
Sedih rasanya ketika harus meninggalkan keluarga namun apa daya. Jika Zahra tidak merantau maka siapa yang akan menafkahi mereka. Hari ini pagi-pagi sekali Zahra diantar oleh ibu Asih keterminal.
Suasana terminal masih sepi. Terlihat pedagang mulai berdatangan untuk membuka lapak jualan mereka. Zahra dan ibu Asih duduk di salah satu bangku lapak orang lain. Diatas meja tersedia sarapan nasi megono dan teh hangat.
Sesekali Zahra membuka tutup kunci ponsel namun tidak terlihat pesan masuk disana.
"Entahlah kenapa rasanya gelisah. Padahalkan baru kenal. Kenapa aku mengharapkan bertemu dia lagi." gumam Zahra dalam hati.
Beberapa saat kemudian muncullah notif pesan masuk.
Ting!
"jadi berangkat hari ini?" tanya seseorang disebrang sana.
"iya jadi. kalo mas kapan berangkatnya?" tanya Zahra.
Kemudian dibalas lagi seseorang disebrang sana. "aku juga berangkat hari ini."
"naik apa?" tanya Zahra.
"naik bus." sahutnya.
__ADS_1
"oh." jawab Zahra singkat.
Entah mengapa sekarang perasaan Zahra terasa lega setelah mendapat kabar darinya. Dari orang yang mengirimi pesan barusan adalah mas Agung. Seseorang yang ditunggu kabarnya sedari tadi.
"bus kamu berangkat jam berapa?" tanya mas Agung.
"nggak tau mas." sahut Zahra.
"mau balapan nggak?" ucap mas Agung.
"ya udah pasti aku kalah lah."
"kan belum tentu. Bus aku aja belum berangkat." kata mas Agung.
"pokoknya kita balapan yang kalah harus traktir mie ayam." jawab mas Agung.
Waktu menunjukan pukul 06.30 wib. Setelah membeli tiket Zahra berpamitan kepada ibu Asih dan masuk ke dalam bus. Lima belas menit kemudian bus yang ditumpangi Zahra berjalan meninggalkan terminal.
"Bus aku udah jalan nih." isi pesan singkat Zahra yang dikirim ke ponsel mas Agung.
"Bus aku juga sama. Kamu udah sampai mana?" balas mas Agung.
__ADS_1
"Baru ajj keluar terminal." sahut Zahra.
"kayaknya aku yang bakal menang nih." balas mas Agung lagi.
"yahh...gimana dong😔 aku kabur ajj ntar akh." ucap Zahra.
"tak portal ntar terminalnya, biar kamu nggak bisa kabur😛." balas mas Agung.
Zahra yang memang tidak bisa melek terlalu lama di dalam bus pun tertidur hingga tidak menjawab pesan dari mas Agung.
Tak terasa sudah separuh perjalanan. Zahra yang sedari tadi tertidur terbangun ketika mendengar teriakan suara sang sopir.
"Rumah makan!!!Rumah makan!!! bus akan istirahat disini selama setengah jam. Gunakan waktunya sebaik mungkin karena setelah ini kita tidak akan berhenti lagi." teriak sang sopir.
Zahra pun turun menuju toilet untuk sekedar mencuci muka. Kemudian berjalan kearah tukang POP mie karena memang perut Zahra dari tadi sudah keroncongan.
"POP mie disini memang sangat lezat." Gumam Zahra.
Sambil makan pop mie Zahra juga mengecek ponselnya. Dilihatnya ada pesan masuk dari mas Agung. Namun sayang ketika Zahra hendak membalas pesan tersebut malah tidak terkirim, karena sinyal disana memang susah.
"pasti kalah nih aku." Gumamnya lagi.
__ADS_1
MAAF YA KAKAK TERCINTA SEMUA BARU BISA UP DATE KARENA AKHIR-AKHIR INI AUTHOR SIBUK SEKALI. MAKLUM LAH AUTHORKAN MANUSIA JUGA SELAIN MENULIS NOVEL AUTHOR JUGA PUNYA PEKERJAAN LAIN. JADI MAAF SEKALI YA KAKAK-KAKAK SEMUA KALAU UP DATE NYA LAMA. TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MENYEMPATKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA NOVEL AUTHOR.