sebentar." sahut Zahra.


Tidak lama kemudian Zahra keluar dan langsung disamperin abang ojol.


 

__ADS_1


Motor melaju dengan kecepatan sedang dan berhati - hati. Setengah jam sudah perjalanan. Akhirnya Zahra pun sampai diterminal. "makasih ya bang." kata Zahra sambil membayar ongkosnya.


"sama-sama mbak. ini kembaliannya." jawab abang ojol.


"Kembaliannya buat abang aja. Saya permisi ya bang". ucap Zahra sambil berlalu meninggalkan abang ojol di depan pintu terminal.


Zahra berjalan dengan terburu-buru. Kemudian menaiki eskalator barulah Ia sampai di depan salah satu loket bus AKAP. "Tuh kan bener, udah panjang aja antreannya." Gumam Zahra dalam hati sambil berjalan menuju antrean. PO bus satu ini memang banyak penggemarnya. Karena pelayanan dan keamanannya yang terjamin membuat orang rela antre berjam-jam bahkan ada yang rela tidak jadi pulkam kalo tidak naik Po bus yang satu ini.


Didalam antrean yang mayoritas laki-laki membuat Zahra tidak nyaman dan memilih keluar antrean.


 Tiba-tiba datang dua orang laki-laki yang masuk kedalam antrean, yang satu memakai kaos hitam, satunya lagi menggunakan jaket merah. Zahra mengamati lelaki tersebut dan pada saat mata mereka saling memandang laki-laki tersebut melemparkan senyumnya.


Akhirnya Zahra memberanikan diri untuk menyapa duluan salah satu dari mereka, "Maaf mas, mau pulkam ke daerah mana?"


" Pemalang." sahut mas yang pakai kaos hitam.


"nitip?saya aja gak tau kebagian apa tidak." kata mas yang pakai kaos hitam.


"Berapa orang? ke daerah mana?" tanya laki-laki yang pakai jaket merah.


"satu orang aja mas, ke Comal." jawab Zahra.


"iya udah boleh.emmm beneran satu aja kan?" lanjut laki-laki jaket merah.


"iya mas." sahut Zahra.

__ADS_1


Kemudian Zahra kembali berjalan menuju kursi tunggu yang di depan loket. Sambil menunggu Zahra memainkan ponselnya kemudian terlihat notif pesan masuk.


"Zah, kamu jadi pulkam malam ini?"tanya mbak Inah kakak perempuan Zahra yang nomor 2.


"jadi mbak. ini aku lagi ngantre tiket bus." balas Zahra.


"ya udah Zah, kamu nanti hati-hati ya diperjalanannya." lanjut mbak Inah.


"ok. siap mbak." balasnya.


Setelah Zahra menunggu lama tiba-tiba laki-laki yang pakai jaket merah itu menghampiri tempat duduknya. "maaf mbak tiket busnya sudah habis." katanya lesu.


"Duh. bagaimana ya mas? masa iya saya balik lagi kekontrakan." sahut Zahra sedih.


"Bentar mbak. Nitip tas dulu ya saya mau cari bus dari Po lain dulu ya." ucapnya.


"Ya sudah. taruh sini aja." sahut Zahra sambil menunjuk kursi disebelahnya.


Beberapa menit kemudian laki-laki itu pun kembali. "Kalo naik bus Doni Dady mau gak?" ucapnya.


"Ya udah deh gak apa-apa mas dari pada saya balik lagi. Mana kontrakan saya jauh terus di luar juga lagi hujan." sahutku.


"Tiketnya lebih mahal. Serius nih gak apa-apa?" tanyanya kemudian.


"iya gak apa-apa mas." sahutku lagi.

__ADS_1


"ya sudah ikut saya ayo." ajaknya.


__ADS_2